UNPRESSURE HUE – IN CONJUNCTION WITH THE JANSEN BANALWISATA TOUR CHAPTER YOGYAKARTA

UNPRESSURE HUE – IN CONJUNCTION WITH THE JANSEN BANALWISATA TOUR CHAPTER YOGYAKARTA

YKVVKND I Kolektif37 | Koloni Gigs Dengan Tergesa Mempersembahkan UNPRESSURE HUE 11 November 2022 di The Ratan (Jl. Ringroad Selatan No.93, Glugo, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) Band yang main: – Sangkakala – Thats Rockefeller (Jakarta) – The Jansen (Bogor) – The Kick – Roket – Los Fungos – Untitled Joy – Ikbal Lubys (Launching Sangkakala x Stomhand Preamp) – Bisa MC: M Havid Khirzin Artwork: Iwe Ramadhan Tiket Presale: 25 ribu Tiket OTS: 40 ribu Pembelian tiket presale, hubungi WhatsApp 0895 0938 9237 (Jika kuota sudah penuh, penjualan tiket presale akan ditutup) Didukung oleh: The...
Shaggydog Gambarkan Suasana Klitih Melalui Koboi Kota

Shaggydog Gambarkan Suasana Klitih Melalui Koboi Kota

Beberapa waktu lalu Yogyakarta sedang merebak kejahatan jalanan di malam hari. Tidak peduli di bulan puasa, klitih sempat kembali merajalela hampir setiap malam. Di jagat Twitter pun merebak tagar #klitih bahkan sampai muncul #1hari1klitih yang menginformasikan update kejahatan anak muda ini. Istilah klitih sebelumnya dimaknai sebagai aktifitas keliling kota untuk mengisi waktu luang tanpa tujuan yang jelas. Term ini lalu diadopsi oleh para pelajar sebagai kegiatan mencari musuh dari sekolah lain. Sekarang klitih berkembang menjadi kejahatan jalanan dari anak muda pengecut yang menargetkan pengendara sepeda motor secara acak di malam hari. Sebagai warga Jogja sekaligus musisi yang sering berkegiatan di malam hari, hal ini pun mengundang kekhawatiran para personil Shaggydog. Bagaimana tidak, sehari hari-nya mereka banyak ber-aktifitas di malam hari semisal manggung maupun rekaman di studio yang kadang tidak mengenal waktu. “Jadi selama bulan puasa itu Shaggydog kan sedang rekaman lagu untuk album baru kami. Sering banget pulang mendekati subuh, tentu saja pulang-nya ada rasa was – was kalo nanti dibacok orang dari belakang” ungkap Heruwa. Dasar musisi, hal yang menjadi kekhawatiran bersama ini kemudian menjadi inspirasi untuk merekam ulang lagu Koboi Kota. Single lepas yang belum pernah dirilis ini kemudian direkam ulang semua bagian-nya dengan lirik yang disesuaikan dengan keadaan saat ini. Dibuka teriakan ala koboi lalu lanjut deretan lirik Heruwa “Mata memerah dan mulut yang bau naga. Memecah hening malam dan siap berperang, tak peduli siapapun pasti dilibas” dengan tepat menggambarkan pelaku klitih yang bersiap membacok korbannya secara acak. Betotan bass Bandizt dan gebukan drum Yoyo si duo penjaga ritme ini memacu adrenaline terasa seperti sedang menghindar dari kejaran klitih yang asal “hajar hajar langsung lari”. Melodi...
Kemeriahan Road To Wild Ground Fest 2022

Kemeriahan Road To Wild Ground Fest 2022

Starcross adalah sebuah local brand clothing company yang berdiri pada Agustus tahun 2004 dan diresmikan pada awal September 2004 di Yogyakarta. Dalam perkembangan usahanya, Starcross telah memiliki saluran distribusi tersendiri, yang semakin hari semakin bertambah di beberapa kota besar Indonesia, juga di beberapa kabupaten. Diakui juga oleh Weimpy Adhary (pemilik Starcross) bahwa brand yang dikelolanya ini banyak melibatkan egonya dalam berjejaring, yakni komunitas skateboard,desain grafis, dan musik. Ini penyebab brand yang dikelolanya cepat melekat di gaya hidup anak muda, khususnya Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, Starcross tak jarang mengadakan event skala kecil-menengah di area tokonya. Baik itu skateboard, kompetisi desain, dan tentunya pertunjukan musik. Juga event kolaborasi kerjasama dengan brand lain. Starcross akan menggelar festival musik skala besar di area Candi Prambanan pada November nanti, namun sebelumnya diselenggarakan acara Road To (pre event) menuju puncak festivalnya tersebut. Road To Wildground Fest yang digelar pada 9 Oktober 2022 ini bertempat di GOR Lembah Universitas Gadjah Mada dan menampilkan nama-nama yang tak asing bagi penikmat musik masa kini. Tersebutlah seperti WakeUpIris!(Malang), Niskala, Melancholic Bitch yang kerap disebut sebagai band mitos walau melegenda, Feast. dan Hindia (Jakarta), Juga suguhan humor ala standup comedy bersama Jiroluger yang membuka acara ini pada sore hari. Berikut ini dokumentasi kemeriahan yang berhasil diabadikan oleh team dokumentasi Road To Wildground Fest Niskala Wake Up Iris! Feast. Hindia Melancholic Bitch...
Diguyur Hujan Lebat, WESTLIFE Tetap All Out Dalam Gelap

Diguyur Hujan Lebat, WESTLIFE Tetap All Out Dalam Gelap

Membuat konser megah di kala hujan  bukanlah sebuah tugas yang mudah. Apalagi ini Westlife yang sudah pasti bakal dipenuhi oleh penonton paruh baya yang ingin singalong nostalgia masa muda tanpa mau mikir ribet. Himbauan menggunakan mantol hujan oleh panitia pun dilakukan dengan senang hati, itu terlihat dari tidak bergemingnya Westlifers dalam balutan mantol warna warni walaupun diterpa gerimis stagnan beberapa jam di ruang terbuka. Kuliner pasar kangen lumayan membuat suasana sedikit lebih berwarna selain menjadi obat ampuh pengganjal lapar. Bukan sebuah perkara mudah bertahan di suasana seperti ini untuk penonton usia paruh baya. Ditambah panggung mati lampu dan tanpa info apapun dari panitia, belum lagi acara molor dan 2 band pembuka batal main. Mahfum lah ketika kemudian akun Instagram Rajawali Indonesia dibanjiri komentar pedas pemegang tiket yang merasa tidak mendapat kepastian di tengah gerimis dan lampu mati. Yakinlah kalau di belakang panggung pasti terjadi dialog negosiasi yang alot antara panitia dan team Westlife untuk kelanjutan konser tersebut sebelum kemudian memutuskan the show must go on. Alhasil Westlife langsung membuka dengan Uptown Girl tanpa kemeriahan layaknya konser mereka seharusnya. Gerak langkah mereka pun terbatas karena kondisi lantai panggung yang licin setelah hujan. Dengan pencahayaan minimal serta bantuan cahaya handphone Westlifers, semua seolah terlihat antusias menikmati konser syahdu ini. Walaupun kita sekali lagi yakin, tidak ada yang puas dengan penampilan minimalis Westlife malam itu. Tapi patut diapresiasi keinginan Westlife untuk tetap menghibur fans-nya secara all out walaupun panggung dalam kondisi terburuk. Dalam press rilis-nya setelah konser, Rajawali Indonesia selaku pihak promotor meminta maaf atas kendala yang terjadi dan tetap bertanggung jawab dengan mengembalikan semua tiket yang dibeli penontonnya. Informasi mengenai proses...
Permohonan Maaf Resmi & Refund Tiket Westlife 100%

Permohonan Maaf Resmi & Refund Tiket Westlife 100%

Untuk seluruh fans Westlife yang telah hadir di konser “The Wild Dreams Tour” All The Hits, Yogyakarta, dengan ini Rajawali Indonesia selaku promotor ingin mengklarifikasi, dan memohon maaf sebesar-besarnya atas tidak menyalanya lighting system dan LED screen selama konser Westlife berlangsung. Hal tersebut dikarenakan turunnya hujan yang melanda wilayah Candi Prambanan sejak sore hingga malam hari. Sehingga mengakibatkan area konser, khususnya panggung mengalami kondisi basah. Oleh karena itu, atas hasil diskusi antara pihak promotor dan manajemen Westlife memutuskan untuk tidak menyalakan lighting dan LED Screen saat pertunjukan Westlife. Hal tersebut terpaksa dilakukan demi keselamatan seluruh member westlife, seluruh tim promotor serta penonton yang hadir. Tidak hanya itu, Dave Moffatt, dan D’masiv featuring Nania Yusuf yang sebelumnya dijadwalkan membuka konser Westlife pun juga terpaksa gagal tampil. Hal tersebut juga disebabkan kondisi hujan yang tak kunjung reda hingga pukul 20.10 WIB. Tepat pukul 20.30 WIB., membuka konser yang penuh kejutan, dimana Shane mengawali ucapan permintaan maaf atas kondisi pertunjukan ini yang tidak bisa dilakukan dengan lighting system dan visual artistik yang telah disiapkan. Kian juga menambahkan dengan segala kekurangan ini, kita (Westlife) akan memberikan pertunjukan terbaiknya dengan konsep intim. Konser Westlife malam ini diwarnai senyum bahagia setelah penonton bernyanyi bersama. Tak hanya itu Shane, Nicky, Kian dan Mark juga meminta seluruh penonton menyalakan flash light dari kamera seluler masing-masing dan seruan tersebut langsung dilakukan oleh seluruh penonton. Mulai penonton kelas festival A, festival B hingga penonton dengan kelas VVIP. Selanjutnya lagu ‘Uptown Girl’, ‘When You’re Looking Like That’, ‘Fool Again’, ‘If I Let You Go’, ‘My Love’. Di jeda lagu ke-6, atas permintaan fans, Westlife dan seluruh penonton bersamaan menyanyikan lagu...
SUMONAR FEST 2022 – Perlintasan Cahaya Dari Waktu ke Waktu Dalam “METAMORPHOLUX”

SUMONAR FEST 2022 – Perlintasan Cahaya Dari Waktu ke Waktu Dalam “METAMORPHOLUX”

Lintasan bercahaya SUMONAR 2022 “METAMORPHOLUX” sebagai perayaan seni cahaya akan kembali bersinar pada Selasa, 4 Oktober 2022 hingga Rabu, 12 Oktober 2022 di Jogja National Museum, Kawasan Nol KM Malioboro, Yogyakarta. Perayaan bercahaya tersebut mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh situasi global. Sumonar sendiri merupakan festival video mapping dan seni cahaya yang diselenggarakan sejak 2019. Festival ini diselenggarakan oleh Jogjakarta Video Mapping Project atau yang biasa dikenal sebagai JVMP (kolektif seniman visual dan media lainnya) yang berbasis di Yogyakarta.  Selain sebagai ajang presentasi karya, festival ini juga menjadi tempat berkumpulnya para pelaku dan pecinta seni cahaya dari seluruh penjuru dunia. Guna menyiasati perubahan tersebut, perlu kemampuan beradaptasi terhadap situasi dan kondisi karena tidak mudah untuk bertahan hidup dengan struktur yang sudah tercetak rapi di dalam DNA manusia. Demikian pula dengan SUMONAR 2022 yang melintasi cahaya melalui “METAMORPHOLUX” dengan semangat berubah dan berkembang. Metamorpholux merupakan perpaduan dua kata dari “metamorphosis” yang berarti peralihan atau perubahan bentuk dari fase satu ke fase selanjutnya. Dan “lux” yang merupakan satuan dari pencahayaan dan daya pancar cahaya. Dengan Metamorpholux, memantabkan komitmen Sumonar untuk terus berkembang dan diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi seniman cahaya untuk tetap berkarya, beradaptasi dengan kondisi, dan menjadi lebih ber”cahaya” dari sebelumnya. Kurator SUMONAR 2022, Ignatia Nilu menuturkan bahwa edisi SUMONAR tahun ini mengangkat tajuk Metamorpholux “Theatrica Realismus”, dengan mencoba menghadirkan transformasi yang terjadi pada dan paska pandemi pada praktik kekaryaan maupun pewacanaan di seni cahaya. Dalam praktik “Theatrica Realismus” serta komitmen SUMONAR melalui festival ini menghadirkan program Video Mapping, Video Mapping Gallery & Exhibition, Art Performances, Workshop, Sumonium dan Creative Talk & Gathering. presentasi program eksebisi karya tiap seniman akan...