Rayakan Lima Tahun Perjalanan, Cherrypop 2026 Usung Tema “Repelita Musik” dan Pindah ke Candi Prambanan

Rayakan Lima Tahun Perjalanan, Cherrypop 2026 Usung Tema “Repelita Musik” dan Pindah ke Candi Prambanan

Ada orang-orang yang datang ke festival hanya untuk menonton musik. Ada pula yang pulang membawa sesuatu yang tak pernah mereka rencanakan, yaitu bertemu kawan lama, jatuh cinta, menemukan lagu yang tak mereka kenal sebelumnya, atau sekadar merasa hidup sedikit lebih ringan. Mungkin memang begitu seharusnya sebuah festival bekerja. Tahun ini Cherrypop berusia lima tahun. Usia yang belum terlalu tua untuk disebut mapan, tetapi cukup panjang untuk menyadari bahwa festival adalah peristiwa yang selalu hidup dari orang-orang yang datang mengisinya.   Karena itu, Cherrypop 2026 mengusung tema Repelita Musik, yaitu singkatan dari Rekreasi, Peristiwa, dan Lima Tahun. Tema yang terdengar sederhana, tetapi lahir dari perjalanan yang tidak selalu sederhana. Bersamaan dengan itu, Cherrypop juga berpindah ke kawasan Candi Prambanan. Sebuah ruang yang lebih lapang, tempat musik bisa berbaur dengan langit sore, rerumputan, dan langkah-langkah orang yang berjalan tanpa tergesa. Sebab festival yang baik tidak meminta pengunjung terus berlari dari satu panggung ke panggung lain. Ia memberi ruang untuk berhenti, duduk, mengobrol, lalu kembali menemukan alasan mengapa mereka datang.   Rekreasi, bagi Cherrypop adalah cara paling sederhana untuk mengingat bahwa hidup tidak selalu harus dipenuhi pekerjaan dan tenggat waktu. Kadang seseorang hanya membutuhkan dua hari untuk mendengar musik bersama ribuan orang asing, lalu pulang dengan hati yang terasa sedikit lebih riuh.   Festival juga adalah sebuah peristiwa. Musik hanyalah awal dari berbagai kemungkinan. Orang-orang bertemu, percakapan dimulai, komunitas saling menemukan, gagasan lahir tanpa direncanakan. Tidak sedikit cerita yang justru dimulai ketika lagu terakhir selesai dimainkan.   Lima tahun bukan garis akhir. Ia hanyalah penanda bahwa perjalanan ini telah melewati cukup banyak musim, cukup banyak wajah, dan cukup banyak kenangan untuk dipercaya...
Mentoring Sinergi Suara Hadir di Yogyakarta

Mentoring Sinergi Suara Hadir di Yogyakarta

Sinergi Suara Yogyakarta sukses dijalankan pada 23 November 2025 lalu di Tilasawa. Program Sinergi Suara ini dihadirkan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI berkolaborasi dengan Pophariini dan Langit Musik. Sinergi Suara menghadirkan para mentor untuk membagikan pengalaman seputar strategi membangun karier musik dan rilisan digital yaitu Dimasz Joey selaku Chief of Marketing Officer Mad Haus dan Widi Puradiredja (MALIQ & D’Essentials, CEO Mad Haus). Sementara itu Langit Musik diwakili oleh mentor seperti Adib Hidayat (EVP Digital Music Nuon), Jeffry Feriyanto (Manager Indie & OTT Music Partnership Commercial Nuon), dan Hestaviyasa (Manager Digital Music Partnership Nuon). Program ini hadir untuk memberikan dukungan terhadap para pelaku musik lokal, mulai dari band, grup, solois, hingga kolektif baru. Selain Yogyakarta, Sinergi Suara juga telah dilaksanakan di Makassar, Medan, kemudian lanjut di Bandung dan berakhir di Denpasar. Prima Dectyana selaku Kepala Sub Direktorat Pemasaran dan Komersialisasi Musik, Direktorat Musik, Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia membuka keseluruhan penyelenggaraan Sinergi Suara Yogyakarta. “Harapan saya mudah-mudahan program ini bisa berguna buat teman-teman semua. Nanti akan ada mentor-mentor yang sangat luar biasa. Digali tanyakan apa pun terkait karya kalian, terkait dengan ekosistem musik. Mudah-mudahan ini bisa menjadi semacam benchmark ke kota-kota yang lain. Untuk nanti kota keempat Bandung dan kelima Bali.” Peserta Sinergi Suara tak hanya berasal dari Yogyakarta, namun juga Madiun adalah Risti Panjali. Ia bercerita tentang bagaimana kotanya memiliki banyak sekali talenta baru yang berpotensi. Dimasz Joey selaku Chief of Marketing Officer Mad Haus yang berkesempatan membuka sesi mentoring memberikan semangat. “Kenapa kita harus berhasil? Supaya lo bisa jadi mercusuar di kota lo. Ada satu bentuk yang real dan...
CHERRYPOP FESTIVAL 2025 RESMI RILIS LINE UP FASE KEDUANYA

CHERRYPOP FESTIVAL 2025 RESMI RILIS LINE UP FASE KEDUANYA

Hari pelaksanaan Cherrypop 2025 sudah semakin dekat. Hajatan musik tahunan yang akan digelar pada 9 dan 10 Agustus 2025 di Lapangan Panahan Kenari Yogyakarta kembali merilis line up fase kedua. Dipromotori oleh Swasembada Kreasi, Cherrypop 2025 menyuguhkan deretan musisi terkurasi yang siap memeriahkan beberapa panggung. Pada line up fase kedua ini, Cherrypop 2025 menambah sebanyak 20 penampil yang terbagi dalam 2 hari, di antaranya Bedchamber, Ali, Santet, Om Kacau Balau, The Skit, The Kick, The Melting Minds, Loon, MTAD, Tossing Seed, Megatruh Soundsystem, Malu2x, Dabwok, Coldvvave, Racaw, Broddyfae, King Mas Mus feat. Dubdee Tee, Triggacoca, 505 Tunes, Negatifa, dan Pure Saturday. Cherrypop 2025 Hadir Dengan Empat Panggung Berbeda dari tahun sebelumnya yang menyuguhkan tiga panggung berbeda, yaitu Cherry Stage, Nanaba Stage, dan Yayapa Stage. Namun pada tahun ini, Cherrypop 2025 menambah satu panggung yang diberi nama Chilli Stage. Chilli Stage merupakan panggung yang dirancang khusus untuk membuka ruang bagi format musik di luar struktur band. Panggung ini menjadi ruang perayaan sekaligus representasi atas keanekaragaman praktik bermusik yang semakin ekspresif dan beragam. Chilli Stage akan dibuat dengan konsep intimate gigs, tertutup, dan hanya dapat dikunjungi maksimal 100 orang saja. Hal ini dikarenakan Cherrypop 2025 ingin membangun impresi audiens tentang ragam instrumen yang dipresentasikan oleh musisi penampil. Karcis Cherrypop 2025 masih tersedia melalui situs web resmi. Informasi lebih lanjut mengenai tambahan lineup, program-program aktivasi, serta kejutan lainnya akan diumumkan melalui akun resmi Cherrypop di media sosial @cherrypopfest dan situs web resmi cherrypop.id. Sudah siap menjadi bagian dari perayaan Cherrypop tahun ini?   Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kontak media: – 0815 6770 8182 (Bayu) – 0851 8238 1300 (Dinar) Email:...
Yogyakarta Gamelan Festival Rayakan 30 Tahun Eksistensi-nya

Yogyakarta Gamelan Festival Rayakan 30 Tahun Eksistensi-nya

Yogyakarta Gamelan Festival merupakan wadah, peristiwa, untuk bertemu sekaligus berkumpulnya para pemain, penikmat, dan pecinta Gamelan. Dan pada 2025 ini YGF memasuki 30 tahun eksistensinya, termasuk 25 tahun Komunitas Gayam 16 berkiprah. Yogyakarta Gamelan Festival ke-30 resmi dibuka dengan gelaran megah Gaung Gamelan. Panggung yang hadir bukan hanya sebagai perhelatan tahunan, melainkan menjadi ruang berekspresi dan kolaborasi lintas generasi dalam gerak budaya yang terus berkembang.  Sebanyak 16 kelompok karawitan dari 10 Desa Budaya binaan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, bersama komunitas gamelan seperti Gayam16 dan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB), bersatu dalam harmoni memainkan tiga gendhing gaya Yogyakarta secara bersamaan. Gendhing-gendhing tersebut sebelumnya telah dibagikan ke publik dan dipelajari bersama dalam sesi latihan kolaboratif bersama Gayam16.   Dalam semangat kebersamaan, pertunjukan ini tak hanya merayakan kekayaan musik gamelan, tetapi juga memperlihatkan kompleksitas dan keindahan tradisi. Semua bunyi dan dinamika yang tercipta mengalun alami ke telinga penonton, menegaskan keaslian dan kedalaman warisan musikal Nusantara.   “25 tahun Gayam16, penting bukan sekadar selebrasi tahunan. Yogyakarta Gamelan Festival tidak ada itu tidak apa-apa, tetapi yang luar biasa adalah bagaimana teman-teman terpanggil untuk selalu menghadirkan Yogyakarta Gamelan Festival sampai di tahun ke 30 ini” Ungkap Ishari Sahida (Ari Wulu) sebagai Festival Director    “Yogyakarta Gamelan festival adalah peristiwa budaya, denyut nadi Yogyakarta selama tiga dekade. Gamelan bukan hanya suara instrumen tapi juga suara kehidupan, bukan hanya untuk didengar tapi juga untuk dimaknai” tutur Kanjeng Purbodoningrat sebagai penasihat Jogja Festival, menegaskan gamelan sebagai bagian tak terpisahkan dari jiwa kebudayaan di Yogyakarta   Tidak hanya melibatkan para komunitas dan seniman, festival ini juga merangkul berbagai UMKM. Melalui area tenant yang tersedia, pengunjung dapat...
Semarak Kembalinya Jogja Art+Book Fest 2025

Semarak Kembalinya Jogja Art+Book Fest 2025

Yang Baik Akan Datang! Halo, halo semuanya 🧑🏻‍🦰👱🏻‍♂️ Kami hadir kembali di tahun ketiga #JABFest2025 dengan tema “Kereta-Api yang Berangkat Pagi Hari: 82 Tahun Kuntowijoyo” Jogja Art + Books Fest 2025 📅 19 Mei – 2 Juni 2025 ⏰ 10.00 – 22.00 WIB 📍The Ratan Jl. Ringroad Selatan No.93, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kab. Bantul Mari rayakan, kami tunggu ya 👋🏻 More info: Instagram: jogja.artbooks.fest #JABFest2025 #JogjaArtBooksFestival...
CHERRYPOP 2024 : ‘SELAMET BERMUSIK’

CHERRYPOP 2024 : ‘SELAMET BERMUSIK’

Setelah sukses dengan gelaran pertama pada tahun 2022 dan selanjutnya pada tahun 2023 lalu, Cherrypop akan kembali hadir tahun ini selama dua hari, 10 dan 11 Agustus 2024 di Lapangan Panahan Kenari, Yogyakarta. Masih dengan semangat yang sama sebagai peristiwa kebudayaan dengan balutan utama musik, Cherrypop melibatkan pelaku budaya populer anak muda dari berbagai disiplin; musisi, perupa, arsiparis, pembuat film, pegiat kuliner, dan sebagainya. Selain menjadi arena berkreasi, melalui Cherrypop, ekosistem budaya populer anak muda ini diharapkan bisa saling berkorespondensi, membangun wacana, dan berselebrasi. Cherrypop 2024 mengangkat tema besar “Selamet Bermusik”, yang akan diisi dengan muatan konsep layaknya sebuah perayaan. Kata ‘Selamet’ diambil dari bahasa jawa ‘Slamet’ yang berarti ‘Selamat’. “Tema ini sekaligus selebrasi rasa syukur kita bersama untuk musisi dan band dengan karyanya di Indonesia yang telah berdedikasi lebih dari satu dekade” tutur Arsita Pinandita sebagai Creative Director Cherrypop.   Deretan Penampil Cherrypop 2024   Cherrypop 2024 kembali menghadirkan tiga panggung musik selama dua hari, yang akan diisi oleh puluhan penampil dari beberapa genre, dari emerging band yang baru muncul ke permukaan hingga band era 90-an yang masih eksis hingga saat ini. ”Kita coba menampilkan band yang lebih beragam genre-nya dengan lintas segmen generasi pendengar dan juga beberapa spesial set perayaan sesuai tema tahun ini,” kata  Ahmad Sobirin, Director of Festival Cherrypop 2024. Beberapa nama yang sudah dipastikan tampil dengan sajian spesial membawakan satu album penuh dan perayaan di panggung Cherrypop 2024 antara lain; FSTVLST dengan spesial set satu dekade album ‘Hits Kitsch’, The Upstairs dengan spesial set dua dekade album ‘Matraman’, Rabu dengan spesial set satu dekade album ‘Renjana’, Majelis Lidah Berduri dengan spesial set 15 tahun...