​Khusus Record Store Day 2017, Shaggydog Lepas Versi Vinyl Putra Nusantara

​Khusus Record Store Day 2017, Shaggydog Lepas Versi Vinyl Putra Nusantara

Tentunya masih hangat di ingatan kita akan euphoria album Putra Nusantara dari band kugiran Ska Indonesia, Shaggydog, yang telah dirilis baik format digital audio maupun CD. Rilisan versi CD yang menggandeng seniman Agan Harahap untuk urusan artwork ini juga dikemas dalam bundling spesial berbentuk oleh-oleh khas Yogyakarta, bakpia, yang kini sudah ludes diburu para Doggies. Album ke enam Shaggydog yang dimastering di Abbey Road Studio, London, oleh Andy Walter (Coldplay, U2, The Cure, David Bowie, dan Radiohead) ini kini diabadikan dalam format piringan hitam oleh DoggyHouse Records. Durasi vinyl yang lebih pendek dari CD membuat lagu Kamu Di Hatiku dan sebuah hidden track yang hanya ada di album versi CD terpaksa dihilangkan sehingga hanya menyisakan total 11 lagu. Olahan piringan hitam 12” album yang diperkuat juga oleh Sujiwo Tejo, Danar “Souljah”, Iwa K dan Riri “Everyday” ini diproduksi di sebuah vinyl pressing plant di USA, Palomino Records. Pre order vinyl album Putra Nusantara yang hanya dilepas sejumlah 100 buah ini akan dibuka bertepatan dengan perayaan tahunan internasional, Record Store Day, yaitu tanggal 22 April 2017. Adapun pemesanan album piringan hitam ini bisa dilakukan baik dengan datang langsung ke Doggy Shop maupun memesan online melalui website: www.albumputranusantara.com (klik ikon Vinyl pada pilihan format yang tersedia) Harga khusus pre order antara tanggal 22 April – 30 April 2017 seharga Rp. 275.000 setelahnya per tanggal 1 Mei 2017 harga menjadi Rp. 300.000 dan semua harga belum termasuk packing dan ongkos kirim luar kota Yogyakarta. Pemesanan pre order secara online antara tanggal 22 April – 30 April 2017 akan dikirimkan semua per tanggal 5 Mei 2017 ke semua alamat pemesan. Sementara itu dalam...
Heruwa “Shaggydog” Kembali Rilis Single Elektronik Bernuansa Alam

Heruwa “Shaggydog” Kembali Rilis Single Elektronik Bernuansa Alam

Tentunya kita masih teringat dengan single Samiya, sebuah kolaborasi dari para dedengkot dua band sidestream paling berbahaya di Indonesia: Heruwa “Shaggydog” dan Jerinx “Superman Is Dead”. Kini Heruwa kembali melemparkan sebuah lagu jagoan baru yang iramanya tidak berseberangan jauh dari Samiya. Lagu yang diberi judul Senyawa Alam ini masih lekat dengan rancak musik Elektronik yang dibalut dengan kearifan lokal dan tema alam. Dibuka dengan tembang Macapat yang dilagukan oleh cengkok seorang sinden, nuansa gamelan masih terasa erat melekat. Tapi bukan Heruwa namanya kalau menganggap bahwa single yang dimastering oleh Rangga ‘Egha’ Sang Eshayoga ini akan sama dengan hasil karya-nya yang lain. Proses dalam mendapatkan racikan komposisi disini terasa lebih spesial karena vokalis band pioner Ska di Indonesia ini ditantang untuk turun ke alam. Ya, dalam mendapatkan sample untuk lagu yang pernah dipakai untuk iklan video #ProjectPassion (Diplomat Mild) bersama Erix Soekamti ini, Heruwa memindahkan studio di kamarnya keluar ruangan dan berinteraksi langsung dengan alam semesta. Contoh suara yang didapat pun bukan lagi hasil olahan komputer tetapi didapatkan dari suara yang disediakan gratis oleh alam. Gaung benturan batu vulkanik di gunung Merapi, riuh rancak-nya pengamen angklung di titik nol km Tugu, olahan perkusi dari cadik perahu di laut selatan, adalah sebagian kecil dari elemen suara yang dikumpulkan dari lima ‘sumbu imajiner’ Yogyakarta yaitu gunung Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan Laut Selatan. Pada departemen artwork yang dikerjakan oleh Gilang Kusuma Wardhana, tema-nya mencoba mengadaptasi karya lukisan berjudul Gunung Merapi Meletus di Malam Hari karya Raden Saleh. “Saya ditantang untuk menjadi ‘pesulap’ di project ini. Saya merekam apa saja yang saya jumpai di jalan bersama Erix Soekamti. Misal, suara mangkok penjual bubur...
The Launching of Shaggydog’s Mascot : Doggy Doggy! An Urban Toys Exhibition

The Launching of Shaggydog’s Mascot : Doggy Doggy! An Urban Toys Exhibition

DOGGYHOUSE RECORDS GANDENG 10 SENIMAN CUM MUSISI GELAR PAMERAN MASKOT SHAGGYDOG Yogyakarta adalah sebuah kota seni, dimana hampir semua cabang seni tumbuh dan berkembang di kota yang juga merupakan magnet tersendiri bagi para pelajar seantero Nusantara bahkan luar negeri. Persinggungan diantara para pelaku seni di kota sekecil ini tentunya tak bisa terelakkan. Begitu juga irisan diantara para pelaku seni rupa dan seni musik yang tampak dari banyaknya musisi yang juga bekerja sebagai pelaku seni rupa atau sebaliknya. Sebagai salah satu pelaku di skena Yogyakarta yang sering bersinggungan dengan hal diatas, DoggyHouse Records dan Shaggydog melihat fenomena tersebut sebagai sebuah hal yang menarik untuk dikembangkan. Hal tersebut yang mendasari DoggyHouse Records dan Shaggydog untuk menggelar  sebuah pameran urban toys yang menyajikan figure Doggy, sebuah maskot dari band Shaggydog. Pameran yang diberi judul Doggy Doggy! An Urban Toys Exhibition ini pembukaannya akan diselenggarakan pada tanggal 25 November 2015 pukul 7 malam di Greenhost Boutique Hotel, Yogyakarta dan dibuka untuk umum selama seminggu. Setelah sebelumnya menggelar sebuah pameran fan art di Ace House Collective, Shaggydog berkeinginan untuk kembali membuat sebuah pameran yang berhubungan antara dunia seni musik dan seni rupa. Pada pameran yang berkolaborasi bersama seniman dan musisi Arya Jalu, yang membuat maskot Doggy di Sayap Studio ini, Shaggydog mengajak 10 seniman Yogyakarta yang juga bermain musik untuk ikut merespon maskot Doggy. Diharapkan bahwa nantinya acara ini akan semakin mempertegas hubungan antara kedua disiplin ilmu tersebut. Adapun 10 seniman cum musisi yang berpartisipasi di dalam pameran Doggy Doggy! An Urban Toys Exhibition adalah: Farid Stevy Asta, Raphael Danu, Oik Wasfuk, Soni Irawan, Patub Porx, Budhi “Bodhonx”, Pandu Mahendra, Hendra “Blangkon” Priyadhani, Rudy...