Shaggydog Gambarkan Suasana Klitih Melalui Koboi Kota

Shaggydog Gambarkan Suasana Klitih Melalui Koboi Kota

Beberapa waktu lalu Yogyakarta sedang merebak kejahatan jalanan di malam hari. Tidak peduli di bulan puasa, klitih sempat kembali merajalela hampir setiap malam. Di jagat Twitter pun merebak tagar #klitih bahkan sampai muncul #1hari1klitih yang menginformasikan update kejahatan anak muda ini. Istilah klitih sebelumnya dimaknai sebagai aktifitas keliling kota untuk mengisi waktu luang tanpa tujuan yang jelas. Term ini lalu diadopsi oleh para pelajar sebagai kegiatan mencari musuh dari sekolah lain. Sekarang klitih berkembang menjadi kejahatan jalanan dari anak muda pengecut yang menargetkan pengendara sepeda motor secara acak di malam hari. Sebagai warga Jogja sekaligus musisi yang sering berkegiatan di malam hari, hal ini pun mengundang kekhawatiran para personil Shaggydog. Bagaimana tidak, sehari hari-nya mereka banyak ber-aktifitas di malam hari semisal manggung maupun rekaman di studio yang kadang tidak mengenal waktu. “Jadi selama bulan puasa itu Shaggydog kan sedang rekaman lagu untuk album baru kami. Sering banget pulang mendekati subuh, tentu saja pulang-nya ada rasa was – was kalo nanti dibacok orang dari belakang” ungkap Heruwa. Dasar musisi, hal yang menjadi kekhawatiran bersama ini kemudian menjadi inspirasi untuk merekam ulang lagu Koboi Kota. Single lepas yang belum pernah dirilis ini kemudian direkam ulang semua bagian-nya dengan lirik yang disesuaikan dengan keadaan saat ini. Dibuka teriakan ala koboi lalu lanjut deretan lirik Heruwa “Mata memerah dan mulut yang bau naga. Memecah hening malam dan siap berperang, tak peduli siapapun pasti dilibas” dengan tepat menggambarkan pelaku klitih yang bersiap membacok korbannya secara acak. Betotan bass Bandizt dan gebukan drum Yoyo si duo penjaga ritme ini memacu adrenaline terasa seperti sedang menghindar dari kejaran klitih yang asal “hajar hajar langsung lari”. Melodi...
Prihatin Jual Beli Daging Anjing, King Masmus Rilis Anjing Bukan Makanan

Prihatin Jual Beli Daging Anjing, King Masmus Rilis Anjing Bukan Makanan

Masih ingat bukan dengan King Masmus, musisi berambut gimbal asal Kediri yang pernah merilis single via DoggyHouse Records 2019 lalu?. Single berjudul Mangga ini berkolaborasi dengan Irhan (Magix Riddim), yang dikenal sebagai gitaris dan vokalis band Ska asal Surabaya, Heavy Monster. Kali ini King Masmus kembali merilis single baru, Anjing Bukan Makanan. Maraknya jual beli daging anjing di Indonesia menjadi inpirasi awal dibuatnya lagu Anjing Bukan Makanan. Sebagai sosok vegan dan penyayang binatang, King Masmus melalui lirik lagu ini mencoba menyentuh nurani para pendengarnya untuk lebih memahami bahwa “anjing bukan makanan”. Menurut King Masmus, anjing dan kucing termasuk binatang yang masuk ke kategori hewan teman manusia, bukan hewan ternak yang layak di konsumsi. Mereka tinggal satu atap dan bahkan berbagi tempat tidur dengan manusia. Belum lagi kasus pencurian anjing dan kucing, sikap kasar, peracunan dan lain-lain menjadikan rasa keprihatinan yang mendasar. King Masmus juga menyuarakan dan mengingatkan kembali bahwa burung juga bukan mainan di deret lirik “Demi kompetisi jutaan. Ow ow astaga burung bukan mainan”. Burung adalah satwa liar yang berhak terbang bebas menikmati hidup sesuai kodratnya, menjadi teman dan penyeimbang ekosistem alam. Disini sangat jelas ditekankan bahwa penangkapan, pengurungan, perdagangan, kompetisi dan konsumsi burung merupakan tindakan animal abuse, apapun alasannya, “jangan mainin burung”. Di single yang diproduseri Bandizt (bassist Shaggydog), musisi yang memilih Dub Reggae sebagai bentuk ekspresi-nya ini masih bersikukuh di genre yang sama. Anjing Bukan Makanan menawarkan musik Reggae sebagai dasar musiknya kemudian diberi sentuhan Electronic Dub Steppa yang di balut dengan art serta gaya khas dari King Masmus menjadikan lagu ini terdengar easy listening dan penuh makna. “Saya suka dengan kombinasi musik yang orisinil, kreatif,...
Peringati Hari Anak Nasional Kolaborasi Heruwa & Jerinx, Samiya, Dilepas Ke Media Radio

Peringati Hari Anak Nasional Kolaborasi Heruwa & Jerinx, Samiya, Dilepas Ke Media Radio

Berawal dari kegelisahan dua teman semenjak kecil, Heruwa (Shaggydog) dan Jerinx (Superman Is Dead) akan keadaan alam di Indonesia saat itu kemudian memunculkan ide untuk membuat sebuah kolaborasi musikal.  Setelah merilis sebuah single kolaborasi bertajuk Samiya dalam format digital download (10 Desember 2015) dan kaset (9 Maret 2016), kedua pentolan band berbahaya Indonesia ini kemudian sepakat untuk melepasnya secara lebih luas melalui media radio mulai tanggal 23 Juli 2016. Tanggal 23 Juli sendiri ditetapkan pemerintah sebagai peringatan hari anak nasional. Kedua musisi ini berharap bahwa single Samiya menjadi penanda supaya kita bisa menjaga alam yang nantinya  akan menjadi sebuah hadiah untuk generasi anak cucu Indonesia selanjutnya sehingga mereka masih bisa menikmatinya. Lagu instrumentalia yang dikerjakan di Seminyak Pro Studio, Bali oleh Agus Bim dan Cipta Gunawan ini dikemas dalam sebuah perpaduan gaya musik modern dan tradisional.  Single yang yang di mixing dan mastering oleh Egha dan Donney di Wai – Wai Studio serta di Rockstar Studio ini ternyata sukses mengawinkan genre Electronic dengan Gamelan. Kesuksesan tersebut terlihat dari antusias para penikmat musik yang kemudian membeli single eksklusif ini baik melalui digital store atau versi fisiknya. DoggyHouse Records sebagai label yang menaungi kerjasama kedua musisi ini pun berharap kolaborasi mereka tidak hanya berhenti pada single ini saja. Sementara itu sebuah film dokumenter yang memuat behind the scene pembuatan single ini dibuat oleh Lana Pranaya dan sudah bisa dinikmati DISINI Paket bokset yang berisi t-shirt warna putih dengan artwork kover buatan Sono “Cap Bagong Tattoo” (ukuran L dan XL), kaset dan cdr single yang dimasukkan dalam wadah aluminium bekas dengan artwork etsa masih tersedia. Paket tersebut dijual seharga Rp. 300.000 dan...
Rilisan Baru Libertaria Album “Kewer-Kewer” Post Dangdut Electronika

Rilisan Baru Libertaria Album “Kewer-Kewer” Post Dangdut Electronika

  JAKARTA, Rabu 18 Mei 2016 – Setelah sukses dengan single “Ora Minggir Tabrak” yang menjadi soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta 2, Libertaria, duo elektronika asal Yogyakarta yang baru berdiri Oktober 2015 lalu, akan merilis album dengan nuansa dangdut modern yang unik. Marzuki Mohamad a.k.a Kill the DJ bersama Balance menyebut album ini sebagai post dangdut elektronika. Judul albumnya sendiri mengambil satu lagu yang direncanakan menjadi hit single, yaitu Kewer-Kewer. Ketika ditanya artinya Kewer-Kewer, Libertaria menolak memberi deskripsi yang presisi, terserah publik mau mengartikan Kewer-Kewer sebagai apa.   Dangdut menjadi pilihan karena Libertaria ingin berkomunikasi dengan lapisan masyarakat paling bawah melalui lagu. Cara komunikasi yang paling baik adalah menggunakan bahasa yang dipahami. Apapun tema yang ingin dibicarakan, Kill the DJ yang sering menulis lirik hanya beberapa saat menjelang rekaman itu mengaku harus menyederhanakan kata-kata agar mudah dipahami. Lagu dangdut dengan tema sosial memang jarang, apalagi dengan sentuhan elektronika gaya Libertaria.   Pada album Kewer-Kewer ini, Kill the DJ dan Balance bekerja layaknya produser. Libertaria hanya memproduseri musik yang dipresentasikan oleh penyanyi lain. Maka munculah nama-nama kolaborator seperti: Glenn Fredly, Heruwa (Shaggydog), Farid Stevy (FSTVLST), Riris Arista (penyanyi orgen tunggal asli), hingga teman-teman gitaran dan nongkrong.   Album Kewer-Kewer rencananya akan dirilis pada 18 Mei 2016 melalui press conference di Rolling Stone Cafe Jakarta, dengan ditandai rilisan video di Youtube untuk hit single Kewer-Kewer. Bekerjasama dengan SuperMusic.ID, Libertaria akan merilis album ini secara gratis atau digital free download melalui website libertaria.id. Sementara untuk distribusi digital dan album fisik berbayar, Libertaria kembali bekerjasama dengan Doggyhouse Records.   Libertaria menyikapi album ini sebagai sensasi ekspresi dan eksperimen bermusik, bukan berarti kemudian...
OUT NOW! Libertaria ­- Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria)

OUT NOW! Libertaria ­- Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria)

A self release soundtrack from the AADC2 movie, Libertaria –  ­Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria) will be on the radio airplay started today April, 23, 2016. You can buy the single the from iTunes and Spotify OR You can get the digital download HERE Also available as a driving license designed USB flash drive, order now through : info@doggyhouserecords.com Sebuah soundtrack rilisan mandiri dari film AADC2, Libertaria – ­ Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria) akan diputar serentak mulai hari ini, 23 April 2016, di beberapa radio nasional. Lagu ini bisa dibeli di iTunes dan Spotify ATAU Format digital bisa diunduh DISINI Single ini juga bisa dipesan dalam bentuk flashdisk berwujud kartu SIM kapasitas 4GB seharga Rp.130.000,- (langsung) atau Rp.150.000,- (via pos). Silahkan pesan  dengan subjek “Pesan Flashdisk SIM AADC2” melalui : info@doggyhouserecords.com   Media Partners:                  ...
KILL THE DJ x LIBERTARIA – ORA MINGGIR TABRAK  (SELF RELEASE SOUNDTRACK FILM AADC2)

KILL THE DJ x LIBERTARIA – ORA MINGGIR TABRAK (SELF RELEASE SOUNDTRACK FILM AADC2)

Euforia dari rilisnya sekuel film legendaris Ada Apa Dengan Cinta (AADC) sudah semakin panas, bahkan sejak proses produksi film ini, meskipun rilisnya baru akan terjadi pada akhir April, setiap kemunculan berita atau trailer, bahkan iklan komersil, menjadi trend di sosial media. Hal ini wajar karena AADC dicatat sebagai tonggak kebangkitan film nasional. Bagi mereka yang berumur 30 s/d 40 tahun dan pada tahun 2002 bersinggungan dengan hebohnya AADC, pasti ingat betul setiap deatil peristiwanya, bahkan hingga dialog-dilaog dalam film tersebut. Tidak ketinggalan lagu-lagu dalam album soundtrack AADC yang digarap oleh Anto Hoed dan Melly Goeslaw yang mengiringi kisah kasih Rangga dan Cinta. Pada AADC2, Anto Hoed dan Melly Goeslaw kembali terlibat untuk membuat album soundtrack-nya, namun ada satu nama musisi dari Yogyakarta; Marzuki Mohamad a.k.a Kill the DJ dipilih untuk membuat single sebagai soundtrack AADC2. Pria yang akrab disapa Juki, pendiri Jogja Hip Hop Foundation ini, awalnya mengaku ragu dengan tawaran Mira Lesmana (produser) dan Riri Riza (sutradara), dia berpikir bahwa karakter musiknya tidak akan cocok dengan film AADC2. Namun setelah membaca naskah dan melalui berbagai diskusi akhirnya menyanggupi tawaran tersebut. Sesuai dengan karakter musiknya yang nJawani, Kill the DJ kemudian mencari referensi literatur Jawa yang bisa cocok dengan scene AADC2 yang melibatkan dirinya. Juki mereproduksi teks Cakra Manggilingan dan lagu dolanan anak untuk menggambarkan waktu yang terus berjalan dan setiap orang akan tumbuh secara organik untuk membentuk dirinya, kadang kita bangga, kadang kita menyesal, namun tidak akan bisa memutar ulang setiap momen yang sudah lewat. Dari teks tersebut terciptalah sebuah lagu yang diberi judul “Ora Minggir Tabrak” dalam gaya Electronic Dance Music (EDM) namun masih dengan sentuhan Jawa....