CHERRYPOP FESTIVAL 2025 RESMI RILIS LINE UP FASE KEDUANYA

CHERRYPOP FESTIVAL 2025 RESMI RILIS LINE UP FASE KEDUANYA

Hari pelaksanaan Cherrypop 2025 sudah semakin dekat. Hajatan musik tahunan yang akan digelar pada 9 dan 10 Agustus 2025 di Lapangan Panahan Kenari Yogyakarta kembali merilis line up fase kedua. Dipromotori oleh Swasembada Kreasi, Cherrypop 2025 menyuguhkan deretan musisi terkurasi yang siap memeriahkan beberapa panggung. Pada line up fase kedua ini, Cherrypop 2025 menambah sebanyak 20 penampil yang terbagi dalam 2 hari, di antaranya Bedchamber, Ali, Santet, Om Kacau Balau, The Skit, The Kick, The Melting Minds, Loon, MTAD, Tossing Seed, Megatruh Soundsystem, Malu2x, Dabwok, Coldvvave, Racaw, Broddyfae, King Mas Mus feat. Dubdee Tee, Triggacoca, 505 Tunes, Negatifa, dan Pure Saturday. Cherrypop 2025 Hadir Dengan Empat Panggung Berbeda dari tahun sebelumnya yang menyuguhkan tiga panggung berbeda, yaitu Cherry Stage, Nanaba Stage, dan Yayapa Stage. Namun pada tahun ini, Cherrypop 2025 menambah satu panggung yang diberi nama Chilli Stage. Chilli Stage merupakan panggung yang dirancang khusus untuk membuka ruang bagi format musik di luar struktur band. Panggung ini menjadi ruang perayaan sekaligus representasi atas keanekaragaman praktik bermusik yang semakin ekspresif dan beragam. Chilli Stage akan dibuat dengan konsep intimate gigs, tertutup, dan hanya dapat dikunjungi maksimal 100 orang saja. Hal ini dikarenakan Cherrypop 2025 ingin membangun impresi audiens tentang ragam instrumen yang dipresentasikan oleh musisi penampil. Karcis Cherrypop 2025 masih tersedia melalui situs web resmi. Informasi lebih lanjut mengenai tambahan lineup, program-program aktivasi, serta kejutan lainnya akan diumumkan melalui akun resmi Cherrypop di media sosial @cherrypopfest dan situs web resmi cherrypop.id. Sudah siap menjadi bagian dari perayaan Cherrypop tahun ini?   Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kontak media: – 0815 6770 8182 (Bayu) – 0851 8238 1300 (Dinar) Email:...
Yogyakarta Gamelan Festival Rayakan 30 Tahun Eksistensi-nya

Yogyakarta Gamelan Festival Rayakan 30 Tahun Eksistensi-nya

Yogyakarta Gamelan Festival merupakan wadah, peristiwa, untuk bertemu sekaligus berkumpulnya para pemain, penikmat, dan pecinta Gamelan. Dan pada 2025 ini YGF memasuki 30 tahun eksistensinya, termasuk 25 tahun Komunitas Gayam 16 berkiprah. Yogyakarta Gamelan Festival ke-30 resmi dibuka dengan gelaran megah Gaung Gamelan. Panggung yang hadir bukan hanya sebagai perhelatan tahunan, melainkan menjadi ruang berekspresi dan kolaborasi lintas generasi dalam gerak budaya yang terus berkembang.  Sebanyak 16 kelompok karawitan dari 10 Desa Budaya binaan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, bersama komunitas gamelan seperti Gayam16 dan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya (AKNSB), bersatu dalam harmoni memainkan tiga gendhing gaya Yogyakarta secara bersamaan. Gendhing-gendhing tersebut sebelumnya telah dibagikan ke publik dan dipelajari bersama dalam sesi latihan kolaboratif bersama Gayam16.   Dalam semangat kebersamaan, pertunjukan ini tak hanya merayakan kekayaan musik gamelan, tetapi juga memperlihatkan kompleksitas dan keindahan tradisi. Semua bunyi dan dinamika yang tercipta mengalun alami ke telinga penonton, menegaskan keaslian dan kedalaman warisan musikal Nusantara.   “25 tahun Gayam16, penting bukan sekadar selebrasi tahunan. Yogyakarta Gamelan Festival tidak ada itu tidak apa-apa, tetapi yang luar biasa adalah bagaimana teman-teman terpanggil untuk selalu menghadirkan Yogyakarta Gamelan Festival sampai di tahun ke 30 ini” Ungkap Ishari Sahida (Ari Wulu) sebagai Festival Director    “Yogyakarta Gamelan festival adalah peristiwa budaya, denyut nadi Yogyakarta selama tiga dekade. Gamelan bukan hanya suara instrumen tapi juga suara kehidupan, bukan hanya untuk didengar tapi juga untuk dimaknai” tutur Kanjeng Purbodoningrat sebagai penasihat Jogja Festival, menegaskan gamelan sebagai bagian tak terpisahkan dari jiwa kebudayaan di Yogyakarta   Tidak hanya melibatkan para komunitas dan seniman, festival ini juga merangkul berbagai UMKM. Melalui area tenant yang tersedia, pengunjung dapat...
SUM 41 Siap Guncang Jogja!

SUM 41 Siap Guncang Jogja!

Starcross gelar konser spesial bertajuk Wildground Live dengan menghadirkan band pop punk asal Kanada, Sum 41. Konser spesial ini akan berlangsung pada 2 Maret 2024 di Stadion Kridosono, Yogyakarta dengan menggandeng dua band ternama seperti Endank Soekamti dan Rocket Rockers sebagai band penampil. Sebelumnya, Sum 41 tercatat pernah tampil di Indonesia pada tahun 2009. Di tahun 2023, Sum 41 juga pernah merencanakan kedatangannya tampil kembali di Jakarta, namun batal karena permasalahan kontrak dengan promotor. SUM 41 yang telah aktif bermusik sejak 1996 itu telah dikabarkan hengkang dari industri musik pada Mei 2023 lalu dan akan melakukan tur terakhir. Sebagai bentuk penghormatan terhadap para penggemarnya, Sum 41 kemudian menggelar tur dunia bertajuk “Tour of The Setting Sum – Final Tour”. Khusus pertunjukan di Yogyakarta, konser Sum 41 akan dibuka oleh Endank Soekamti dan Rocket Rockers. Dua penampil ini dianggap mampu mewakili warna musik yang sama di era Sum 41 booming di Indonesia pada tahun 2000-an. Pembelian tiket sudah bisa dimulai melalui www.sum41yogya.com Berkaitan dengan hal tersebut, jadwal penukaran tiket konser Sum 41 di Jogja dibuka dalam 2 kesempatan berbeda. Penukaran tiket konser Sum 41 di Jogja sudah bisa dilakukan pada Jumat, 1 Maret 2024 pukul 17.00-21.00 WIB di Sinergi Co Working Space, Sleman, Yogyakarta. Adapun jadwal penukaran tiket konser Sum 41 berikutnya dibuka di Stadion Kridosono pada hari-H acara, yakni Sabtu, 2 Maret 2024, pukul 10.00-21.00 WIB. Berikut tata cara dan ketentuan penukaran tiket konser Sum 41: 1. Menunjukkan KTP asli; 2. Menunjukkan e-tiket yang sesuai; 3. Jika e-tiket sudah berpindah tangan, pihak kedua wajib menunjukkan fotokopi identitas pemilik tiket dan surat kuasa; 4. E-tiket yang telah di-scan akan ditukar dengan gelang untuk masuk...
DUA METAL KAWAKAN EROPA SIAP MENGHAJAR PANGGUNG JOGJAROCKARTA

DUA METAL KAWAKAN EROPA SIAP MENGHAJAR PANGGUNG JOGJAROCKARTA

Belum juga selesai gema musik yang dibawakan oleh Sepultura, Over Kill, dan band-band lain di Jogjarockarta 2023, gelaran ke tujuh kali ini akan dihadirkan kembali pada 27 Januari 2024. Tahun 2024 akan menjadi tahun “panas” di Indonesia. BMKG memprediksi suhu di 2024 akan lebih panas 0,8 derajat dan menjadi tahun terpanas keenam sejak 1880. Di tahun panas ini, Jogjarockarta memberi kejutan headliner yang tak kalah panas, yakni dua legenda metal dari tanah Eropa, In Flames dan Kreator. In Flames adalah band metal asal Gothenburg, Swedia, yang dibentuk pada tahun 1990. Sepanjang kariernya, band yang dianggap sebagai salah satu pionir Swedish death metal ini telah merilis 14 album studio. Album terbaru mereka, Foregone (2022), dipuji oleh banyak kritikus musik dan disebut-sebut sebagai album terbaik mereka sejak 20 tahun terakhir. “Foregone adalah sebuah pengingat: ketika In Flames ada di puncak kekuatannya, mereka benar-benar tak tersentuh,” tulis Kerrang. In Flames dianggap menjadi salah satu band metal Swedia paling sukses dan berpengaruh di jagat. Mereka telah menjual dua juta kopi album, dan mendapat tiga nominasi Grammy Award –-penghargaan musik Swedia– dan memenangkan dua untuk kategori Album Hard Rock / Metal Terbaik. Sekarang, setelah melewati 33 tahun perjalanan, pasukan metal dari Swedia ini beranggotakan Bjorn Gelotte (gitar), Anders Friden (vokalis), Tanner Wayne (drum), dan Chris Broderick (gitar). Sedangkan Kreator, nyaris tak ada penggemar metal yang tak tahu nama mereka. Dibentuk di Essen, Jerman, pada 1982, raksasa dari Jerman ini dianggap satu dari Big Four thrash metal di kawasan Teutonik.  Didirikan oleh Mille Petrozza (gitar dan vokal) yang masih bertahan sampai sekarang, Kreator konsisten di jalur thrash metal dan menyediakan bahu bagi para band thrash...
Shaggydog Sambangi Taiwan & Jepang Dalam Rangkaian East Asia Tour 2023

Shaggydog Sambangi Taiwan & Jepang Dalam Rangkaian East Asia Tour 2023

Siapa nyana band yang dibentuk di bantaran sungai, tepatnya di kampung Sayidan ini, telah melanglang buana sampai ke benua lain. Setelah sebelumnya sukses beberapa kali mengarungi benua Eropa, Australia dan Amerika, Shaggydog kembali menggelar tour. Kali ini mereka menuju ke Asia timur. Tour kali ini terasa istimewa bagi band yang barusan diganjar piala AMI Awards 2023 kategori karya produksi reggae/ska/rocksteady terbaik ini. Bagaimana tidak, band yang beranggotakan Heru, Richad, Raymond, Bandizt, Lilik dan Yoyo’ ini sudah sampai ke benua lain tapi untuk pertama kali-nya mereka akan berkunjung ke negara lain di benua Asia. Lawatan perdana Shaggydog di Asia timur ini dimulai dari Taiwan demi memenuhi undangan untuk menjajal panggung Pasiwali Festival, tepatnya di Taitung. Dikutip dari website-nya, festival yang berakar pada musik masyarakat adat Taiwan ini merupakan perjalanan suku dan perahu Austronesia yang menunjukkan budaya mereka dengan semangat yang berani, suka berpetualang, dan romantis. Taiwan Pasiwali Festival akan digelar 18-19 November 2023 di Taitung Forest Park, dimana Shaggydog direncanakan bermain di hari pertama. Tiga hari kemudian mereka menuju ke Taipei dalam rangka sebuah gig gelaran ID-TW Pop Bureau bertajuk Fantastico! A Groovy Night With Shaggydog & Yufu di The UU Mouth. Tujuan selanjutnya adalah Jepang!   Di Jepang, Shaggydog akan menjajal 6 panggung di kota Fukuoka, Osaka, Nagoya dan Tokyo. Khusus  untuk Tokyo, mereka akan bermain di 3 venue berbeda tiap hari-nya. Beberapa band lawas Jepang terlihat ikut bermain bersama Shaggydog diantaranya Kogarashi, The Autocratics dan The Spymaker. Berikut jadwal lengkap Shaggydog – East Asia Tour 2023: 18 November 2023 – Pasiwali Festival (Taitung, Taiwan) 21 November 2023 – The UU Mouth (Taipei, Taiwan) 23 November 2023 – YOJIGEN...