by admin | Jul 7, 2025 | Event, News
Yogyakarta Gamelan Festival merupakan wadah, peristiwa, untuk bertemu sekaligus berkumpulnya para pemain, penikmat, dan pecinta Gamelan. Dan pada 2025 ini YGF memasuki 30 tahun eksistensinya, termasuk 25 tahun Komunitas Gayam 16 berkiprah. Yogyakarta Gamelan Festival ke-30 resmi dibuka dengan gelaran megah Gaung Gamelan. Panggung yang hadir bukan hanya sebagai perhelatan tahunan, melainkan menjadi ruang berekspresi dan kolaborasi lintas generasi dalam gerak budaya yang terus berkembang. Sebanyak 16 kelompok karawitan dari 10 Desa Budaya binaan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, bersama komunitas gamelan seperti Gayam16 dan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB), bersatu dalam harmoni memainkan tiga gendhing gaya Yogyakarta secara bersamaan. Gendhing-gendhing tersebut sebelumnya telah dibagikan ke publik dan dipelajari bersama dalam sesi latihan kolaboratif bersama Gayam16. Dalam semangat kebersamaan, pertunjukan ini tak hanya merayakan kekayaan musik gamelan, tetapi juga memperlihatkan kompleksitas dan keindahan tradisi. Semua bunyi dan dinamika yang tercipta mengalun alami ke telinga penonton, menegaskan keaslian dan kedalaman warisan musikal Nusantara. “25 tahun Gayam16, penting bukan sekadar selebrasi tahunan. Yogyakarta Gamelan Festival tidak ada itu tidak apa-apa, tetapi yang luar biasa adalah bagaimana teman-teman terpanggil untuk selalu menghadirkan Yogyakarta Gamelan Festival sampai di tahun ke 30 ini” Ungkap Ishari Sahida (Ari Wulu) sebagai Festival Director “Yogyakarta Gamelan festival adalah peristiwa budaya, denyut nadi Yogyakarta selama tiga dekade. Gamelan bukan hanya suara instrumen tapi juga suara kehidupan, bukan hanya untuk didengar tapi juga untuk dimaknai” tutur Kanjeng Purbodoningrat sebagai penasihat Jogja Festival, menegaskan gamelan sebagai bagian tak terpisahkan dari jiwa kebudayaan di Yogyakarta Tidak hanya melibatkan para komunitas dan seniman, festival ini juga merangkul berbagai UMKM. Melalui area tenant yang tersedia, pengunjung dapat...
by admin | May 27, 2025 | News, Releases
Tentang Ulang Tahun ke 28 Shaggydog Dengan segala rasa syukur, pada 1 Juni 2025 nanti Shaggydog akan memasuki usia ke-28—sebuah perjalanan yang bermula dari lorong-lorong sempit Kampung Sayidan, Yogyakarta. Dari sana, langkah demi langkah telah Shaggydog jalani, dengan segala jatuh bangun, tawa, dan pelajaran yang tak ternilai. Ulang tahun kali ini Shaggydog memberikan sebuah tema BE28AGI — “karena sejak dulu, yang kami tahu: perjalanan ini hanya mungkin terjadi karena kebersamaan. Karena banyak yang memberi, kami pun belajar untuk berbagi. Dan yang paling dekat di hati, tentu harapan kami agar bisa terus berbagi dengan warga Kampung Sayidan—tempat di mana semua ini bermula. Semoga langkah kecil ini bisa memberi kembali, walau tak sebanding dengan apa yang sudah kami terima sejak awal” jelas Shaggydog. Tentang Milli Tahun 2025 ini, Shaggydog juga memulai babak baru. Di usia yang tak lagi muda, salah satu cita-cita lama mereka pelan-pelan terwujud: sebuah tempat kecil bernama Milli. Sebuah ruang yang diharapkan bisa jadi tempat berproses, berkumpul, dan berbagi—untuk siapa saja. “Milli bukan tentang kami. Ia adalah ruang terbuka. Ada panggung kecil untuk band-band lokal tumbuh bersama, ada meja dan kopi untuk cerita mengalir, dan ada harapan agar siapa pun bisa merasa diterima” terang Shaggydog mengenai tempat yang akan dibuka grand launching-nya 10 Juni 2025 nanti. Sebelumnya Milli juga sudah dipakai untuk venue konser musik baik gigs skala kecil dari band baru maupun lawas, juga launching album mulai dari Bloccalito, Tradisi Gila, Sinten Remen & re-issue vinyl Shaggydog – Kembali Berdansa serta kemeriahan lainnya. “Tempat ini sangat terbuka untuk teman – teman kolektif di skena musik maupun disiplin seni lain yang ingin melakukan aktivasi-nya disini tanpa memandang usia....
by admin | Apr 30, 2025 | Event, News
Yang Baik Akan Datang! Halo, halo semuanya 🧑🏻🦰👱🏻♂️ Kami hadir kembali di tahun ketiga #JABFest2025 dengan tema “Kereta-Api yang Berangkat Pagi Hari: 82 Tahun Kuntowijoyo” Jogja Art + Books Fest 2025 📅 19 Mei – 2 Juni 2025 ⏰ 10.00 – 22.00 WIB 📍The Ratan Jl. Ringroad Selatan No.93, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kab. Bantul Mari rayakan, kami tunggu ya 👋🏻 More info: Instagram: jogja.artbooks.fest #JABFest2025 #JogjaArtBooksFestival...
by admin | Feb 21, 2025 | News
Dua belas tahun lalu grup hip-hop, BlocCalito 782, lahir di Yogyakarta. Nama grup yang digawangi oleh Rave, Hila, dan Bravo ini diambil dari gabungan domisili nomor rumah ketiga personilnya, yaitu area Blok O, Kaliurang dan Rotowijayan. BlocCalito 782 sempat merilis 10 single yang terangkum dalam album berjudul Westcoast Rider. Setiap akhir pekan mereka mengisi panggung-panggung event musik seantero pulau Jawa pada medio 2013-2016. Sayangnya pada 2016 salah satu personil harus mengundurkan diri dari grup dan mereka sempat hiatus. Tahun 2018 Rave sempat melanjutkan sepak terjang mereka dengan mengajak Wara Ola dengan mengusung nama serta warna baru, Seven Eight Two. Event HipHop Sor Ringin vol.2 pada bulan Maret 2024 lalu membuat momentum “REUNION” dimana mereka muncul dengan formasi paten Rave, Bravo, dan Ghaitza (DJ) untuk mengibarkan kembali bendera BlocCalito 782. Pada bulan September tahun tersebut mereka juga merilis single baru, From The Street yang menceritakan tentang kehidupan di jalanan. Tahun 2025 ini BlocCalito 782 kembali berkutat di studio untuk merilis single baru. Berjudul Born in YKC, lagu yang diciptakan oleh Rhezaro dan Rave ini bertemakan tentang jatuh bangunnya seorang seniman khusus-nya musisi yang selama ini berkarya di Yogyakarta. “Ide pembuatan lagu ini tercetus dikarenakan banyaknya pelaku seni yang lahir dan berkarya di Yogyakarta” ungkap Rave mengenai ide dibalik pembuatan single mereka. Dari lirik yang dirapalkan, mereka banyak bercerita tentang tempat dimana mereka lahir, tumbuh besar dan menuai karir diantara jalanan dengan “tembok tua lorong gelap jalanan gang yang sempit”. Dari segi musik, walaupun materi BlocCalito 782 masih dipengaruhi skena hip-hop luar negeri, atmosfer komposisi lagu mereka juga kental dengan aroma yang keluar dari album kompilasi Pesta Rap,...
by admin | Feb 10, 2025 | News, Releases
Tampaknya tidak ada kata berhenti bagi duo Heruwa a.k.a Poppa Tee dan D’Metz. Setelah mengeluarkan kolaborasi bersama BAP. berjudul Just Dub It, duo Dubyouth ini kembali berkutat mempersiapkan single baru. Dalam rilisan yang diberi judul Rockin’ Steady ini, Dubyouth berkolaborasi dengan Taiwan MC. Taiwan MC adalah seorang musisi reggae/hip-hop/raggamuffin asal Perancis yang telah bekerja sama dengan Chinese Man Records serta berbagai produser lainnya. Karier Taiwan MC dimulai pada tahun 2004 ketika ia memasuki skena jungle dan drum & bass bersama kolektif Cool & Deadly. Pada tahun 2013, ia merilis debut EP-nya, Heavy This Year, dibawah naungan Chinese Man Records. Single Rockin’ Steady menampilkan perpaduan khas Dubyouth yang menggabungkan reggae, musik elektronik, dan bass yang dipadukan dengan gaya vokal raggamuffin penuh energi dari Taiwan MC. Untuk memastikan kualitas audio terbaik, lagu ini dimastering oleh Filip Motovunski, seorang produser dan sound engineer asal Kroasia yang dikenal dalam skena drum & bass serta reggae. Filip sendiri telah bekerja dengan berbagai artis di seluruh Eropa. Selain musiknya yang kuat, elemen visual dalam perilisan ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Artwork untuk single ini dirancang oleh Ferry Gouw, seorang ilustrator, desainer grafis, dan sutradara video asal Indonesia yang berbasis di London. Ia dikenal sebagai art director sekaligus ilustrator untuk proyek-proyek Major Lazer, termasuk album dan serial animasinya. Ferry juga pernah bekerja sama dengan musisi ternama seperti Paul McCartney, Sean Paul, dan Roxy Music. Single Dubyouth feat. Taiwan MC – Rockin’ Steady sudah bisa dinikmati via digital stores mulai 21 Februari 2025 via label DoggyHouse Records milik...
by admin | Aug 26, 2024 | News, Releases
Tidak banyak band cadas yang mampu bertahan selama 27 tahun, Something Wrong (SW) adalah satu diantanya. Band Hardcore asal Jogja ini sejak 2 September 1997 lalu sudah merilis beberapa album diantaranya Demo 99 (2000, self release), Get Off My Back (2003 via Napi Records), NESU (2010 oleh SW Records) serta tahun lalu mereka rilis 7” berisi 2 lagu via Zombie Attack Records. Band yang kini beranggotakan Bagus Hermanu Danar Sanjaya a.k.a Kucing (Vocal), Wahyu Dwi Handoko a.k.a Bopobacox (Guitar, backing vocal), Thabrani Adhari a.k.a Tephy (Guitar), Wahyu Jatmiko a.k.a Soetik (Bass, backing vocal) dan Yanuar Surya a.k.a Yansu (Drum) ini kembali lagi dengan rilisan terbarunya. Alih – alih merilis lagu baru, Something Wrong malah kembali menilik katalog lama mereka untuk direkam ulang. Menurut Soetik SW, Something Wrong ingin merealisasikan keinginan lama mereka untuk kembali merekam lagu – lagu lawas dengan kualitas sound dan hasil rekaman yang lebih bisa memanjakan telinga pendengarnya. “Kami ingin memberi nuansa baru dari lagu – lagu lama SW dengan kualitas sound & aransemen yang berbeda. Masalah suka atau tidaknya orang menikmati lagu yang direkam ulang ini tergantung selera masing – masing” imbuh Kucing mengenai alasan dibalik perekaman ulang ini. Album yang diberi judul Reignite ini mengandung filosofi yang menarik. “Reignite kan artinya menyala kembali, bagi kami ini berarti menyalanya kembali lagu – lagu lama SW yang dipanasi kembali dengan nuansa baru dan tetap dengan lirik yang temanya masih sangat relevan pada masa ini’ jelas SW tentang pemilihan judul album. Menyalanya kembali utk semangat – semangat yang meredup, juga buat para personil SW untuk menyala kembali semangatnya supaya tetap berkarya, untuk album selanjutnya,...