by admin | Feb 15, 2021 | News
Kita tentunya masih ingat dengan single yang pernah hits di tahun 2000an, Di Sayidan. Lagu yang digubah oleh sang bassist, Aloysius Oddisey Sanco (Bandizt) dan Andy “Memet” Zulfan serta sebagian lirik oleh Heru Wahyono ini ikut bertanggung jawab dalam mempopulerkan nama kampung tengah kota yang terletak di pinggir sungai Code itu. Siapa nyana, lirik sederhana yang bercerita tentang kehidupan “di gang gelap di balik ramainya Yogya” ini tercipta ketika Bandizt menikmati minuman khas Jogja, Lapen, sembari diiringi genjrengan gitar Richad Bernado. Penggalan lirik “angkat sekali lagi gelasmu kawan” pun populer menjadi sapaan hangat antara Shaggydog dan Doggies. Hampir 20 tahun berlalu sejak lagu yang juga masuk di 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia ini tercipta. Secara musikal, Shaggydog pun sudah berkembang dengan memasukkan banyak unsur musik lain ke dalam komposisi Ska yang pada awalnya mereka usung. Muncullah ide untuk menggubah ulang hits single ini sesuai dengan karakter musik yang sekarang dibawakan. Diawali dengan dentingan solo piano Lilik Sugiyarto, suara vokal Heruwa menyusul menyanyikan bait demi bait lagu yang kemudian suara tawa-nya ditingkahi beat drum Yustinus Satria Hendrawan “Yoyo” untuk memulai tradisi ber“dansa sambil tertawa”. Pada versi terbaru-nya, perpaduan sound dua gitaris Raymondus dan Richad terdengar lebih nge-Rock sementara bass line Bandizt tersimak lebih padat berisi. Brass section di versi terbaru ini pun lebih ramai dengan penggunaan instrumen tiup yang lebih lengkap. Lagu spesial ini tentu saja membutuhkan sentuhan spesial juga. Diajaklah seniman lintas disiplin cum kurator Biennale Jogja, Wok The Rock, untuk bekerjasama dalam menggarap cover depan. Dari hasil brainstorming bersama direktur Ruang MES 56 ini terciptalah artwork yang terinspirasi dari desain sticker klasik era...
by admin | Sep 6, 2015 | News, Releases
DubYouth, duo musisi Elektronik dari Jogja yang digawangi oleh PoppaTee a.k.a Heruwa “Shaggydog” dan Metz ini sudah melewati masa 10 tahun berkarya. Proyek musik yang bermula dari kamar tidur ini pun berlanjut menjadi salah satu ikon musik Elektronik di tanah air. Album pertama mereka sukses menembus chart radio musik Indie dengan hits single semacam “Bomb Da Town” yang terasa rancak di telinga. Dalam perjalanan selama 10 tahun ini, DubYouth dikenal sebagai sebuah duo yang sukses meracik elemen musik mulai Reggae, Jungle, House Music hingga Dub Music ke dalam atmosfir urban mereka. Duo ini tak segan ber-eksplorasi menerabas sisi pojok sebuah jenis musik demi memberikan sensasi yang spesial di kala mendengarkan musik yang mereka racik. Sejalan dengan keinginan ber-eksplorasi tersebut, DubYouth menggandeng Masia One yang merupakan seorang Rapper wanita Kanada yang kini bermukim di Singapura. Masia One, lahir di Singapura dengan nama Maysia Lim dan kemudian pindah ke Kanada waktu masih kecil. Debut album nya “Mississauga” dirilis tahun 2003 oleh M1 Group, records label miliknya sendiri yang kemudian diubah menjadi The Merdeka Group. Di tahun itu juga Masia One menjadi rapper wanita pertama dalam nominasi “Best Rap Video” di Much Music Video Awards, sebuah ajang penghargaan bergengsi untuk musik video dari saluran TV Kanada, Much. Lagu kolaborasi DubYouth dengan Masia One ini diberi judul “Ba Ba Boom” yang di mixing dan mastering oleh Rangga Sang Eshayoga a.k.a Egha “Wai Wai studio”. Adapun penggarapan artwork single ini dipercayakan kepada Gilang Kusuma. Sementara itu Doggy House Records dipercaya sebagai records label yang merilis single tersebut. Single ini kemudian akan digunakan menjadi materi untuk kontes remix “10 Milli Remix Contest” yang bertepatan dengan...