Musisi Vegan, KingMasmus, Luncurkan Single Tentang Mangga

Musisi Vegan, KingMasmus, Luncurkan Single Tentang Mangga

Lahir 21 April di Kediri, KingMasmus, musisi berambut gimbal ini sempat berpindah tempat tinggal hingga kini bermukim di Surabaya. Memilih musik Dub Reggae sebagai bentuk ekspresi-nya, KingMasmus ingin melakukan eksperimen seluasnya tanpa batas untuk menemukan kenyamanan dalam bermusik. Eksperimen yang dilakukannya tidak hanya berkutat di jenis musik tapi juga termasuk tema dan lirik. Buah mangga mungkin bagi sebagian orang hanyalah makanan biasa tapi tidak begitu bagi musisi Reggae ini. Pemilik nama lengkap Musa Ali Khan ini memilih jalan hidup sebagai seorang Vegan yang tidak mengkonsumsi hewan dan produk turunannya sehingga buah-buah-an menjadi salah satu makanan favorit-nya. Buah mangga ini yang kemudian menjadi salah satu obyek inspirasi dalam membuat lagu yang dibawakannya bersama Magix Riddim ini. KingMasmus kali ini berkolaborasi bersama Irhan, yang memakai nama panggung Magix Riddim. Irhan sendiri sebelumnya dikenal sebagai gitaris dan vokalis band Ska asal Surabaya, Heavy Monster. Single ini dibuka dengan tepukan Tabla, dilanjut repetan vokal KingMasmus yang bercerita tentang manfaat buah mangga. Dentuman sound bass khas musik Dub berpadu genjrengan gitar ala Reggae dibumbui synthesizer yang meliuk di sela beat yang mengajak semua orang berdansa sambil membayangkan lezatnya buah mangga. Single KingMasmus x Magix Riddim – Mangga dirilis oleh DoggyHouse Records tanggal 31 Januari 2019 dan bisa didengarkan melalui: Single ini nanti juga bisa distreaming melalui layanan digital semisal Spotify, iTunes, Deezer dan lain...
Rilis Video Musik, DubYouth Gelar Premiere Party

Rilis Video Musik, DubYouth Gelar Premiere Party

Ya, setelah merilis single “Roots” via DoggyHouse Records, Dubyouth kembali beraksi di lantai dansa. Irama ber-kelas “the royal sound of Ngayogjakarta” yang diproduseri oleh Heruwa ini terbukti berhasil mengajak siapapun yang mendengarkannya untuk berdansa. Duo yang sukses meracik elemen musik mulai Reggae, Jungle, House Music hingga Dub Music ke dalam atmosfir urban ini tidak hanya berhenti di penawaran audio saja. Bekerjasama dengan tim Lepaskendali Labs, dibuatlah sebuah video musik yang ciamik untuk menemani dentuman lagu yang rancak ini. Lepaskendali Labs yang juga pernah membuat video lirik lagu Shaggydog “Rock Da Mic” ini mengejawantahkan kembali “Roots” berdasar storyline yang dibuat bersama sang MC, Heruwa. Mereka memadukan visual mapping dengan kearifan lokal dimana visualisasi digital ditembakkan langsung secara mobile ke beberapa sudut landmark kota Jogja. Tidak lupa rekaman video kolaborasi Dubyouth dengan kelompok tari Angguk Sri Panglaras di gelaran Festival Kesenian Yogyakarta yang ditampilkan dalam bentuk visual mapping. Selain itu beberapa potongan video mapping dari proyek Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP) ikut mewarnai video musik yang menampilkan Hendi (Something Wrong) sebagai talent ini. Peresmian dirilisnya video musik Dubyouth – Roots maka DoggyHouse Records menggelar acara pemutaran perdana yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Desember 2018 di Iindigo Lounge (DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta), juga dimeriahkan dengan penampilan Juik Cobra @rombongreggae_official, Kulki @kulk1, Aldiano @aldiano dann acara dipandu oleh Kiki Ucup @kikiauliaucup    ...
Ramaikan Ajang Prawirotaman Fest, Black Finit Gelar Street Concert

Ramaikan Ajang Prawirotaman Fest, Black Finit Gelar Street Concert

Seperti yang kita ketahui, Albert Gerson unFinit, atau dikenal dengan nama panggung Black Finit baru saja merilis sebuah single berjudul “Bukan Puisi” yang bisa dibaca disini. Lagu ini dirilis via digital pada tanggal 1 Juni 2018 bertepatan dengan ulang tahun ke 21 Shaggydog, sang empu DoggyHouse Records yang menaunginya. Lirik “Bukan Puisi” yang diciptakan oleh seniman fotografi kontemporer, Angki Purbandono, bercerita tentang seseorang yang mensyukuri kehidupan dengan segala keindahan alam semesta dan segala keberagaman manusianya. Sebagai manusia yang mempunyai banyak teman yang saling menghormati karena saling menjunjung tinggi toleransi walaupun mempunyai pandangan hidup yang berbeda. Agama, suku, ras bahkan pilihan politik yang berbeda seharusnya bukan menjadi sebuah halangan untuk tetap menjaga nyala api toleransi terhadap keberagaman di Indonesia saat ini. Adalah Prawirotaman, sebuah area internasional yang dipadati oleh para wisatawan dari segala pejuru dunia. Kampung turis di Yogyakarta ini adalah tempat yang pas sebagai representasi keinginan manusia untuk mencari teman baru dari segala macam agama, suku dan ras. Prawirotaman sendiri menyelenggarakan sebuah festival budaya yang diisi oleh warga serta paguyuban pengusaha di lingkungan tersebut. Perayaan yang dikenal sebagai Prawirotaman Fest ini menyuguhkan kirab budaya serta pertunjukkan yang diselenggarakan di jalanan Prawirotaman 1 dan 2. Untuk tahun 2018, festival ini akan digelar pada tanggal 21-22 Juli 2018 mulai pukul 1 siang – 12 malam. Black Finit selama ini dikenal sebagai salah satu musisi yang sering wara-wiri bermain di pub-pub se-antero Prawirotaman sehingga menjadi hal yang wajar bila konser-nya pun diselenggarakan bertepatan dengan Prawirotaman Fest. Bertajuk Black Finit – Street Concert, pertunjukan ini bertempat di halaman Playon dimana Black Finit akan menyajikan beberapa nomor hits termasuk single Bukan Puisi di hari...