by admin | Apr 27, 2016 | News
Musim panas di Tokyo bisa menjadi hal yang sangat mengganggu. Hal tersebut yang membuat para penghuni kota metropolitan Jepang ini mencoba melarikan diri ke pantai, dan pantai Zushi di Kanagawa menjadi salah satu tempat pelarian musim panas paling populer. Sayangnya pantai ini melarang pemutaran musik keras, tattoo dan barbecue, tapi diantara semua larangan tadi terselip sebuah event yang harus dihadiri terutama pada saat Golden Week, The Zushi Beach Film Festival (ZBFF). ZBFF adalah sebuah festival film tahunan yang diorganisir oleh Cinema Caravan, sebuah kolektif seniman Jepang yang mempergunakan video/film sebagai media. Dengan konsep Play With The Earth, kolektif ini sering mengadakan pemutaran film secara interaktif melalui format bioskop keliling dengan tempat yang dekat dengan alam semisal di atas bukit atau tepi pantai yang sepi. ZBFF tahun ini adalah yang ke tujuh kalinya digelar, dan kali ini akan berlangsung mulai 28 April sampai 8 Mei 2016. ZBFF sendiri secara ironis menawarkan semua hal yang dilarang di pantai tersebut mulai dari pemutaran bermacam jenis film, pertunjukkan musik keras, tattoo serta pesta makanan tradisional setiap harinya. Selain itu, festival ini juga menyajikan pergelaran seni, budaya serta olahraga ekstrem dari berbagai negara yang ditunjuk sebagai tema harian, termasuk Indonesian Day. Untuk informasi lain mengenai ZBFF, silahkan cek: www.zushifilm.com Pada ZBFF 2016 kali ini, Cinema Caravan mengundang lima seniman Indonesia untuk mengkurasi Indonesian Day yang tidak hanya menyajikan unsur film dan seni rupa tetapi juga musik, makanan serta budaya lokal lainnya. Indonesian Day di ZBFF 2016 yang diselenggarakan pada 7 Mei 2016 nanti akan menggelar permainan interaktif lomba ala tujuh belasan semisal Lomba Makan Krupuk, Balap Karung, Voli, Lari Bakiak serta memasak masakan Indonesia....
by admin | Apr 23, 2016 | News, Releases
A self release soundtrack from the AADC2 movie, Libertaria – Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria) will be on the radio airplay started today April, 23, 2016. You can buy the single the from iTunes and Spotify OR You can get the digital download HERE Also available as a driving license designed USB flash drive, order now through : info@doggyhouserecords.com Sebuah soundtrack rilisan mandiri dari film AADC2, Libertaria – Ora Minggir Tabrak (Kill The DJ x Libertaria) akan diputar serentak mulai hari ini, 23 April 2016, di beberapa radio nasional. Lagu ini bisa dibeli di iTunes dan Spotify ATAU Format digital bisa diunduh DISINI Single ini juga bisa dipesan dalam bentuk flashdisk berwujud kartu SIM kapasitas 4GB seharga Rp.130.000,- (langsung) atau Rp.150.000,- (via pos). Silahkan pesan dengan subjek “Pesan Flashdisk SIM AADC2” melalui : info@doggyhouserecords.com Media Partners: ...
by admin | Apr 13, 2016 | Uncategorized
[contact-form-7 id=”632″ title=”Order Form_DVD”]
by admin | Apr 13, 2016 | News, Releases
Euforia dari rilisnya sekuel film legendaris Ada Apa Dengan Cinta (AADC) sudah semakin panas, bahkan sejak proses produksi film ini, meskipun rilisnya baru akan terjadi pada akhir April, setiap kemunculan berita atau trailer, bahkan iklan komersil, menjadi trend di sosial media. Hal ini wajar karena AADC dicatat sebagai tonggak kebangkitan film nasional. Bagi mereka yang berumur 30 s/d 40 tahun dan pada tahun 2002 bersinggungan dengan hebohnya AADC, pasti ingat betul setiap deatil peristiwanya, bahkan hingga dialog-dilaog dalam film tersebut. Tidak ketinggalan lagu-lagu dalam album soundtrack AADC yang digarap oleh Anto Hoed dan Melly Goeslaw yang mengiringi kisah kasih Rangga dan Cinta. Pada AADC2, Anto Hoed dan Melly Goeslaw kembali terlibat untuk membuat album soundtrack-nya, namun ada satu nama musisi dari Yogyakarta; Marzuki Mohamad a.k.a Kill the DJ dipilih untuk membuat single sebagai soundtrack AADC2. Pria yang akrab disapa Juki, pendiri Jogja Hip Hop Foundation ini, awalnya mengaku ragu dengan tawaran Mira Lesmana (produser) dan Riri Riza (sutradara), dia berpikir bahwa karakter musiknya tidak akan cocok dengan film AADC2. Namun setelah membaca naskah dan melalui berbagai diskusi akhirnya menyanggupi tawaran tersebut. Sesuai dengan karakter musiknya yang nJawani, Kill the DJ kemudian mencari referensi literatur Jawa yang bisa cocok dengan scene AADC2 yang melibatkan dirinya. Juki mereproduksi teks Cakra Manggilingan dan lagu dolanan anak untuk menggambarkan waktu yang terus berjalan dan setiap orang akan tumbuh secara organik untuk membentuk dirinya, kadang kita bangga, kadang kita menyesal, namun tidak akan bisa memutar ulang setiap momen yang sudah lewat. Dari teks tersebut terciptalah sebuah lagu yang diberi judul “Ora Minggir Tabrak” dalam gaya Electronic Dance Music (EDM) namun masih dengan sentuhan Jawa....
by admin | Mar 29, 2016 | News, Releases
Pada tahun 2015 lalu, salah satu gelaran festival musik Ska terbesar dan tertua di Indonesia, Sound of Ska, sukses digelar di auditorium Jogja National Museum. Event yang telah berlangsung sejak era 90an dan sempat vakum ini coba dihidupkan kembali oleh tim Doggy House Production. Di edisi ke lima ini Sound Of Ska mencoba menyandingkan band baru dengan band lama. Band-band lama semisal Shaggydog, Black Sky dan Noin Bullet tak canggung bergandengan tangan berdansa dengan band-band baru diantaranya Social Hitam Putih dan The Ska Banton. Sound Of Ska pun membuka diri terhadap perkembangan musik Ska saat ini dengan mengakomodir bermacam jenis musik Ska di event kali ini mulai Traditional Ska sampai Ska Core bahkan model big band orchestra seperti yang dibawakan oleh Sentimental Moods. Tak hanya dari segi jenis musik dan umur band, Sound of Ska mengajak semua yang menikmati malam indah tersebut untuk peduli terhadap hak binatang dengan menyisihkan pendapatan mereka untuk didonasikan kepada Animal Friends Jogja (AFJ). AFJ sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba yang berkegiatan dibidang pengurusan binatang yang terlantar. Tentunya hal ini menjadi salah satu nilai lebih event Sound of Ska yang tidak cuma mengagungkan kesenangan tapi memberikan kepedulian-nya terhadap hal lain. DVD Sound Of Ska ke lima ini sendiri disutradarai oleh Sidharta Tata, seorang sutradara muda berbakat yang mengawali kegiatan-nya di dunia seni sebagai bassist dari band Hardcore, Throughout, dan kemudian membentuk Kebon Studio. Beberapa film hasil besutannya berhasil mencuri perhatian khalayak misalnya film Natalan, yang diputar di Jogja Netpac Asian Film Festival 2015. Film dokumentasi berdurasi satu jam delapan menit ini akan dirilis oleh Doggy House Records bertepatan dengan hari film nasional yang jatuh...