Gelisah Dengan Kondisi Alam, Heruwa “Shaggydog” dan Jerinx “SID” Berkolaborasi Rilis Samiya

Gelisah Dengan Kondisi Alam, Heruwa “Shaggydog” dan Jerinx “SID” Berkolaborasi Rilis Samiya

  Kondisi alam di Indonesia saat ini sangatlah memprihatinkan, asap pembakaran hutan yang merugikan banyak orang masih ditambah lagi dengan pengalihan lahan hijau untuk keperluan komersial yang dampaknya merugikan lingkungan. Begitu juga dengan isu reklamasi di Bali yang menjadikan perhatian tersendiri bagi seorang Jerinx, penggebuk drum Superman Is Dead, yang kemudian bersama kawan-kawan mencoba melawan hal tersebut dengan gerakan Bali Tolak Reklamasi. Contoh kasus lain adalah banyaknya lahan di kota Jogjakarta yang diubah menjadi area perhotelan yang lalu mengganggu area resapan air di lingkungan sekitar, hal inipun lambat laun menimbulkan pergesekan (lihat Jogja Ora Di Dol). Hal-hal diatas yang membuat dua sahabat masa kecil, Heruwa (Shaggydog) dan Jerinx (Superman Is Dead) merasa gelisah dan sepakat untuk mengeluarkan kegelisahan mereka dalam sebuah kolaborasi musik sesuai dengan disiplin ilmu yang digeluti oleh mereka selama ini. Lahirlah sebuah single yang mereka beri judul Samiya. Samiya sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya keseimbangan. Musik instrumental yang ditawarkan oleh kedua musisi di single ini merupakan sebuah perpaduan antara musik modern yang diwakili oleh genre Electronic serta musik tradisional yang diambil dari Gamelan. Perkawinan musik ini kemudian diikat dengan gebukan drum yang kuat ciri khas dari Jerinx. Artwork yang dikerjakan oleh Sono “Cap Bagong Tattoo” mengambil karakter dari dua kebudayaan yang menjadi latar belakang kedua musisi in tinggal yaitu Jawa dan Bali. Dari Jawa sendiri, Sono mengambil karakter Brahala lalu dari Bali dia mengambil karakter Buta Siu. Sementara karakter wajah banyak mengambil unsur wajah dari Brahala Jawa yang ditambah karakter Barong Bali. Di bagian bawah dari artwork ini, sebuah karakter yang diibaratkan sedang memakan sebuah kota adalah Boma yang sering dilukiskan sebagai tokoh antagonis...