Semangat Kolaborasi dan Lokalitas di Single Metzdub & Sirin Farid Stevy

Semangat Kolaborasi dan Lokalitas di Single Metzdub & Sirin Farid Stevy

Ekosistem seni Yogyakarta termahsyur sebagai kota yang punya banyak talenta kreatif, saling berjejaring lintas bidang dan merandai genre dengan produksi karya-nya senantiasa berkelanjutan. Didukung dengan komunitas organik yang saling menyokong, saling topang, memunculkan ruang demi ruang pertemuan kolaborasi nan kreatif. Tidak heran kolaborasi di lingkup musisi dan seniman sering muncul secara organik di kota ini, salah satunya kongsi antara Metzdub dengan Sirin Farid Stevy ini.   Tentang Metzdub Metzdub, produser musik elektronik berbasis di Jogja ini barusan menyabet perhatian publik dengan kolaborasi-nya bersama Elda Suryani (Stars & Rabbit).  Meskipun ini bukan kolaborasi pertama-nya dengan musisi lain, “Prachodayat” memantabkan evolusi langkahnya untuk eksplorasi kemungkinan lain setelah sebelumnya dikenal sebagai separuh dari duo Dubyouth Soundsystem.   DJ yang juga seorang audio enthusiast produk speaker Muztika ini pada awalnya mengulik drum & bass, seiring berjalannya waktu Metzdub mulai mengeksplorasi pencerahan spiritual yang membuatnya ber-evolusi secara signifikan, bisa dilihat dari beberapa karya project solo-nya. Satu diantaranya adalah kolaborasi bersama gitaris Seek Six Sick, Jimi Mahardikka, menghasilkan duo Mackerel dengan single “Aku Ingin Seperti RX King” yang penuh balutan dub, trip hop serta sentuhan psychedelic gitar.   Tentang Sirin Farid Stevy   Bagi beberapa orang, Sirin Farid Stevy dikenal sebagai vokalis dan lirikus band almost rock, barely art, FSTVLT. Sementara orang lain mengamini kiprah alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta jurusan Disain Komunikasi Visual ini sebagai seniman desain visual yang punya atribut kuat. Selama kuliah, lingkaran pertemanannya dengan kawan – kawan di luar bidang desain visual membuatnya berkelindan dengan dunia musik sekitar 2003.   Seni musik yang awalnya ditempatkan seniman yang berada di balik logo KAI ini sebagai wilayah untuk bersenang senang akhirnya menyusup ke...
Dengar Bagaimana Slowright Menceritakan Pertemanan Mereka di Single SIDE BY SIDE

Dengar Bagaimana Slowright Menceritakan Pertemanan Mereka di Single SIDE BY SIDE

Slowright, band Malang ini akan kembali merilis single baru setelah bulan Agustus tahun lalu mereka merilis album penuh pertama-nya, High & Low. Masih di bawah naungan DoggyHouse Records dan diproduseri oleh SB Tunes, Slowright melemparkan amunisi terbarunya, kali ini dengan sesuatu yang berbeda. “Kami sadar betul masa promo album High & Low masih sedang berjalan dan masih banyak yang harus di lakukan. Tapi sedikit menengok ke belakang, Sandy Armita (vokalis baru Slowright) bergabung ketika materi album High And Low sudah jadi, tinggal mengisi vokal saja. Akhirnya Sandy kami paksa untuk menulis semua lirik album tersebut dalam waktu yang sangat singkat” ungkap Slowright mengenai proses album perdana mereka. Dari sini akhirnya Slowright pun sepakat untuk membuat materi baru yang nantinya Sandy ikut secara penuh dalam setiap proses kreatifnya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Slowright yang kini beranggotakan Sandy Armita (vokal), Mochamad Raja Sandyapura (gitar) dan Fandi Bagus Tofani (drum) ini langsung meracik materi lagu baru yang diberi judul SIDE BY SIDE. Ketiganya sepakat menunjuk Fifan Christa/Atlesta (Pops You Good studio) sebagai eksekutor dari ide-ide mereka. Materi baru yang menyempurnakan formula reggae dengan hip-hop dan rock ini juga sebagai penanda perubahan dari materi Slowright sebelumnya. Tidak dapat di pungkiri, cara Sandy ngerap serta bernyanyi  membawa banyak pengaruh baru ke dalam Slowright dan member lainnya menanggapi dengan sangat positif. “Sejujurnya butuh banyak kompromi dalam proses kreatif SIDE BY SIDE, semua di lakukan atas dasar respect sesama member Slowright untuk mendapatkan hasil terbaik dan menciptakan sesuatu yang baru dan lebih segar!” jelas mereka mengenai perubahan yang terjadi dalam penulisan materi baru-nya. Secara lirik SIDE BY SIDE bercerita tentang pertemanan Slowright serta perjalanan singkat...
Padukan Hip-Hop dan Dub/Reggae, Dubyouth & BAP. Rilis Single Kolaborasi Just Dub It

Padukan Hip-Hop dan Dub/Reggae, Dubyouth & BAP. Rilis Single Kolaborasi Just Dub It

Duo dub/reggae Indonesia Dubyouth dan artis hip-hop BAP. akan merilis single baru yang menyatukan dua gaya berbeda dengan atmosfer yang menyenangkan dan santai. Berjudul “JUST DUB IT”, single baru ini merupakan hasil kolaborasi antara Dubyouth yang berbasis di Jogjakarta dan BAP. dari Jakarta. Keduanya berkolaborasi untuk memadukan ritme reggae dan dub dari Dubyouth yang santai dengan ketukan hip-hop ala BAP. yang dinamis dan terasa hidup. Dimulai pada tahun 2003, Dubyouth menggabungkan banyak genre musik, mulai dari reggae dan dub, oldschool jungle, hip-hop, ragga, house music, dan urban vibe, dengan attitude rude boy. Heruwa a.k.a Poppa Tee adalah dalang di balik proyek ini dengan bantuan dari Metzdub di konsol mixing selama pertunjukan live mereka. Setelah tur Eropa mereka, pada tahun 2012 Dubyouth merilis album debut self-titled yang sangat dinantikan melalui Demajors. Sementara di balik BAP., Kareem Soenharjo, mendapat pengaruh mulai dari hardcore, punk, jazz, hingga LA beat scene. Selera hip hopnya yang eklektik dan dari mendengarkan berbagai jenis lagu telah memberinya keunggulan di skena musik Indonesia. Dengan 2 album, 1 kolaborasi dengan Basboi dan Best Asian Album 2021 (versi NME Asia) diikuti dengan Best Hip Hop Album 2022 (AMI Awards) di tangannya juga penampilan live yang memukau, BAP. adalah musisi yang harus diperhatikan sepak terjang-nya. Perpaduan kedua gaya mereka menciptakan suara unik yang segar dan familiar di saat yang bersamaan. “JUST DUB IT” hadir dengan beat santai ala Dubyouth, bassline cool funk-esque, sound synth yang lebar serta beat dan sajak BAP. yang mantab datang bersama dalam perpaduan yang mulus. Lagu ini menampilkan vokal toasting yang berat dan penuh perasaan dari Poppa Tee, dikombinasikan dengan pembawaan vokal gaya rap yang rapat...
NDX AKA Galang Solidaritas Cinta Bareng Dua Personil Shaggydog

NDX AKA Galang Solidaritas Cinta Bareng Dua Personil Shaggydog

Setelah sukses dengan kolaborasi Ambilkan Gelas yang menyabet AMI Awards, kedekatan personil NDX AKA dan Shaggydog makin kuat. Beberapa panggung musik diwarnai dengan kolaborasi mereka di atas panggung yang sukses membuat penonton bergoyang. Solidaritas selama ini identik dengan prinsip gotong royong sebagai budaya khas Indonesia yang terus bermunculan ke permukaan dalam berbagai bentuk, salah satunya dalam hal bermusik. Dalam menyikapi kondisi yang ada, kita juga membutuhkan adanya jalinan solidaritas yang saling menguatkan antar sesama. Hal inilah yang menjadi alasan kuat kolaborasi terbaru NDX AKA dengan dua player Shaggydog. Di sela proses perilisan album baru yang belum juga kunjung selesai, duo Nanda dan PJR Michropone berkolaborasi dengan Heruwa dan Raymond. Brainstorming ide dan workshop dilakukan di sela jadwal manggung kedua band yang kembali padat. Dengan menggandeng Heruwa sebagai produser, proses rekaman single yang diberi judul Solidaritas Cinta ini dilakukan di DoggyHouse studio. Solidaritas lah yang membuat seniman kontemporer, Agan Harahap, juga ikut ambil bagian di single ini. Artwork yang dikerjakan oleh Agan Haharap sendiri diilhami dari poster film Indonesia era 90an dengan penggambaran dua mobil icon era itu juga figur dua personil NDA AKA serta Heruwa dan Raymond terpampang jelas di atasnya. Dibuka dengan lirik mix bahasa Jawa dan Indonesia dibarengi pencetan tuts keyboard, duo asal Bantul ini melafalkan “solidaritas cinta, menguatkan diriku, matur nuwun kabeh dinggo koncoku”. Kemudian beat eklektik campuran elektronik dan dangdut koplo siap mengajak siapa saja untuk berdansa. Di tengah lagu, tetiba menyeruak sayatan solo gitar Raymond dilanjutkan suara Heruwa yang khas. Keseluruhan vibe Solidaritas Cinta cocok digunakan untuk saling menguatkan teman yang sedang mengalami krisis percintaan. Single yang ditulis keroyokan oleh Heruwa, DF, Seto Tamtomo...
Cakrux Geber Realita Ekonomi Kelas Menengah di Single Kredit Motor

Cakrux Geber Realita Ekonomi Kelas Menengah di Single Kredit Motor

Jogja kembali melahirkan band baru, kali ini Cakrux yang berisikan muka lama di skena musik lokal. Adalah Putro Sehat (gitar & vokal), Heri Bertus (bass & vokal) dan Edo (drum) yang berada di balik trio pengusung punk minimalis ini. Putro sendiri pernah mengguncang panggung bersama trio punk grunge, The Franskenstone yang sempat merilis beberapa album bahkan tour Asia tenggara. Selain itu, founder pedal efek Sehat Effectors ini pernah mengharu biru bersama duo akustik, Indigo Moon, yang single-nya masuk di kompilasi DoggyHouse Records, Doggy Bark volume 1 beberapa tahun silam. Sehingga wajar rasanya jika kemudian Cakrux menggandeng DoggyHouse Records untuk merilis single mereka. Sebelumnya Cakrux telah meluncurkan single pertama berjudul Kredit Motor dan beberapa single dalam bentuk video yang terangkum dalam satu mini album via YouTube. Dari segi musik, Cakrux tidak menawarkan kebaruan, malah terkesan minimalis dengan penggunaan gitar empat senar dan bass dua senar. Perpaduan punk tiga chord, sedikit bumbu Motorhead dan lirik lugas serta sederhana yang mudah dicerna tanpa menghilangkan esensi makna-nya menjadi nilai plus Cakrux. Kredit menjadi sebuah urusan yang lekat dengan kebanyakan masyarakat menengah ke bawah, itu diperlihatkan dengan lugas dan to the point di lirik Kredit Motor. “Lagu ini berkisah tentang bapak-bapak kelas menengah yang terhimpit ekonomi, jadi kredit motor adalah pilihan terakhir. Setiap hari ditagih hutang, tapi karena uang hanya cukup untuk makan sehari-hari sampai motor rusak kreditnya belum lunas,” ungkap Putro mengenai kisah dibalik penulisan lirik Kredit Motor yang mudah diingat ini. Dengan menggandeng Seto Brahmana sebagai produser, proses rekaman, mixing dan mastering Kredit Motor dilakukan di DS Records Yogyakarta. Single Cakrux – Kredit Motor sudah beredar di kanal digital stores (Spotify, TikTok,...