Shaggydog Ajak NDX A.K.A Rekam Single Dangdut

Shaggydog Ajak NDX A.K.A Rekam Single Dangdut

Kita semua tahu bahwa musik Dangdut sudah bukan lagi eksklusive milik kalangan bawah. Irama Dangdut kini sudah merambah ke pesta raya kalangan atas bahkan tayangan di TV nasional. Tua-muda, kaya-miskin, lelaki-perempuan kini tidak malu lagi untuk bergoyang Dangdut. Bisa jadi kini Dangdut merupakan musik universal yang menyatukan semua kalangan.   Tidak salah rasanya jika Shaggydog juga menciptakan sebuah lagu berirama Dangdut yang menjadi sebuah bonus rahasia di album Putra Nusantara. Ya, jika kita bersabar mendengarkan CD album Putra Nusantara sampai detik terakhir maka niscaya kita akan menemukan sebuah lagu tambahan di track ke 12 yang bernuansa Dangdut.   Berjudul Ambilkan Gelas, lagu ini menggambarkan bahwa Shaggydog pun dekat dengan semua kalangan. Langkah yang tepat rasanya ketika unit Ska kugiran tanah air ini mengajak sebuah grup baru untuk berkolaborasi membawakan ulang lagu ini. Dan dipilihlah NDX A.K.A, dua pemuda asal Imogiri, Bantul, Yogyakarta sebagai tandem mereka.   Adalah Nanda alias Yonanda Frisna Damara dan Fajar Ari atau dikenal sebagai PJR, duo pinggiran kota yang sukses memadukan genre musik Hip Hop dengan Dangdut serta dibalut lirik patah hati ini. Berbekal single laris semacam Tertimbun Masa Lalu, Sayang, Kelingan Mantan, Bojoku Ketikung serta Tewas, mereka sudah malang melintang di panggung musik.   Setelah sebelumnya berkolaborasi live di panggung Mocosik Festival 2017, akhirnya kedua band sepakat untuk mengabadikan momen ini dalam bentuk rekaman bersama. Single kolaborasi Shaggydog dengan NDX A.K.A ini resmi dirilis secara digital download mulai tanggal 21 September 2017, melalui:...
Peringati Hari Pahlawan, Shaggydog Rilis Putra Nusantara Dalam Bentuk CD

Peringati Hari Pahlawan, Shaggydog Rilis Putra Nusantara Dalam Bentuk CD

Setelah merilis album Putra Nusantara format digital (iTunes dan Spotify) pada 17 Agustus 2016 lalu dengan single andalan yang berjudul sama, Shaggydog seakan memberikan kejutan kepada semua orang. Bagaimana tidak, band yang identik dengan kemeriahan pesta di lantai dansa ini tepat pada hari kemerdekaan RI dengan berani merilis single ‘Putra Nusantara’ yang bercerita tentang keadaan anak negeri sekaligus mengkritisi pihak otoritas. Enam tahun tanpa album dan kemudian mereka muncul dengan image yang berbeda dengan apa yang selama ini dikenal oleh khalayak luas. Ini semacam pembuktian bahwa band ini tidak menutup mata melihat keadaan di sekelilingnya. Dan tepat di hari Pahlawan tanggal 10 November 2016, Shaggydog kembali meluncurkan album Putra Nusantara dalam bentuk CD audio. Diikuti dengan pemutaran serentak single selanjutnya yang berjudul ‘Rock Da Mic’, siap mengudara di lantai dansa melalui stasiun radio kesayangan mulai 12 November 2016. Putra Nusantara merekam keberanian Shaggydog untuk melakukan lebih banyak pendekatan baru yang membawa mereka kepada kemungkinan yang lebih luas dalam mengeksplorasi dasar musik Ska. Kolaborasi bersama musisi kugiran semacam Sudjiwo Tedjo dan Iwa K semakin menambah warna musik yang ada. Kembalinya Danar “Souljah” Pramesti sebagai  tandem Heruwa di departemen lirik mampu membangkitkan kembali aura band ini. Di lain pihak, proses mixing dan mastering yang dikerjakan oleh Andy Walter (U2, Coldplay, Radiohead, The Cure) di Abbey Road Studio, London, membuat tone lagu di album ini semakin enak didengar. Sementara itu kolaborasi dengan seniman kontemporer Agan Harahap memastikan bahwa sisi artwork pada album ini patut untuk diapresiasi secara lebih. Jangan lupa untuk menyimak keseluruhan lagu di album ini sampai tuntas karena Shaggydog telah menyiapkan sebuah kejutan yang menarik bagi para pendengar setia-nya. CD...
Libertaria – Kewer-Kewer

Libertaria – Kewer-Kewer

LIBERTARIA – KEWER – KEWER (Nominee AMI Awards 2016 Kategori Album Dangdut/Dangdut Kontemporer) Tersedia dalam format kaset + handuk seharga 100K dan bisa dipesan melalui Doggy Shop...
Peringati Hari Kemerdekaan, Shaggydog Rilis Putra Nusantara Dalam Format Digital

Peringati Hari Kemerdekaan, Shaggydog Rilis Putra Nusantara Dalam Format Digital

Setelah bergelut selama hampir 3 tahun, akhirnya Shaggydog kembali dengan album baru bertajuk Putra Nusantara. Suatu perjuangan yang panjang dan lama untuk mewujudkan album ke enam ini, mulai dari mendirikan DoggyHouse Records sampai mengurusi tetek bengek keperluan rekaman dan promosi. Ya, ke enam musisi asal Sayidan ini memilih untuk kembali mandiri. Akan ada 12 lagu yang dirilis format digital tepat pada hari kemerdekaan Indonesia. Sebagian mungkin terdengar familiar karena sudah dirilis sebelumnya dalam beberapa single terpisah maupun kompilasi semisal Putra Nusantara, Bolamania atau Kamu Di Hatiku. Akan tetapi keseluruhan materi tersebut direkam kembali di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja oleh sound engineer ternama Jogjakarta, Eko “Pak Ting” Supriyanto, serta dimastering di Abbey Road Studio, London, oleh Andy Walter. Tampak sisi musikalitas Shaggydog yang mereka sebut “Doggy Stylee” terdengar berkembang lebih luas di album terbaru ini. Ke enam bartender ini berani meracik genre musik lain ke dalam adukan khas Ska dan Reggae mereka. Mulai dari Rap, Jazz, Dub, Elektronika sampai Suluk (tembang berbahasa Jawa) terdengar berpadu-padan dengan mesra. Beberapa musisi lain turut membantu proses perkembangan sisi musikalitas di album ini. Semisal Iwa K yang nge-Rap di lagu Putra Nusantara serta Sujiwo Tejo dengan permainan saksofon dan menembangkan Suluk untuk Pion. Ada juga Riri “Everyday” yang menyumbangkan vokal latar-nya yang nge-Jazz pada Kamu Di Hatiku juga Danar “Souljah” sebagai vokalis tamu pada beberapa lagu. Terdengar pula tehnik scratch dari DJ Kateratchy di Bianglala serta alunan harmonika musisi dari Jepang, Tony The Weed, pada Kere Hore. Tidak hanya melibatkan seniman musik, Shaggydog juga melibatkan seniman bidang lain untuk album ini. Adalah Agan Harahap yang selama ini dianggap sebagai maestro seni Photoshop di Indonesia...
Peringati Hari Anak Nasional Kolaborasi Heruwa & Jerinx, Samiya, Dilepas Ke Media Radio

Peringati Hari Anak Nasional Kolaborasi Heruwa & Jerinx, Samiya, Dilepas Ke Media Radio

Berawal dari kegelisahan dua teman semenjak kecil, Heruwa (Shaggydog) dan Jerinx (Superman Is Dead) akan keadaan alam di Indonesia saat itu kemudian memunculkan ide untuk membuat sebuah kolaborasi musikal.  Setelah merilis sebuah single kolaborasi bertajuk Samiya dalam format digital download (10 Desember 2015) dan kaset (9 Maret 2016), kedua pentolan band berbahaya Indonesia ini kemudian sepakat untuk melepasnya secara lebih luas melalui media radio mulai tanggal 23 Juli 2016. Tanggal 23 Juli sendiri ditetapkan pemerintah sebagai peringatan hari anak nasional. Kedua musisi ini berharap bahwa single Samiya menjadi penanda supaya kita bisa menjaga alam yang nantinya  akan menjadi sebuah hadiah untuk generasi anak cucu Indonesia selanjutnya sehingga mereka masih bisa menikmatinya. Lagu instrumentalia yang dikerjakan di Seminyak Pro Studio, Bali oleh Agus Bim dan Cipta Gunawan ini dikemas dalam sebuah perpaduan gaya musik modern dan tradisional.  Single yang yang di mixing dan mastering oleh Egha dan Donney di Wai – Wai Studio serta di Rockstar Studio ini ternyata sukses mengawinkan genre Electronic dengan Gamelan. Kesuksesan tersebut terlihat dari antusias para penikmat musik yang kemudian membeli single eksklusif ini baik melalui digital store atau versi fisiknya. DoggyHouse Records sebagai label yang menaungi kerjasama kedua musisi ini pun berharap kolaborasi mereka tidak hanya berhenti pada single ini saja. Sementara itu sebuah film dokumenter yang memuat behind the scene pembuatan single ini dibuat oleh Lana Pranaya dan sudah bisa dinikmati DISINI Paket bokset yang berisi t-shirt warna putih dengan artwork kover buatan Sono “Cap Bagong Tattoo” (ukuran L dan XL), kaset dan cdr single yang dimasukkan dalam wadah aluminium bekas dengan artwork etsa masih tersedia. Paket tersebut dijual seharga Rp. 300.000 dan...
Rilisan Baru Libertaria Album “Kewer-Kewer” Post Dangdut Electronika

Rilisan Baru Libertaria Album “Kewer-Kewer” Post Dangdut Electronika

  JAKARTA, Rabu 18 Mei 2016 – Setelah sukses dengan single “Ora Minggir Tabrak” yang menjadi soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta 2, Libertaria, duo elektronika asal Yogyakarta yang baru berdiri Oktober 2015 lalu, akan merilis album dengan nuansa dangdut modern yang unik. Marzuki Mohamad a.k.a Kill the DJ bersama Balance menyebut album ini sebagai post dangdut elektronika. Judul albumnya sendiri mengambil satu lagu yang direncanakan menjadi hit single, yaitu Kewer-Kewer. Ketika ditanya artinya Kewer-Kewer, Libertaria menolak memberi deskripsi yang presisi, terserah publik mau mengartikan Kewer-Kewer sebagai apa.   Dangdut menjadi pilihan karena Libertaria ingin berkomunikasi dengan lapisan masyarakat paling bawah melalui lagu. Cara komunikasi yang paling baik adalah menggunakan bahasa yang dipahami. Apapun tema yang ingin dibicarakan, Kill the DJ yang sering menulis lirik hanya beberapa saat menjelang rekaman itu mengaku harus menyederhanakan kata-kata agar mudah dipahami. Lagu dangdut dengan tema sosial memang jarang, apalagi dengan sentuhan elektronika gaya Libertaria.   Pada album Kewer-Kewer ini, Kill the DJ dan Balance bekerja layaknya produser. Libertaria hanya memproduseri musik yang dipresentasikan oleh penyanyi lain. Maka munculah nama-nama kolaborator seperti: Glenn Fredly, Heruwa (Shaggydog), Farid Stevy (FSTVLST), Riris Arista (penyanyi orgen tunggal asli), hingga teman-teman gitaran dan nongkrong.   Album Kewer-Kewer rencananya akan dirilis pada 18 Mei 2016 melalui press conference di Rolling Stone Cafe Jakarta, dengan ditandai rilisan video di Youtube untuk hit single Kewer-Kewer. Bekerjasama dengan SuperMusic.ID, Libertaria akan merilis album ini secara gratis atau digital free download melalui website libertaria.id. Sementara untuk distribusi digital dan album fisik berbayar, Libertaria kembali bekerjasama dengan Doggyhouse Records.   Libertaria menyikapi album ini sebagai sensasi ekspresi dan eksperimen bermusik, bukan berarti kemudian...