Kaleidoskop DoggyHouse Records 2021

Selamat tinggal 2021, kami berharap 2022 tetap menjadi tahun produktif bagi kita semua. Terima kasih atas apresiasinya! 10 Januari – Podcast WOOF Talk edisi ketiga bersama Malik (Rumah Mesra Sukabumi) rilis di kanal YouTube DoggyHouse Records. 21 Februari – DHR merilis reinterpretasi lagu Shaggydog – Di Sayidan di digital stores. 26 Februari – Single Fajar Merah – Puisi Untuk Adik resmi rilis via digital stores. 30 Maret – Sesi pertama Doggyhouse Studio Session diunggah di kanal YouTube DoggyHouse Records bersama musisi Pop Jawa, Sendy Kurniawan a.k.a Suliz RPM. 9 April – Versi Keroncong dari lagu Shaggydog – Di Sayidan featuring Ndarboy Genk dan OK Puspa Jelita resmi dirilis via digital store. 1 Mei – Fajar Merah kembali merilis single baru via DHR, kali ini menggandeng Bagus Dwi Danto membawakan Ucapkan Kata – Katamu. 1 Juni – Ulang tahun ke 24 Shaggydog sekaligus perilisan video klip lagu Shaggydog – Di Sayidan melalui kanal YouTube TheDoggyTV. 4 Juni – Band Ska asal Malang, SlowRight, menelurkan single berjudul Jejak via DoggyHouse Records dilanjut tour promo single se-antero Jawa Timur. 11-13 Juni – DHR terlibat dalam perayaan Record Store Day 2021 chapter Yogyakarta gelaran Jogja Records Store Club di Balakosa Coffee & Co. Di event ini Shaggydog resmi merilis boxset kaset single Di Sayidan. 18 -19 Agustus – 2 proyek solo dari personel Shaggydog rilis: Heruwa dengan Ngopi Dulu Lah sehari kemudian dilanjut Richad Bernado yang menelorkan single perdana Celengan Jago. 8 Oktober – Dubyouth memoles ulang hits single mereka, Love 2 C U Dance menjadi L2CUDNC2021 dan dirilis di kanal digital. 14 Oktober – Cassette Store Week 2021 digelar di Balakosa Coffee...
Perjalanan 24 Tahun Karier Shaggydog Kini Tertuang Dalam Sebuah Buku Biografi

Perjalanan 24 Tahun Karier Shaggydog Kini Tertuang Dalam Sebuah Buku Biografi

Shaggydog memang tidak ada matinya, mungkin itu salah satu pernyataan yang berlebihan tapi menggambarkan dengan tepat tentang sebuah band yang telah melanglang buana selama 24 tahun dan semakin solid menghasilkan karya. Setelah masuk nominasi AMI Awards 2021 untuk kategori Artis Keroncong Langgam/Ekstra/Kontemporer bersama Ndarboy Genk dan OK Puspa Jelita plus merilis video klip Di Sayidan versi Keroncong, putaran sloki mereka tidak berhenti. Kali ini enam pemuda asal kampung Sayidan ini akan merilis sebuah buku. Buku yang bertema perjalanan sebuah band atau bahkan musik secara umum di Indonesia belumlah begitu banyak. Sebagian besar band dan musisi disini lebih memilih merilis karya berupa lagu daripada dokumentasi tertulis mengenai perjalanan karier mereka. Bukan sebuah fakta yang mencengangkan mengingat dokumentasi juga baru dilirik akhir – akhir ini. Shaggydog mengambil kesempatan ini dengan menggandeng eks jurnalis Kumparan, Ardhana Pragota, untuk menulis ulang perjalanan mereka berkarier. Buku ini terbagi dalam 4 bab: Rude Boy, Boom Ska, Bersinar dan Masih Bersama dimana masing – masing babak menceritakan era penanda perubahan karier serta ditambah bonus session menganalisa Shaggydog melalui data. Bagian demi bagian buku ini digali oleh Pragota dari memori para personil Shaggydog yang sering kali lupa beberapa hal detail (maklum, faktor umur) sehingga tidak jarang mereka saling bersitegang ketika mendengarkan cerita yang berbeda dari point of view masing – masing. Bersama dalam sebuah band selama 24 tahun membuat persahabatan mereka mengental, menjadikan perbedaan pendapat bahkan perseteruan menjadi hal yang bisa dimaklumi. Toh pada akhirnya mereka kembali ke band yang sudah dianggap sebagai rumah. Mulai dari era kegamangan Heruwa ketika pindah dari hiruk pikuk pesta pora-nya Bali ke atmosfer kebudayaan kota Yogyakarta yang tenang, kisah pertemuan anak...
Masuk Nominasi AMI Awards, Shaggydog Rilis Video Klip Di Sayidan (Keroncong Version)

Masuk Nominasi AMI Awards, Shaggydog Rilis Video Klip Di Sayidan (Keroncong Version)

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Shaggydog telah merilis interpretasi ulang atas hit single mereka, Di Sayidan, bulan Februari lalu. Di bulan April, Shaggydog kembali merombak lagu yang mempopulerkan nama kampung tengah kota yang terletak di pinggir sungai Code itu. Kali ini berkolaborasi dengan Orkes Keroncong Puspa Jelita dan Ndarboy Genk. Hasilnya adalah Di Sayidan versi Keroncong. Kedua lagu tersebut kemudian dirilis dalam bentuk boxset berisi kaset single, t-shirt dan gelas sloki. Tidak berhenti disitu saja, Di Sayidan pun mendapatkan polesan audio visual yang baru dalam bentuk video klip yang disutradarai oleh Bagus “Tikus” Kresnawan. Dengan mengusung konsep kembali ke Sayidan bersama dua tokoh sentral Joko dan Lisa, video klip ini kemudian tayang perdana melalui kanal YouTube: TheDoggyTV tepat pada hari ulang tahun ke 24 Shaggydog, 1 Juni 2021. Versi Keroncong dari lagu yang juga masuk di 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia ini kemudian juga dibuatkan sebuah video klip bekerjasama dengan Collabonation. Kembali menggandeng Bagus “Tikus” Kresnawan, video klip Di Sayidan versi Keroncong melanjutkan cerita tentang Joko dan Lisa. Setelah berpisah sekian lama, kedua-nya bertemu di Warung Jawi, Ndalem Sopingen, Kotagede untuk saling bercerita tentang kisah kehidupannya. Selain personil Shaggydog, Orkes Keroncong Puspa Jelita dan Ndarboy Genk, tampak cameo dari beberapa musisi lain yang ikut menyemarakkan video klip, diantaranya Kunto Aji dan Iga Massardi (Barasuara) yang tampak menikmati lezatnya bakmi Jawa ditambah hangatnya wedang ronde serta kemunculan tak terduga Sal Priadi di akhir video. Video klip Shaggydog feat. Orkes Keroncong Puspa Jelita & Ndarboy Genk – Di Sayidan (Keroncong Version) ini sudah bisa dinikmati melalui kanal YouTube: TheDoggyTV Sementara itu, single Keroncong kolaborasi Shaggydog bersama...
Dubyouth Daur Ulang Hits Single Love 2 C U Dance

Dubyouth Daur Ulang Hits Single Love 2 C U Dance

Sudah dua tahun sejak terakhir kali duo yang digawangi Heruwa a.k.a Poppa Tee dan Andy Zulfan a.k.a Metzdub merilis single “Stomp” di tahun 2019, yang saat itu featuring bersama Rio Sidik pada trumpet, dan Melati pada vokal. Kondisi pandemi rupanya tidak membuat duo ini surut dalam berkarya, di tahun 2021 ini mereka kembali lagi, dengan single baru berjudul “L2CUDNC2021” (baca : Love To See You Dance 2021). Single ini merupakan sebuah karya  re-make (daur ulang) dari salah satu lagu mereka di album pertama tahun 2012 yang berjudul “Love 2CU Dance”. Mereka melakukan perombakan aransemen pada single daur ulang ini, irama dan nuansa yang lebih mengarah ke perpaduan old-school Dubstep / futuristic – Dub dengan bass line Reggae yang kental, serta menambahkan juga sedikit unsur brass section, perpaduan drum akustik dan drum mesin, plus dukungan vokal latar wanita dari seorang solois asal Jogja, Zeina. Plus, mungkin ini sesuatu yang masih jarang dilakukan band lain, 3 hari sebelum rilis, 5 Oktober 2021, mereka merilis versi NFT dari artwork (karya Denny Bagoes, seorang disainer asal Malang) single “L2CUDNC2021”. Artwork ini lalu ‘dihidupkan’ menjadi sebuah motion video, oleh kolektif visual Lepaskendali Labs. NFT art ini dijual sebanyak 500 edisi dengan mata uang Crypto, di website market place NFT art independen, Hic Et Nunc. Single “L2CUDNC2021” ini dimixing dan mastering oleh Soba dan Heruwa a.k.a Poppa Tee di Soba Studio, dan dirilis via digital stores 8 Oktober 2021 oleh DoggyHouse Records. Selipan lirik “… 2021 still a Dubyouth rocker, still a groove rider from the city of Jogja..” seperti mengukuhkan bahwa Dubyouth Soundsystem masih membara dari kota...
Inspirasi Budaya Ngopi Dalam Single Baru Heruwa

Inspirasi Budaya Ngopi Dalam Single Baru Heruwa

Sejarah kopi di Indonesia bermula pada tahun 1696. Pada saat itu, Belanda atas nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mendarat di Jawa membawa kopi dari Malabar, India. Kopi yang pertama kali dibawa itu merupakan jenis Arabika. Pada tahun 1700-an, kopi menjadi komoditas andalan VOC. Sampai saat ini, ngopi, minum kopi sambil bercengkrama dan berdiskusi adalah budaya bangsa Indonesia. Momen yang hampir sama seperti tahun lalu, ketika Heruwa merilis lagu “Dendang Harapan”, “Ngopi Dulu Lah” adalah sebuah lagu yang ditulisnya untuk mengisi hari-hari di rumah, saat pemerintah Indonesia sedang menerapkan PPKM darurat. Dimainkan, direkam, mixing dan mastering sendiri di studio pribadi miliknya di rumah. Untuk foto cover artwork, dia minta tolong kakaknya yang juga seorang fotografer, Bambang Wijaya. Lagu simpel bernuansa Reggae-akustik-Dub ini terinspirasi dari sebuah ritual yang dia jalani sehari-hari; Ngopi. Menurutnya, ngopi adalah layaknya seperti ritual awal dan akhir dari sebuah hari, pagi dan sore. Kopi adalah bahan bakar para pekerja dan pemikir. Seperti apapun kondisi sebuah negara atau masyarakat, semua diakhiri dan diawali dengan segelas kopi. Bila sudah duduk satu meja, ngopi tidak mengenal kasta, derajat atau kelas. Secangkir kopi bisa menjadi ‘sarana komunikasi’ pemersatu bangsa. Lagu ini akan dirilis via Soundcloud bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2021 oleh label rekaman milik Shaggydog, DoggyHouse Records. Semoga kopi yang kita teguk, menjadi cahaya bagi penglihatan, badan, pikiran dan menjadi penawar hati. “…Ngopi dulu lah, baru lanjut yang...