DUA METAL KAWAKAN EROPA SIAP MENGHAJAR PANGGUNG JOGJAROCKARTA

DUA METAL KAWAKAN EROPA SIAP MENGHAJAR PANGGUNG JOGJAROCKARTA

Belum juga selesai gema musik yang dibawakan oleh Sepultura, Over Kill, dan band-band lain di Jogjarockarta 2023, gelaran ke tujuh kali ini akan dihadirkan kembali pada 27 Januari 2024. Tahun 2024 akan menjadi tahun “panas” di Indonesia. BMKG memprediksi suhu di 2024 akan lebih panas 0,8 derajat dan menjadi tahun terpanas keenam sejak 1880. Di tahun panas ini, Jogjarockarta memberi kejutan headliner yang tak kalah panas, yakni dua legenda metal dari tanah Eropa, In Flames dan Kreator. In Flames adalah band metal asal Gothenburg, Swedia, yang dibentuk pada tahun 1990. Sepanjang kariernya, band yang dianggap sebagai salah satu pionir Swedish death metal ini telah merilis 14 album studio. Album terbaru mereka, Foregone (2022), dipuji oleh banyak kritikus musik dan disebut-sebut sebagai album terbaik mereka sejak 20 tahun terakhir. “Foregone adalah sebuah pengingat: ketika In Flames ada di puncak kekuatannya, mereka benar-benar tak tersentuh,” tulis Kerrang. In Flames dianggap menjadi salah satu band metal Swedia paling sukses dan berpengaruh di jagat. Mereka telah menjual dua juta kopi album, dan mendapat tiga nominasi Grammy Award –-penghargaan musik Swedia– dan memenangkan dua untuk kategori Album Hard Rock / Metal Terbaik. Sekarang, setelah melewati 33 tahun perjalanan, pasukan metal dari Swedia ini beranggotakan Bjorn Gelotte (gitar), Anders Friden (vokalis), Tanner Wayne (drum), dan Chris Broderick (gitar). Sedangkan Kreator, nyaris tak ada penggemar metal yang tak tahu nama mereka. Dibentuk di Essen, Jerman, pada 1982, raksasa dari Jerman ini dianggap satu dari Big Four thrash metal di kawasan Teutonik.  Didirikan oleh Mille Petrozza (gitar dan vokal) yang masih bertahan sampai sekarang, Kreator konsisten di jalur thrash metal dan menyediakan bahu bagi para band thrash...
Shaggydog Sambangi Taiwan & Jepang Dalam Rangkaian East Asia Tour 2023

Shaggydog Sambangi Taiwan & Jepang Dalam Rangkaian East Asia Tour 2023

Siapa nyana band yang dibentuk di bantaran sungai, tepatnya di kampung Sayidan ini, telah melanglang buana sampai ke benua lain. Setelah sebelumnya sukses beberapa kali mengarungi benua Eropa, Australia dan Amerika, Shaggydog kembali menggelar tour. Kali ini mereka menuju ke Asia timur. Tour kali ini terasa istimewa bagi band yang barusan diganjar piala AMI Awards 2023 kategori karya produksi reggae/ska/rocksteady terbaik ini. Bagaimana tidak, band yang beranggotakan Heru, Richad, Raymond, Bandizt, Lilik dan Yoyo’ ini sudah sampai ke benua lain tapi untuk pertama kali-nya mereka akan berkunjung ke negara lain di benua Asia. Lawatan perdana Shaggydog di Asia timur ini dimulai dari Taiwan demi memenuhi undangan untuk menjajal panggung Pasiwali Festival, tepatnya di Taitung. Dikutip dari website-nya, festival yang berakar pada musik masyarakat adat Taiwan ini merupakan perjalanan suku dan perahu Austronesia yang menunjukkan budaya mereka dengan semangat yang berani, suka berpetualang, dan romantis. Taiwan Pasiwali Festival akan digelar 18-19 November 2023 di Taitung Forest Park, dimana Shaggydog direncanakan bermain di hari pertama. Tiga hari kemudian mereka menuju ke Taipei dalam rangka sebuah gig gelaran ID-TW Pop Bureau bertajuk Fantastico! A Groovy Night With Shaggydog & Yufu di The UU Mouth. Tujuan selanjutnya adalah Jepang!   Di Jepang, Shaggydog akan menjajal 6 panggung di kota Fukuoka, Osaka, Nagoya dan Tokyo. Khusus  untuk Tokyo, mereka akan bermain di 3 venue berbeda tiap hari-nya. Beberapa band lawas Jepang terlihat ikut bermain bersama Shaggydog diantaranya Kogarashi, The Autocratics dan The Spymaker. Berikut jadwal lengkap Shaggydog – East Asia Tour 2023: 18 November 2023 – Pasiwali Festival (Taitung, Taiwan) 21 November 2023 – The UU Mouth (Taipei, Taiwan) 23 November 2023 – YOJIGEN...
DoggyHouse Records Rilis Album Live Session Band Potensial Dari Jogja

DoggyHouse Records Rilis Album Live Session Band Potensial Dari Jogja

Saat pandemi, live sessions di platform digital sempat muncul sebagai salah satu cara untuk menyiasati kendala keterbatasan manggung di acara offline. Saat ini, platform semacam Youtube dapat digunakan untuk melihat estetika dari bentuk pertunjukan dengan cara dan experience yang berbeda. DoggyHouse Records melihat peluang tersebut dan kemudian menginisiasi sebuah program live session. Diberi nama Woof Live Session, program ini menampilkan talent potensial melalui pertunjukan sebuah band atau musisi di area Doggy House, markas band Shaggydog. Dari musisi lawas hingga pendatang baru yang pantas mendapatkan perhatian, program ini adalah cara DoggyHouse Records mengkoneksikan talent kepada publik melalui video pertunjukan yang proper. Sudah berjalan sebanyak 9 edisi di channel YouTube: @DoggyHouseRecords , Woof Live Session menyediakan konten pertunjukan langsung dari band lingkup skena musik Jogjakarta, yang nantinya akan meluas ke skala nasional. Selain itu ada sesi berbincang ringan yang dimoderatori oleh Heruwa (Shaggydog) mengenai aktifitas band/musisi yang sedang tampil. Sangat menarik untuk mengetahui cerita dibalik aktifitas bermusik maupun alat musik yang mereka pakai. Pemilihan band di Woof Live Session dikuratori oleh orang-orang dibalik DoggyHouse Records dan Shaggydog diantaranya Indra Menus & Heruwa, yang berakar kuat pada skena musik lokal serta nasional. Pemilihan band untuk bisa masuk ke program ini berdasar pada keunikan musik selain tentu saja potensi yang mereka tawarkan. Mulai dari raw rap unit NOK37, indierock poster kids Nood Kink, new comer skramz nggerus Noire, sampe band melodic punk gaek Morning Horny juga unit surf rock yang aktif lima tahun sekali, Southern Beach Terror pernah terlibat di live session ini. Dari situ kemudian muncul wacana dari Heruwa untuk merilis live session ini menjadi sebuah album live. Selalu menarik untuk mendengar...
Starcross Kembali Gelar Wild Ground Festival, Lebih “Liar”  Bersama SAOSIN

Starcross Kembali Gelar Wild Ground Festival, Lebih “Liar” Bersama SAOSIN

Starcross, brand clothing dan apparel asli Jogja, kembali menggelar Wild Ground Festival di tahun ini, sebuah festival musik dan komunitas kreatif di area Candi Prambanan Jogja yang kali ini digelar 2 hari berturut-turut pada 11 dan 12 November 2023. Starcross mempertahankan Wild Ground Festival sebagai event yang ramah untuk keluarga untuk memberikan pengalaman terbaik. Bukan sekadar festival musik, Wildground Fest juga menyajikan berbagai activities yang bisa diikuti pengunjung. Kolaborasi dengan beberapa komunitas dikemas melalui interactive talkshow, street art exhibition, skate, photography exhibition, FnB, Clothing expo, movie screening, dan cooking show by artist. Weimpy Adhari selaku founder dari Starcross menyatakan, Wildground Fest adalah salah satu usaha untuk terus merawat ekosistem kreatif di Jogja. Look at the stars… Di tahun kedua ini, Wild Ground Fest menampilkan lebih dari 20 line up yang beberapa diantaranya adalah artis internasional. Saosin, band post hardcore – emo asal California – Amerika akan menjadi bintang utama di Wild Ground Fest 2023. Tahun ini lebih spesial, karena menghadirkan Noh Salleh dari Malaysia yang dikenal sebagai frontman band rock bernama Hujan, trio emo dari Singapura bernama Forest. Polyester Embassy (Bandung) yang hibernasi lama hingga merampungkan album terbarunya beberapa bulan kemarin, juga ada Sophie yang sempat hiatus dan ternyata rilis album juga di 2020 lalu. Selain itu, Wild Ground Fest tahun ini pun tetap mengusung beberapa nama local heroes Yogyakarta, ada DPMB, 20 Miles Marathon, Hang The DJ (komunitas penikmat music), FSTVLST, dan Sophie. Untuk penampil lain ada Rocket Rockers yang tahun sebelumnya juga tampil, Pee Wee Gaskins, Perunggu, Alone at Last, juga Summerlane. Sebelum acara puncak, event Road To WGF (pre event) akan tetap digelar seperti tahun sebelumnya....
BIENNALE JOGJA 17 – Titen: Pengetahuan Menubuh, Pijakan Berubah

BIENNALE JOGJA 17 – Titen: Pengetahuan Menubuh, Pijakan Berubah

Tahun ini Biennale Jogja kembali menghadirkan acara dua tahunannya, dengan bangga mengambil judul “Titen”. Dipinjam dari bahasa Jawa, tempat desa-desa di mana pameran ini terselenggara, kata titen dipilih untuk mendekatkan peristiwa seni ini dengan masyarakat setempat. Kali ini 70 seniman dari berbagai kawasan dunia menjadi bagian dari upaya untuk memaknai desa sebagai ruang dan arena sosial. Pameran Titen akan dirayakan bersama pada 06 Oktober-25 November 2023 di Taman Budaya Yogyakarta, Panggungharjo, Bangunjiwo dan Area Pabrik Gula Madukismo. BIENNALE JOGJA 17 Email: biennale.equator@gmail.com Media sosial: @biennalejogja Website: biennalejogja.org   Diselenggarakan oleh: #YayasanBiennaleYogyakarta   Didukung oleh: Ditjen Kebudayaan Kemdikbud RI (@budayasaya @kemdikbud.ri @lpdp_ri) Dinas Kebudayaan DIY (@dinaskebudayaandiy) Taman Budaya Yogyakarta...
Jogjarockarta Parade Rock Yang Menawarkan Sepultura dan Overkill

Jogjarockarta Parade Rock Yang Menawarkan Sepultura dan Overkill

Setelah menanti cukup lama, akhirnya bisa resmi dikabarkan bahwa Jogjarockarta Festival akan mengundang dua raksasa rock dari tanah jauh: Sepultura dari Brasil dan Overkill dari Amerika Serikat. Dua band ini akan menjadi pemuncak Jogjarockarta Festival yang akan diadakan di Stadion Kridosono, 30 September 2023. Bayangkan tanah bergetar dan lolongan purba para rockerhead dari seluruh penjuru Indonesia memecah udara Stadion Kridosono ketika Sepultura memainkan “Refuse/Resist”. Sepanjang mata memandang, lautan kaus hitam memenuhi pelupuk. Lelah belum juga minggat, kaki langsung melompat ketika Overkill menghajar lewat “Mean, Green, Killing Machine”. Senyum lebar terpacak, dan devil horn mengacung sepanjang malam. Sebelumnya, Jogjarockarta Festival lewat akun Instagram mereka sudah mengumumkan Slank feat Bongky dan Pay, BIP, dan Tribute to Rotor sebagai daftar penampil. Namun, akun Instagram Jogjarockarta kena retas beberapa hari setelah mengumumkan personel Tribute to Rotor yang terdiri dari Sofyan Hadi (Death Vomit), Arif Wahyu (Tumenggung), Ari Kristiono (Detritivor), dan Husen (Warhammer). “Untuk sementara, akun Jogjarockarta Festival berpindah ke @jogjarockartafest. Informasi soal Jogjarockarta Fest juga bisa dipantau di akun Instagram Rajawali Indonesia, @rajawaliindonesia,” ujar Direktur Utama Rajawali Indonesia, Tovic Raharja. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang berlangsung selama dua hari, tahun ini Jogjarockarta Festival akan hadir selama satu hari. Ini artinya semua kemeriahan, kehebohan, dan kebisingan ala Jogjarockarta Festival akan dimampatkan hingga sangkil dan mangkus, hingga semua penonton tak sempat leyeh-leyeh dan ambil napas. Gas mentok! Menyambut gelaran keenam Jogjarockarta Festival, ada banyak hal istimewa yang hadir di salah satu festival rock terbesar di Indonesia ini. Hal istimewa Pertama adalah kehadiran Iron Voltage, para barudak Bandung yang sedang mengibarkan panji thrash metal crossover. Band dengan personel Yowdi (gitar), Edy (vokal), Reyga (gitar), Eka (bass),...