Libertaria – Kewer-Kewer

LIBERTARIA – KEWER – KEWER (Nominee AMI Awards 2016 Kategori Album Dangdut/Dangdut Kontemporer) Tersedia dalam format kaset + handuk seharga 100K dan bisa dipesan melalui Doggy Shop... read more

Peringati Hari Kemerdekaan, Shaggydog Rilis Putra Nusantara Dalam Format Digital

Setelah bergelut selama hampir 3 tahun, akhirnya Shaggydog kembali dengan album baru bertajuk Putra Nusantara. Suatu perjuangan yang panjang dan lama untuk mewujudkan album ke enam ini, mulai dari mendirikan DoggyHouse Records sampai mengurusi tetek bengek keperluan rekaman dan promosi. Ya, ke enam musisi asal Sayidan ini memilih untuk kembali mandiri. Akan ada 12 lagu yang dirilis format digital tepat pada hari kemerdekaan Indonesia. Sebagian mungkin terdengar familiar karena sudah dirilis sebelumnya dalam beberapa single terpisah maupun kompilasi semisal Putra Nusantara, Bolamania atau Kamu Di Hatiku. Akan tetapi keseluruhan materi tersebut direkam kembali di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja oleh sound engineer ternama Jogjakarta, Eko “Pak Ting” Supriyanto, serta dimastering di Abbey Road Studio, London, oleh Andy Walter. Tampak sisi musikalitas Shaggydog yang mereka sebut “Doggy Stylee” terdengar berkembang lebih luas di album terbaru ini. Ke enam bartender ini berani meracik genre musik lain ke dalam adukan khas Ska dan Reggae mereka. Mulai dari Rap, Jazz, Dub, Elektronika sampai Suluk (tembang berbahasa Jawa) terdengar berpadu-padan dengan mesra. Beberapa musisi lain turut membantu proses perkembangan sisi musikalitas di album ini. Semisal Iwa K yang nge-Rap di lagu Putra Nusantara serta Sujiwo Tejo dengan permainan saksofon dan menembangkan Suluk untuk Pion. Ada juga Riri “Everyday” yang menyumbangkan vokal latar-nya yang nge-Jazz pada Kamu Di Hatiku juga Danar “Souljah” sebagai vokalis tamu pada beberapa lagu. Terdengar pula tehnik scratch dari DJ Kateratchy di Bianglala serta alunan harmonika musisi dari Jepang, Tony The Weed, pada Kere Hore. Tidak hanya melibatkan seniman musik, Shaggydog juga melibatkan seniman bidang lain untuk album ini. Adalah Agan Harahap yang selama ini dianggap sebagai maestro seni Photoshop di Indonesia... read more

Menjelang Album Baru, Shaggydog Rilis Serial Video Behind The Screen Pembuatan Album

Setelah melakukan lawatan singkat ke negri Paman Sam melalui festival South By Southwest (SXSW) 2016 di Austin, Texas, tampaknya energi yang dibawa oleh Shaggydog masih tersisa untuk merampungkan hutang sebuah album baru. Ya, praktis setelah album Bersinar pada tahun 2009, ke enam musisi yang berasal dari kampung pinggir sungai di Yogyakarta, Sayidan, ini lebih terlihat sibuk dari satu panggung hiburan ke panggung hiburan yang lain. Sampai akhirnya Shaggydog memutuskan untuk mendirikan sebuah label rekaman, DoggyHouse Records, yang diproyeksikan sebagai rumah baru bagi album terbaru mereka yang ke enam nanti. Dan hari yang sangat dinanti oleh para Doggies tersebut akan segera tiba. Selama hampir tiga tahun belakangan, Shaggydog menyempatkan diri untuk mencuri waktu dengan merekam beberapa lagu baru mereka di studio Doggy House. Bahkan demi kelancaran proses kreatif dalam rekaman ini, ke enam personil Shaggydog rela untuk dikarantina di sebuah villa di Kaliurang. Tercatat beberapa anggota band lain semisal Riri “Everyday”, Danar “Souljah” dan juga musisi kawakan seperti Iwa K dan Sudjiwo Tedjo terlibat dalam proses rekaman album baru ini. Beberapa lagu baru tersebut juga sempat dirilis sebagai single lepas maupun ikut masuk dalam kompilasi semisal di v/a Doggy Barks! #1 CD rilisan DoggyHouse Records. Semua keriaan dan segala momen suka duka dalam proses rekaman album baru ini tak pernah luput untuk didokumentasikan. Dan menjelang hari peluncuran album baru-nya, Shaggydog akan menayangkan serial video behind the scene pembuatan album tersebut. Serial video berjumlah 6 episode yang proses editing-nya dikerjakan oleh Hanes dari kolektif Lepaskendali dan Heruwa ini akan mulai tayang tanggal 1 Agustus 2016 melalui akun YouTube Shaggydog... read more

Peringati Hari Anak Nasional Kolaborasi Heruwa & Jerinx, Samiya, Dilepas Ke Media Radio

Berawal dari kegelisahan dua teman semenjak kecil, Heruwa (Shaggydog) dan Jerinx (Superman Is Dead) akan keadaan alam di Indonesia saat itu kemudian memunculkan ide untuk membuat sebuah kolaborasi musikal.  Setelah merilis sebuah single kolaborasi bertajuk Samiya dalam format digital download (10 Desember 2015) dan kaset (9 Maret 2016), kedua pentolan band berbahaya Indonesia ini kemudian sepakat untuk melepasnya secara lebih luas melalui media radio mulai tanggal 23 Juli 2016. Tanggal 23 Juli sendiri ditetapkan pemerintah sebagai peringatan hari anak nasional. Kedua musisi ini berharap bahwa single Samiya menjadi penanda supaya kita bisa menjaga alam yang nantinya  akan menjadi sebuah hadiah untuk generasi anak cucu Indonesia selanjutnya sehingga mereka masih bisa menikmatinya. Lagu instrumentalia yang dikerjakan di Seminyak Pro Studio, Bali oleh Agus Bim dan Cipta Gunawan ini dikemas dalam sebuah perpaduan gaya musik modern dan tradisional.  Single yang yang di mixing dan mastering oleh Egha dan Donney di Wai – Wai Studio serta di Rockstar Studio ini ternyata sukses mengawinkan genre Electronic dengan Gamelan. Kesuksesan tersebut terlihat dari antusias para penikmat musik yang kemudian membeli single eksklusif ini baik melalui digital store atau versi fisiknya. DoggyHouse Records sebagai label yang menaungi kerjasama kedua musisi ini pun berharap kolaborasi mereka tidak hanya berhenti pada single ini saja. Sementara itu sebuah film dokumenter yang memuat behind the scene pembuatan single ini dibuat oleh Lana Pranaya dan sudah bisa dinikmati DISINI Paket bokset yang berisi t-shirt warna putih dengan artwork kover buatan Sono “Cap Bagong Tattoo” (ukuran L dan XL), kaset dan cdr single yang dimasukkan dalam wadah aluminium bekas dengan artwork etsa masih tersedia. Paket tersebut dijual seharga Rp. 300.000 dan... read more

Ayo Tonton Film Dokumenter Perjalanan Shaggydog ke Amerika!

Di bulan Ramadhan ini sejenak kami ingin sekali lagi bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua dukungan yang ditujukan untuk kesuksesan tour Shaggydog Goes SXSW 2016 bulan Maret lalu. Tembusnya Shaggydog ke dalam salah satu pagelaran hiburan dan tehnologi paling wahid di Amerika bahkan dunia ini, yang dibuka oleh Barack Obama beserta istri, tentunya tidak lepas dari dukungan kita semua. Ya, Shaggydog telah sukses mengajarkan publik Amerika untuk berdansa dan mengangkat gelas mereka. Dua kali jadwal main mereka libas dengan gemilang, pertama pada 17 Maret di Flamingo Cantina dan sebuah show penutup yang meriah pada 19 Maret di Russian House. Berangkat tanpa crew dengan hanya mengajak sound engineer (Pak Ting) serta videographer merangkap photographer (Boris dari Malaria House), ke enam pemuda asal Sayidan ini nekat menelusuri salah satu pusat dunia hiburan dunia. Tak pelak mereka kembali mencicipi nostalgia saat awal mereka ngeband seperti memotong flyer jadwal show, kemudian menempelkan atau membagikannya sendiri ke orang di jalanan. Berada di sebuah arena musik dunia membuat mereka tidak mau ketinggalan untuk membuat video klip. Kali ini “Rock Da Mic” salah satu lagu gacoan dari album terbaru yang masih dalam proses mixing mastering pun didapuk sebagai lagu yang di-video-kan oleh Malaria House di jalanan kota Houston. Para personel Shaggydog pun tidak ingin ketinggalan momen berharga ini untuk berdiskusi dengan produser musik kelas dunia (semisal Baauer, produser “Harlem Shake”), atau berbincang dengan tim produksi film “City Of God”, bahkan makan malam bersama Konjen KJRI Houston, Bapak Henk Saroinsong serta Bapak Boni dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga tidak lupa melakukan ritual crate digging di salah satu records... read more

SXSW 2016 Journey by Heruwa

  “…See Where Your Music Takes You…” (Lihatlah kemana musikmu membawamu pergi). Tulisan di dinding YouTube Music Lounge di area SXSW itu selalu tertanam di benak saya, dan memori pun seperti mundur ke belakang, mengingat 19 tahun perjalanan Shaggydog …   Tapi, sebelum lebih jauh saya ngelantur, mari kita mundur ke bulan Desember 2015 …     Pertengahan Desember 2015, malam itu, sebuah berita yang menggembirakan, sekaligus mendebarkan hati kami, datang dari Monique, perwakilan dari Doggyhouse International. Yang mengabarkan bahwa kami diundang untuk main di Amerika Serikat, lebih dari itu, kami akan main di salah satu festival akbar dunia ; South By Southwest (SXSW).   Perasaan saya campur aduk, mengingat reputasi festival Musik, Film dan Interaktif yang diadakan di Austin, Texas setiap tahunnya ini. Banyak nama besar lahir dari festival yang dimulai sejak tahun 1987 ini. Mulai dari Metallica, Snoop Dogg, Johnny Cash, sampai Katy Perry, pernah menjajal panggung SXSW. Dimana di tahun 2016 ini, festival tersebut dibuka dengan kehadiran Barrack Obama sebagai salah satu pembicara, disusul Michelle Obama di hari berikutnya.   Singkat cerita, semenjak menerima undangan itu, seperti yang sudah-sudah, kami mulai bergegas mengumpulkan dokumen-dokumen untuk visa Amerika, yang kabarnya cukup ketat persyaratannya. Untungnya, kami diperkuat surat-surat rekomendasi yang bisa dibilang cukup ‘berlapis’, mulai dari festival SXSW sendiri, dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Houston, dan Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Austin. Ya, proses visa ini, semakin menambah volume ketegangan kami. Belum lagi kami harus memikirkan konsep untuk konser disana, berhubungan siang-malam dengan berbagai pihak dan birokrasi, dan tentu saja mengurus kehidupan pribadi kami bersama keluarga. Tiada hari tanpa meeting!   Dan semua jerih payah itu... read more

Rilisan Baru Libertaria Album “Kewer-Kewer” Post Dangdut Electronika

  JAKARTA, Rabu 18 Mei 2016 – Setelah sukses dengan single “Ora Minggir Tabrak” yang menjadi soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta 2, Libertaria, duo elektronika asal Yogyakarta yang baru berdiri Oktober 2015 lalu, akan merilis album dengan nuansa dangdut modern yang unik. Marzuki Mohamad a.k.a Kill the DJ bersama Balance menyebut album ini sebagai post dangdut elektronika. Judul albumnya sendiri mengambil satu lagu yang direncanakan menjadi hit single, yaitu Kewer-Kewer. Ketika ditanya artinya Kewer-Kewer, Libertaria menolak memberi deskripsi yang presisi, terserah publik mau mengartikan Kewer-Kewer sebagai apa.   Dangdut menjadi pilihan karena Libertaria ingin berkomunikasi dengan lapisan masyarakat paling bawah melalui lagu. Cara komunikasi yang paling baik adalah menggunakan bahasa yang dipahami. Apapun tema yang ingin dibicarakan, Kill the DJ yang sering menulis lirik hanya beberapa saat menjelang rekaman itu mengaku harus menyederhanakan kata-kata agar mudah dipahami. Lagu dangdut dengan tema sosial memang jarang, apalagi dengan sentuhan elektronika gaya Libertaria.   Pada album Kewer-Kewer ini, Kill the DJ dan Balance bekerja layaknya produser. Libertaria hanya memproduseri musik yang dipresentasikan oleh penyanyi lain. Maka munculah nama-nama kolaborator seperti: Glenn Fredly, Heruwa (Shaggydog), Farid Stevy (FSTVLST), Riris Arista (penyanyi orgen tunggal asli), hingga teman-teman gitaran dan nongkrong.   Album Kewer-Kewer rencananya akan dirilis pada 18 Mei 2016 melalui press conference di Rolling Stone Cafe Jakarta, dengan ditandai rilisan video di Youtube untuk hit single Kewer-Kewer. Bekerjasama dengan SuperMusic.ID, Libertaria akan merilis album ini secara gratis atau digital free download melalui website libertaria.id. Sementara untuk distribusi digital dan album fisik berbayar, Libertaria kembali bekerjasama dengan Doggyhouse Records.   Libertaria menyikapi album ini sebagai sensasi ekspresi dan eksperimen bermusik, bukan berarti kemudian... read more

Lima Seniman Jogja Beraksi Di Indonesian Day Pada Zushi Beach Film Festival Jepang

Musim panas di Tokyo bisa menjadi hal yang sangat mengganggu. Hal tersebut yang membuat para penghuni kota metropolitan Jepang ini mencoba melarikan diri ke pantai, dan pantai Zushi di Kanagawa menjadi salah satu tempat pelarian musim panas paling populer. Sayangnya pantai ini melarang pemutaran musik keras, tattoo dan barbecue, tapi diantara semua larangan tadi terselip sebuah event yang harus dihadiri terutama pada saat Golden Week, The Zushi Beach Film Festival (ZBFF). ZBFF adalah sebuah festival film tahunan yang diorganisir oleh Cinema Caravan, sebuah kolektif seniman Jepang yang mempergunakan video/film sebagai media. Dengan konsep Play With The Earth, kolektif ini sering mengadakan pemutaran film secara interaktif melalui format bioskop keliling dengan tempat yang dekat dengan alam semisal di atas bukit atau tepi pantai yang sepi. ZBFF tahun ini adalah yang ke tujuh kalinya digelar, dan kali ini akan berlangsung mulai 28 April sampai 8 Mei 2016. ZBFF sendiri secara ironis menawarkan semua hal yang dilarang di pantai tersebut mulai dari pemutaran bermacam jenis film, pertunjukkan musik keras, tattoo serta pesta makanan tradisional setiap harinya. Selain itu, festival ini juga menyajikan pergelaran seni, budaya serta olahraga ekstrem dari berbagai negara yang ditunjuk sebagai tema harian, termasuk Indonesian Day. Untuk informasi lain mengenai ZBFF, silahkan cek: www.zushifilm.com Pada ZBFF 2016 kali ini, Cinema Caravan mengundang lima seniman Indonesia untuk mengkurasi Indonesian Day yang tidak hanya menyajikan unsur film dan seni rupa tetapi juga musik, makanan serta budaya lokal lainnya. Indonesian Day di ZBFF 2016 yang diselenggarakan pada 7 Mei 2016 nanti akan menggelar permainan interaktif lomba ala tujuh belasan semisal Lomba Makan Krupuk, Balap Karung, Voli, Lari Bakiak serta memasak masakan Indonesia.... read more

OUT NOW! Libertaria ­- Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria)

A self release soundtrack from the AADC2 movie, Libertaria –  ­Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria) will be on the radio airplay started today April, 23, 2016. You can buy the single the from iTunes and Spotify OR You can get the digital download HERE Also available as a driving license designed USB flash drive, order now through : info@doggyhouserecords.com Sebuah soundtrack rilisan mandiri dari film AADC2, Libertaria – ­ Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria) akan diputar serentak mulai hari ini, 23 April 2016, di beberapa radio nasional. Lagu ini bisa dibeli di iTunes dan Spotify ATAU Format digital bisa diunduh DISINI Single ini juga bisa dipesan dalam bentuk flashdisk berwujud kartu SIM kapasitas 4GB seharga Rp.130.000,- (langsung) atau Rp.150.000,- (via pos). Silahkan pesan  dengan subjek “Pesan Flashdisk SIM AADC2” melalui : info@doggyhouserecords.com   Media Partners:                  ... read more