Bukan Puisi Cover Challenge

Bukan Puisi Cover Challenge

@Doggyhouserecs dan @Blackfinit.music bikin tantangan untuk temen-temen semua, yaitu cover lagu #BukanPuisi dari @blackfinit.music, lagunya bisa temen-temen dengerin di #iTunes Bit.ly/BukanPuisi1 dan juga di Spotify Bit.ly/finitbukanpuisi Menangkan paket hadiah berupa: – 1 Paket Rilisan Fisik Doggy House Records – 1 Mascot Doggy – 1 T-shirt #BlackFinit – 1 T-shirt #DoggyHouseRecords – Uang tunai Rp. 500.000 Juri: – @Shaggydogjogja – @BlackFinit.music – Tim @Doggyhouserecs Cara ikut #BukanPuisiCoverChallenge: – Follow @Blackfinit.music dan @Doggyhouserecs – Cover song dalam bentuk Video (Durasi Max 1 Menit) – Upload Video ke akun instagram masing-masing dengan tag @Blackfinit.music dan @doggyhouserecs – Sertakan Hashtag #BukanPuisi#BukanPuisiCoverChallenge #BlackFinit – Aransemen, alat musik & alat rekam bebas – Masa unggah video #BukanPuisiCoverChallenge adalah 1 November – 20 Desember 2018 – Akan dipilih 2 orang pemenang yang masing – masing mendapatkan 1 paket hadiah Pemenang akan diumumkan pada tanggal 22 Desember 2018 melalui akun @doggyhouserecs Informasi lengkap bisa diakses di...
Anak-Anak, Berdendang, dan Refreshing di Mini Album Sentimental Moods

Anak-Anak, Berdendang, dan Refreshing di Mini Album Sentimental Moods

Setelah sukses dan diapresiasi khalayak via layanan musik digital Spotify, iTunes, Deezer, dan sebagainya di tanggal rilisnya (23 Juli 2018), EP spesial ini terus menyebarkan virus ska yang mengasyikkan. Kali ini EP bertajuk “Sentimental Moods featuring Vocals” ini dirilis dalam bentuk kaset. Bekerjasama dengan label Jogja DoggyHouse Records (yang juga merilis LP kedua SM, Semburat), kaset ini dirilis serentak di Jogjakarta dan Jakarta di momentum Cassette Store Day tanggal 13 Oktober 2018. Mengapa kaset dan bukan CD seperti band-band lainnya? Bukan, Sentimental Moods bukan (hanya) hendak berbeda, tapi ternyata banyak rikues yang datang untuk merilis dalam bentuk fisik. Salah satu yang terbesar ya dalam bentuk kaset. Fenomena naik daunnya kaset kembali memang makin ramai di industri musik, terutama di skena indie. Jadi tak ada salahnya, selain CD yang memang sudah dipersiapkan dan akan dirilis setelah ini, kaset pun dirilis untuk memenuhi permintaan audiens musik Sentimental Moods. Diharapkan rilisan fisik ini bisa memperluas semangat bermusik dan berkreasi ala unit ska yang biasanya tampil ber-instrumental ria ini. Dimotori oleh Daniel Sukoco (bariton), Yurie Fachran (tenor), Taufiq Alkatiri (trumpet), Amoroso Romadian (trombone), Pardifa Efrido (bass), Wirastomo HW (gitar), Dharmo Soedirman (kibor), dan Rahmad Arifin (drum), Sentimental Moods mempersembahkan sebuah kreasi musikal lewat komposisi bervokal. Tentu dengan melibatkan tiga biduan yang tak hanya memiliki kualitas vokal kelas wahid, tapi juga dikenal di industri musik lokal. Sebut saja Bonita, seorang penyanyi yang dikenal memiliki range serta karakter vokal yang tak diragukan lagi. Tak heran para personel SM sudah menetapkan dia sebagai orang yang akan menyanyikan lagu yang saat itu sedang proses penciptaan. Gayung bersambut, tanpa banyak cingcong Bonita langsung mengiyakan permintaan SM padanya untuk...
Ajak FSTVLST, Jogja Hip Hop Foundation & Black Finit, Shaggydog Gelar Konser Amal Donggala – Palu

Ajak FSTVLST, Jogja Hip Hop Foundation & Black Finit, Shaggydog Gelar Konser Amal Donggala – Palu

Indonesia kembali berduka, setelah gempa di Lombok kali ini gempa kembali terjadi di Palu  pada 28 September 2018. Sementara tsunami yang dihasilkan dari gempa terakhir yang berkekuatan 7,4 Skala Richter terjadi di pantai Talise yang memiliki tinggi sekitar 3 meter. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional merilis data korban gempa dan tsunami Palu menjadi 1.558 orang yang berasal dari Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah. Selain korban meninggal, BNPB merinci jumlah korban hilang 113 jiwa, korban tertimbun 152 jiwa, korban luka-luka 2.549 jiwa, dan pengungsi 70.821 jiwa yang berada di 147 titik pengungusian. Hal ini tentunya menggerakkan hati para personel band Shaggydog yang pernah merasakan kehangatan dan ramah tamah warga Palu ketika mereka bermain di kota tersebut. Dengan segera dikonseplah sebuah konser mini dengan mengajak kolega band lainnya yaitu Black Finit, FSTVLST dan Jogja Hip Hop Foundation. Bertajuk Doggies Berbagi Untuk Donggala – Palu, acara ini akan digelar di Playon, Prawirotaman, Yogyakarta pada hari Rabu 10 Oktober 2018 mulai pukul 19.00 – 24.00 WIB. Dengan sistem donasi minimal Rp. 20.000, semua hasil penjualan tiket akan disalurkan untuk korban gempa Donggala – Palu. Di acara ini juga akan melakukan sesi lelang barang pribadi dari musisi/band yang bermain, serta merchandise memorabilia gig berupa t-shirt eksklusif dengan desain flyer acara yang dibuat oleh Farid Stevy Asta. Doggy House Records juga menjual rilisan yang hasilnya akan disumbangkan. Hasil penjualan tiket, lelang dan lapak rilisan seluruhnya akan digunakan untuk penanganan tanggap bencana melalui ARM (Association of Resiliency Movement) yang berkantor di Sayidan.   Selain itu Animal Friends Jogja membuka lapak dan donasi yang hasilnya akan disalurkan untuk operasi penanganan satwa yang terkena dampak bencana...
Doggies Berbagi Untuk Lombok, Shaggydog Gelar Mini Konser Penggalangan Dana Korban Gempa Lombok

Doggies Berbagi Untuk Lombok, Shaggydog Gelar Mini Konser Penggalangan Dana Korban Gempa Lombok

Bangsa Indonesia dikejutkan dengan gempa bumi di Lombok 5 Agustus 2018 lalu. Gempa berkekuatan 7.0 SR yang dirasakan di seluruh wilayah pulau Lombok, Bali dan Sumbawa ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan yang tidak sedikit. Sampai di bulan September pun gempa masih sering terjadi di area pulau Lombok. Dampaknya secara ekonomi tentunya sangat merugikan bagi warga pulau yang salah satu penghasilan terbesarnya berasal dari pariwisata ini. Berbondong bondong semua orang membantu dengan segala kemampuan yang ada untuk meringankan beban saudara kita di Lombok, termasuk juga para musisi. Banyak musisi dan band di berbagai daerah bersatu padu membuat acara amal yang hasilnya disumbangkan ke korban gempa. Termasuk diantaranya acara yang akan digelar oleh Shaggydog beserta keluarga besar-nya ini. Di sela jadwal tour yang padat, akhirnya diputuskan untuk membuat sebuah mini konser sekaligus penggalangan dana. Bertajuk Doggies Berbagi Untuk Lombok, event ini digelar di Playon, Prawirotaman, Yogyakarta pada hari Rabu 5 September 2018 mulai pukul 19.00 – 24.00 WIB. Mini konser ini digelar bersama rekan sejawatnya di DoggyHouse Records, Black Finit dan ditutup oleh unit karaoke, The Megahits Selection. Dengan sistem donasi minimal Rp. 15.000, semua hasil penjualan akan disalurkan untuk korban gempa Lombok. Acara yang dipandu MC Doni Salah Paham ini juga akan melakukan sesi lelang barang pribadi, vinyl serta maskot Shaggydog. Selain itu DoggyHouse Records dan Jogja Records Store Club membuka lapak rilisan musik dimana semua orang boleh menentukan harga untuk barang yang diinginkan. Hasil penjualan lelang dan lapak rilisan seluruhnya akan dimasukkan ke donasi. Dan donasi akan disalurkan kepada saudara kita di Lombok melalui ARM – Association of Resiliency Movement, sebuah perhimpunan tangguh bencana, dari Jogja untuk...
RILIS SINGLE “ROOTS”, DUBYOUTH KEMBALI KE AKAR MUSIK MEREKA

RILIS SINGLE “ROOTS”, DUBYOUTH KEMBALI KE AKAR MUSIK MEREKA

Dubyouth Soundsystem dikenal sebagai tandem yang sukses meracik elemen musik mulai Reggae, Jungle, House Music hingga Dub Music ke dalam atmosfir urban mereka. Proyek musik yang bermula dari kamar tidur ini pun baru saja merilis ulang album pertama mereka ke format digital yang bisa dibeli via toko musik digital semisal iTunes, Spotify dan lainnya. Tahun 2015 grup Elektronik dari Jogjakarta ini pernah merilis single duet dengan Masia One bertajuk “Bababoom” melalui DoggyHouse Records. Kolaborasi tersebut kemudian menjadi materi kontes remix “10 Milli Remix Contest” yang bertepatan dengan perayaan 10 tahun duo yang digawangi oleh PoppaTee a.k.a Heruwa “Shaggydog” dan Metz ini.   Walaupun jarang terdengar kegiatan manggung-nya tapi jangan salah, Dubyouth belum melemah. Tercatat mereka sempat melanglang buana ke Jepang dalam rangkaian Zushi Beach Film Festival di bulan Mei 2016. Dan sudah saatnya di 2018 ini mereka kembali ber-eksplorasi menerabas sisi pojok sebuah jenis musik demi menyajikan materi paling fresh. Setelah tertidur cukup lama, sepertinya 2018 adalah saat yang tepat untuk bangun dari tidur yang panjang. Sudah saatnya mereka kembali ke lantai dansa melalui dentuman single “Roots”. Layaknya datang dari langit seperti hujan api, rentetan “And tell the people in the town cmon wake them up” seolah ingin membangunkan semua orang sekaligus memberi kabar bahwa Dubyouth telah kembali. Komposisi terbaru ini mengajak penikmat musik dansa ke akar musik Elektronik ciri khas awal Dubyouth layaknya kalimat “bring back the fire to the dance again”. Tanpa peduli apa kata orang, tersemat lirik yang kembali menekankan bahwa mereka tetap nge-roots di “I’am strictly roots”. Tidak bisa dipungkiri bahwa irama ber-kelas “the royal sound of Ngayogjakarta” yang diproduseri oleh Heruwa ini bakal mengajak siapapun yang mendengarkannya untuk berdansa resah. Single “Roots” bisa dibeli melalui toko musik...
Ramaikan Ajang Prawirotaman Fest, Black Finit Gelar Street Concert

Ramaikan Ajang Prawirotaman Fest, Black Finit Gelar Street Concert

Seperti yang kita ketahui, Albert Gerson unFinit, atau dikenal dengan nama panggung Black Finit baru saja merilis sebuah single berjudul “Bukan Puisi” yang bisa dibaca disini. Lagu ini dirilis via digital pada tanggal 1 Juni 2018 bertepatan dengan ulang tahun ke 21 Shaggydog, sang empu DoggyHouse Records yang menaunginya. Lirik “Bukan Puisi” yang diciptakan oleh seniman fotografi kontemporer, Angki Purbandono, bercerita tentang seseorang yang mensyukuri kehidupan dengan segala keindahan alam semesta dan segala keberagaman manusianya. Sebagai manusia yang mempunyai banyak teman yang saling menghormati karena saling menjunjung tinggi toleransi walaupun mempunyai pandangan hidup yang berbeda. Agama, suku, ras bahkan pilihan politik yang berbeda seharusnya bukan menjadi sebuah halangan untuk tetap menjaga nyala api toleransi terhadap keberagaman di Indonesia saat ini. Adalah Prawirotaman, sebuah area internasional yang dipadati oleh para wisatawan dari segala pejuru dunia. Kampung turis di Yogyakarta ini adalah tempat yang pas sebagai representasi keinginan manusia untuk mencari teman baru dari segala macam agama, suku dan ras. Prawirotaman sendiri menyelenggarakan sebuah festival budaya yang diisi oleh warga serta paguyuban pengusaha di lingkungan tersebut. Perayaan yang dikenal sebagai Prawirotaman Fest ini menyuguhkan kirab budaya serta pertunjukkan yang diselenggarakan di jalanan Prawirotaman 1 dan 2. Untuk tahun 2018, festival ini akan digelar pada tanggal 21-22 Juli 2018 mulai pukul 1 siang – 12 malam. Black Finit selama ini dikenal sebagai salah satu musisi yang sering wara-wiri bermain di pub-pub se-antero Prawirotaman sehingga menjadi hal yang wajar bila konser-nya pun diselenggarakan bertepatan dengan Prawirotaman Fest. Bertajuk Black Finit – Street Concert, pertunjukan ini bertempat di halaman Playon dimana Black Finit akan menyajikan beberapa nomor hits termasuk single Bukan Puisi di hari...