OUT NOW THROUGH DIGITAL STORES! RASVAN AOKI FEAT. KIKOO & ALFRED THE ALIEN – CAN WE TALK?

OUT NOW THROUGH DIGITAL STORES! RASVAN AOKI FEAT. KIKOO & ALFRED THE ALIEN – CAN WE TALK?

FINALLY! The baby is here, Sebuah Single dari RasvanAoki feat. Kikoo feat. Alfred the Alien Sebuah lagu yang bergenre Dub Reggae-Poetic (menggabungkan syair & puisi dengan musik Dub Reggae). Tell yo friends, yo family, tell everyone kalau ada lagu aneh yang harus mereka dengerin✨ —- Song by Kikoo & Rasvan Lyrics by Kikoo,Alfred The Alien Voc & Guitar – Kikoo Guitar – Rasvan Bass – Rhesa Filbert Electric Piano, Synth – Ariefin Drum programer – Irhan Magixriddim Music Produced by Rasvan Recording & Mixing at Trek House Studio Mixed by Pras Imansyah Mastered by Donney Wagna Artwork by Nalta Films & Graphics by Kubik Commercial —- Released by Doggy House Records ©️ 2020...
RILIS “CAN WE TALK?”, RASVAN AOKI GANDENG KIKOO SAJIKAN NUANSA POETRY-DUB

RILIS “CAN WE TALK?”, RASVAN AOKI GANDENG KIKOO SAJIKAN NUANSA POETRY-DUB

Sebagian dari kita tentunya masih ingat dengan duo asal Surabaya, Rasvan Aoki, yang pada tahun 2018 lalu sempat mengharu biru blantika skena indie lokal dengan album Tyaga. Ke delapan lagu di album tersebut adalah buah totalitas Rasvan dan Aoki dalam menciptakan sebuah karya musik yang tulus. Tanggal 4 Desember 2020 nanti Rasvan Aoki  akan merilis single terbaru “Can We Talk?” mengandeng pendatang baru Kikoo  dan  Alfred The Alien yang mengisi bagian rap pada lagu ini, dan bisa dibilang lagu ini mengusung musik genre Dub Reggae/ Poetry-Dub, yaitu penggabungan syair/ puisi dengan musik dub Reggae yang identik dengan delay, reverb dan dub over dub. Bersama dengan Kikoo yang merupakan penyanyi/ penulis lagu pendatang baru wanita asal Sorowako (Sulawesi Selatan) ini membawakan lagu “Can We Talk?” yang ditulis olehnya. Lagu ini menggambarkan tentang situasi yang pernah ia alami, saat berada di situasi early 20’s dimana saat itu ia tengah berperang dengan batin yaitu antara childish side vs mature side dirinya. Kikoo mendedikasikan lagu “Can We Talk” untuk orang-orang terdekatnya, dan berharap agar siapapun dapat lebih aware terhadap persoalan mental health. “if you can’t be their home, at least be the rest area for them. Please learn how to genuinely care with someone and don’t fake it because they actually know when you fake it.” kata Kikoo. Menariknya, pertemuan dengan Kikoo di awal masa pandemi tergolong cepat dan tidak disangka. Kehadiran Kikoo berawal di awal tahun 2020, saat Vajra Aoki memutuskan untuk istirahat selama hamil dan Kikoo menggantikan Vajra untuk sementara. Setelah melahirkan, Vajra Aoki memutuskan untuk tidak melanjutkan perannya di Rasvan Aoki. Saat ini, Rasvan berperan sebagai Produser sedangkan Kikoo sendiri...
Kaleidoskop DoggyHouse Records 2019

Kaleidoskop DoggyHouse Records 2019

Lima tahun sudah DoggyHouse Records berdiri sebagai salah satu unit produksi milik Shaggydog. Selama tahun 2019 DHR telah merilis 4 single, yaitu: KingMasMus x Magix Riddim – Mangga, Shaggydog – Jangan Gontok-Gontokan, Keynie – Little Liar Man dan Dubyouth – Stomp. Dua album penuh dari Black Finit – Digiyo Digiye dan 8 Creative pun dirilis oleh label ini selain membantu perilisan ulang album Sangkakala – Heavymetalithicum. Tidak hanya rilisan, tercatat label ini juga menggelar beberapa kegiatan yang menunjang perilisan artis mereka ambil contoh misalnya screening video musik Black Finit dan KingMasmus x Magix Riddim serta event tahunan Records Store Day dan Cassette Store Day chapter Yogyakarta. Belum lagi geliat DoggyHouse Records Artist Management (DRAM) yang mengurusi jadwal manggung 2 artisnya: Dubyouth dan Black Finit. Untuk memenuhi permintaan beberapa band yang ingin melakukan proses mixin dan mastering, DoggyHouse Studio pun dibuka untuk umum mulai Juli. Terdapat 3 paket mixing mastering yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki. Tahun 2019 banyak membawa kesan pembaruan di tubuh DoggyHouse Records. Mulai dari beberapa volunteer muda di bidang desain, video dan fotografi panggung yang bergabung membuat unit ini menyuntikan kesegaran baru ke tubuh Shaggydog. Semoga di tahun 2020 nanti lebih banyak lagi inovasi dan pembaharuan yang membawa kemajuan bagi semuanya. Berikut ini kaleidoskop tahun 2019 dari DoggyHouse Records: Januari DoggyHouse Records memulai tahun 2019 dengan single Mangga dari kolaborasi duo musisi Dub, KingMasMus x Magix Riddim, yang diedarkan melalui kanal musik digital mulai tanggal 31 Januari Februari Menyambut hari kasih sayang, DoggyHouse Records bersama Doggy Shop menggelar sale Couple Package berupa promo beli 2 kaos dengan desain yang sama hanya seharga 200k...
Terinspirasi Tingkah Anaknya, Heruwa Bikin Lagu Baru Untuk Dubyouth

Terinspirasi Tingkah Anaknya, Heruwa Bikin Lagu Baru Untuk Dubyouth

Mungkin kita akan mahfum ketika seorang musisi sudah berkeluarga apalagi menimang anak, maka produktifitasnya dalam bermusik akan perlahan menurun. Tiba masa susah membuat lagu yang nyantol di telinga, berpotensi nge-hits maupun insting untuk ber-eksplorasi. Tapi tidak dengan Heruwa dan tandem-nya di Dubyouth Soundsystem, Metzdub. Setelah sukses merilis “Roots” dalam bentuk digital dan video musik yang dikerjakan dengan tehnik yang tidak biasa, duo ini tidak berdiam diri. Disela rangkaian manggung Heruwa yang padat berbagi dengan Shaggydog serta jadwal momong anak, Dubyouth kembali melepas single terbaru. “Stomp” dipilih sebagai judul lagu yang bakalan membuat siapapun yang mendengarnya tidak kuasa menghentak lantai dansa.  Siapa nyana justru lagu ini pertama kali terinspirasi oleh momen tingkah polah Atha, anak semata wayang Heruwa. “Setiap habis mandi, Atha pasti disuruh membersihkan kakinya di keset sama mamanya. Nah pas membersihkan kaki tadi di-iringi dengan kata-kata “stomp, stomp, stomp” , dengan nada seperti di lagu “Stomp” ini” ujar Heruwa mengenai kisah dibalik penciptaan “Stomp”.   Ditilik dari segi musikal, “Stomp” mencampurkan komposisi dari beberapa irama dan nada. Dimulai dari intro-nya yang mengadopsi  musik khas Timur Tengah lengkap dengan alunan serunai. Beranjak ke tengah ada nuansa Meksiko dengan tiupan trumpet Rio Sidik yang meliuk membawa angan kita menuju ke sebuah pesta kartel di Sinaloa.  Musik yang melekat di “Stomp” mungkin mengadopsi scale tradisional dari Arab dan atmosfir Meksiko tapi beat Reggaeton tampak mendominasi keseluruhan komposisi-nya. Hal ini dipermanis lagi dengan balutan string dari Ferry Kurniawan dan genjrengan gitar kolega Heruwa di Shaggydog, Raymond. Belum lagi vokal centil Melati (yang pernah menjadi backing vokal di lagu Shaggydog feat. NDX AKA -Ambilkan Gelas) menambah semarak lagu berdurasi  4.17 menit ini. Single...
Kebohongan Dalam Single Terbaru Keynie

Kebohongan Dalam Single Terbaru Keynie

Yogyakarta seakan tidak ada habisnya dengan persediaan musisi yang fresh dengan segala jenis musik yang mereka ciptakan. Bisa jadi kota ini memang merupakan laboratorium bagi para musisi untuk menghasilkan karya yang cenderung fresh dan berani. Salah satu musisi kota gudeg yang digadang – gadang akan menghasilkan materi yang menarik ini adalah Keynie. Bermain di ranah musik Dansa Elektronika dan keberaniannya dalam memproduseri lagunya sendiri membuat Keynie terlihat stand out diantara deretan rookie. Hal inilah yang membuat seorang Heruwa “Shaggydog” tertarik untuk membantu mengedarkan lagu milik Keynie melalui label rekaman milik Shaggydog. Gayung pun bersambut dengan hadirnya DoggyHouse Records sebagai fasilitator untuk merilis materi yang selama ini mengendap di studio. Setelah proses rekaman yang cukup melelahkan termasuk berganti studio akhirnya rampung juga single pertama Keynie. Diberi judul “Little Liar Man”, komposisi ini berkutat pada cerita kebohongan seorang lelaki atas dasar romansa. “Kalo cerita dibalik lagunya itu sih sebenernya dari pengalaman pribadi. Jadi ada cowok gitu yang bertahan hidup dengan berbohong ke semua orang” ungkap Keynie mengenai kisah dibalik pembuatan lagu ini. Lelaki yang diceritakan dalam “Little Liar Man” ini bertahan hidup dengan banyak membuat dinding dusta yang  mengelilingi kehidupannya. Sayangnya banyak orang yang percaya dan menaruh rasa hormat atas bualan yang disusunnya. Hingga kemudian terungkaplah bahwa itu semua hanyalah kedustaan. Akumulasi dari berbagai macam kepalsuan lelaki ini yang kemudian berdampak buruk dan merugikan banyak orang. Dalam musiknya, Keynie menggabungkan berbagai mode musik dansa dengan pengaruh Pop dan R&B kontemporer. Dengan sadar Keynie memutar pengaruh input kolaboratif menjadi suara yang bertekstur, eksploratif, baik yang intim maupun yang luas. Hasilnya, “Little Liar Man” terasa intim sekaligus berlimpah — kumpulan nada Elektronika ruminatif...