RILIS “CAN WE TALK?”, RASVAN AOKI GANDENG KIKOO SAJIKAN NUANSA POETRY-DUB

RILIS “CAN WE TALK?”, RASVAN AOKI GANDENG KIKOO SAJIKAN NUANSA POETRY-DUB

Sebagian dari kita tentunya masih ingat dengan duo asal Surabaya, Rasvan Aoki, yang pada tahun 2018 lalu sempat mengharu biru blantika skena indie lokal dengan album Tyaga. Ke delapan lagu di album tersebut adalah buah totalitas Rasvan dan Aoki dalam menciptakan sebuah karya musik yang tulus. Tanggal 4 Desember 2020 nanti Rasvan Aoki  akan merilis single terbaru “Can We Talk?” mengandeng pendatang baru Kikoo  dan  Alfred The Alien yang mengisi bagian rap pada lagu ini, dan bisa dibilang lagu ini mengusung musik genre Dub Reggae/ Poetry-Dub, yaitu penggabungan syair/ puisi dengan musik dub Reggae yang identik dengan delay, reverb dan dub over dub. Bersama dengan Kikoo yang merupakan penyanyi/ penulis lagu pendatang baru wanita asal Sorowako (Sulawesi Selatan) ini membawakan lagu “Can We Talk?” yang ditulis olehnya. Lagu ini menggambarkan tentang situasi yang pernah ia alami, saat berada di situasi early 20’s dimana saat itu ia tengah berperang dengan batin yaitu antara childish side vs mature side dirinya. Kikoo mendedikasikan lagu “Can We Talk” untuk orang-orang terdekatnya, dan berharap agar siapapun dapat lebih aware terhadap persoalan mental health. “if you can’t be their home, at least be the rest area for them. Please learn how to genuinely care with someone and don’t fake it because they actually know when you fake it.” kata Kikoo. Menariknya, pertemuan dengan Kikoo di awal masa pandemi tergolong cepat dan tidak disangka. Kehadiran Kikoo berawal di awal tahun 2020, saat Vajra Aoki memutuskan untuk istirahat selama hamil dan Kikoo menggantikan Vajra untuk sementara. Setelah melahirkan, Vajra Aoki memutuskan untuk tidak melanjutkan perannya di Rasvan Aoki. Saat ini, Rasvan berperan sebagai Produser sedangkan Kikoo sendiri...
Banyak Permintaan, Shaggydog Sajikan Kembali Konser Ultah ke 23

Banyak Permintaan, Shaggydog Sajikan Kembali Konser Ultah ke 23

Bulan Juni lalu Shaggydog menggelar 23LOAD Concert untuk merayakan ulang tahun ke 23-nya. Konser daring yang dilaksanakan bekerjasama dengan perusahaan di bidang Teknologi Informasi, Citraweb dan Citranet, serta didukung oleh iLine dan panggungdigital.id ini terbilang sukses dari segi tehnis pelaksanaan. Sesi kolaborasi lintas benua dengan Dr. Ring Ding yang sedang berada di Jerman pun berjalan dengan mulus tanpa putus berkat koneksi internet broadband milik penyedia jaringan internet, CitraWeb. Beberapa media massa mengulas tentang bagusnya kualitas konser ini. Kompas di edisi hari Rabu, 1 Juli 2020, bahkan menulis tentang kualitas gambar dan suara konser ini sebagai “standar pertunjukan langsung via internet, yang belakangan sedang jadi tren.” Pertunjukan daring ini memang rencana-nya hanya ditayangkan sekali, tapi dengan diberlakukannya  kembali PSBB (yang mempengaruhi ekosistem konser musik) selain permintaan fans yang ingin menyaksikan kembali, selama fase kedua work from home, membuat opsi tayang ulang dimunculkan. “Di sosial media kami beberapa fans sering menanyakan, apa bisa konser-nya dibikin rerun karena mereka gak sempat nonton live pas itu, entah karena kerjaan atau lupa belum beli tiket, jadi ya sudah sekalian saja” ungkap Heruwa mengenai keputusan tayang ulang. Akhirnya disepakati tayang ulang konser 23LOAD Shaggydog akan diputar tanggal 3 Oktober 2020, jam 20.00 WIB. Calon penonton bisa membeli tiket rerun seharga Rp. 23.000 melalui www.doggyhouserecords.com mulai 24 September 2020, pukul 12.00 WIB. Tiket tersebut nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan voucher diskon 23% di toko merchandise Shaggydog, Doggy Shop. BELI TIKET DISINI Bakal ada yang berbeda dari tayang ulang ini, dimana para personil Shaggydog akan memandu pemutaran ulang konser dengan celotehan khas mereka. Selain itu akan ada sesi tambahan berupa live akustik beberapa lagu hits mereka, yang...
Shaggydog Usung Konser Ulang Tahun Secara Daring

Shaggydog Usung Konser Ulang Tahun Secara Daring

Shaggydog baru saja ber-usia ke 23 tanggal 1 Juni lalu. Menginjakkan kaki di umur ke 23 itu layaknya seorang remaja yang mulai beranjak dewasa. Tentunya dengan masih menyisakan bayang – bayang sifat bergajulan mereka walaupun kini sudah bisa diarahkan ke haluan yang tepat, semoga. Biasanya pesta ulang tahun, apalagi di umur ke 23, identik dengan hingar bingar pesta bersama rekan sejawat. Apalagi ini band yang identik dengan irama yang cocok untuk berdansa bersama. Tapi tentu saja kedewasaan mereka menghadapi masalah pandemi ini membuatnya memutar otak untuk membuat sebuah perayaan yang sesuai (baca: mengindahkan protokol physical distancing). Dipilihlah konsep konser live secara online. Ide dasar pementasan daring yang diberi judul 23LOAD Concert ini berasal dari angka ulang tahun 23 dan tema reload (memuat ulang). Draf ini bermula dari situasi pandemi yang sudah berlangsung beberapa bulan dimana banyak menguras energi dan kini sudah saatnya untuk bangkit serta memuat ulang energi untuk kembali bekerja menyambung hidup, tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku di era new normal ini. Bekerjasama dengan perusahaan di bidang Teknologi Informasi, Citraweb dan Citranet, kugiran Ska ini akan merealisasikan sebuah pergelaran daring secara live. Konser ini berusaha mengemas sebuah pementasan musik intim nan hangat dimana penonton disuguhkan tayangan layaknya berada di dalam satu ruangan bersama player, berdesakan secara virtual dengan gig goers lainnya seperti sebuah gig normal. Disediakan juga ruang interaksi online untuk saling bercengkerama diantara penonton juga dengan player disaat pergantian sesi tontonan. Di babak lain ada talk show bersama beberapa individu yang sempat berkelindan dengan kegiatan Shaggydog selama 23 tahun ke belakang mulai dari mantan manajer sampai ke mereka yang pernah bekerjasama. Shaggydog akan membawakan...
Live Concert Supermusic Sound of Crew Coba Siasati Kondisi Finansial Para Kru

Live Concert Supermusic Sound of Crew Coba Siasati Kondisi Finansial Para Kru

Pandemi membuat hampir semua lini kehidupan terkena imbas-nya termasuk juga industri musik. Tidak hanya musisi dan band, ekosistem dibalik panggung yang terlibat disitu pun ikut terpukul misalnya vendor, venue dan crew band. Sebelumnya Shaggydog telah menginisiasi Doggies Berbagi: Peduli Tenaga Medis yang melelang barang milik pribadi kemudian hasilnya digunakan untuk produksi face shield. Face shield sebanyak total 710 buah ini kemudian didistribusikan ke para tenaga medis melalui bantuan tim Jogja Lawan Corona x Mama Jahit.id serta tim Kontrakan Asmara ke beberapa rumah sakit dan puskesmas di Yogyakarta.  Crew dan tim produksi band yang terkena efek domino pandemi pun mendapat perhatian dari Shaggydog. Dibuatlah sebuah program acara yang hasil penjualan tiketnya akan dibagikan kepada mereka. Program bertajuk Supermusic Sound of Crew – Shaggydog Jamming With The Crew ini pada intinya merekam kegiatan bermusik crew Shaggydog bersama player (dengan tetap menggunakan protokol physical distancing) dilanjut dengan interview. Supermusic, Shaggydog bersama HOOKSpace dan Loket.Com sebagai partner penyelenggara mencoba menyajikan perspektif lain kepada publik mengenai kondisi ekosistem industri musik Indonesia saat ini dari kacamata para pelaku dibalik panggung. Program ini mencoba memberikan alternatif untuk menyiasati kondisi finansial industri musik di tengah kondisi pandemi salah satunya dengan membuat live concert jamming crew dan player Shaggydog. Calon penonton membeli tiket seharga Rp. 20.000 dan Rp. 50.000 melalui Loket.com atau GoTix untuk kemudian diberikan link streaming konser. Hasil penjualan tiket ini kemudian didonasikan kepada para crew dan tim produksi band di Jogja yang terkena dampak pandemi. Supermusic Sound of Crew – Shaggydog Jamming With The Crew sendiri akan ditayangkan pada tanggal 15 Mei 2020 pukul 20.00 – 22.00...
Berduet Dengan Istri, Heruwa Dendangkan Pengharapan

Berduet Dengan Istri, Heruwa Dendangkan Pengharapan

Musisi kembali harus memutar otak untuk beradaptasi dengan keadaan yang memaksa mereka berada di rumah saja. Tapi berada di rumah bukan berarti membuat para musisi berhenti berkarya, salah satu yang tetap produktif adalah Heruwa. “Melaksanakan tugasku sebagai seorang musisi yang sudah  berkeluarga, apalagi yang bisa kulakukan selain membantu bersih – bersih rumah dan meringankan beban pekerjaan rumah tangga? Ya, tentu saja, menulis lagu, merekam dan merilisnya. Dari rumah” jelas Heruwa mengenai produktifitas karyanya. Energi yang berlebih itu disalurkan juga untuk mengaransemen lagu yang dikerjakannya secara solo. Hasilnya adalah dua buah lagu: Party Sendiri dan Dendang Harapan. Party Sendiri yang sudah rilis digital stores 4 Mei lalu sempat dibuatkan sebuah kontes video aktifitas di rumah via Instagram bertagar #PartySendiriChallenge. Video klip-nya kemudian diproses oleh Willy dari Lokacinema yang berisi kompilasi aktifitas sehari-hari followers Instagram @heruwa. Vokalis yang baru saja merayakan ulang tahun ke 40 ini juga berhasil menulis sebuah lagu di hari spesial-nya, Dendang Harapan. Komposisi rancak bernafaskan Reggae dan dengan sedikit sentuhan gregorian di tengah lagu ini berisikan serangkaian  lirik pengharapan yang mendoakan supaya terang segera menyeruak dari balik gelap yang selama ini menyelimuti. Lirik “dari kegelapan akan muncul terang, bersiap-siaplah untuk dunia baru” makin menandakan harapan tersebut. Rencananya, lagu ini akan digunakan untuk gerakan donasi, bagi kawan-kawan crew band yang penghasilannya terdampak COVID-19 Proses mixing dan mastering lagu Dendang Harapan yang ditangani oleh Ferry Kurniawan ini pun cukup tak lazim, yaitu dilakukan secara real-time, dengan merelay apa yang sedang dikerjakan Ferry di studio-nya, ke studio Heruwa via internet, dalam format audio Aura lagu ini terasa makin hangat dengan bagian vokal latar yang dinyanyikan oleh sang istri, Anis Nasution....
Kaleidoskop DoggyHouse Records 2019

Kaleidoskop DoggyHouse Records 2019

Lima tahun sudah DoggyHouse Records berdiri sebagai salah satu unit produksi milik Shaggydog. Selama tahun 2019 DHR telah merilis 4 single, yaitu: KingMasMus x Magix Riddim – Mangga, Shaggydog – Jangan Gontok-Gontokan, Keynie – Little Liar Man dan Dubyouth – Stomp. Dua album penuh dari Black Finit – Digiyo Digiye dan 8 Creative pun dirilis oleh label ini selain membantu perilisan ulang album Sangkakala – Heavymetalithicum. Tidak hanya rilisan, tercatat label ini juga menggelar beberapa kegiatan yang menunjang perilisan artis mereka ambil contoh misalnya screening video musik Black Finit dan KingMasmus x Magix Riddim serta event tahunan Records Store Day dan Cassette Store Day chapter Yogyakarta. Belum lagi geliat DoggyHouse Records Artist Management (DRAM) yang mengurusi jadwal manggung 2 artisnya: Dubyouth dan Black Finit. Untuk memenuhi permintaan beberapa band yang ingin melakukan proses mixin dan mastering, DoggyHouse Studio pun dibuka untuk umum mulai Juli. Terdapat 3 paket mixing mastering yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki. Tahun 2019 banyak membawa kesan pembaruan di tubuh DoggyHouse Records. Mulai dari beberapa volunteer muda di bidang desain, video dan fotografi panggung yang bergabung membuat unit ini menyuntikan kesegaran baru ke tubuh Shaggydog. Semoga di tahun 2020 nanti lebih banyak lagi inovasi dan pembaharuan yang membawa kemajuan bagi semuanya. Berikut ini kaleidoskop tahun 2019 dari DoggyHouse Records: Januari DoggyHouse Records memulai tahun 2019 dengan single Mangga dari kolaborasi duo musisi Dub, KingMasMus x Magix Riddim, yang diedarkan melalui kanal musik digital mulai tanggal 31 Januari Februari Menyambut hari kasih sayang, DoggyHouse Records bersama Doggy Shop menggelar sale Couple Package berupa promo beli 2 kaos dengan desain yang sama hanya seharga 200k...