by admin | Aug 17, 2016 | News
Setelah bergelut selama hampir 3 tahun, akhirnya Shaggydog kembali dengan album baru bertajuk Putra Nusantara. Suatu perjuangan yang panjang dan lama untuk mewujudkan album ke enam ini, mulai dari mendirikan DoggyHouse Records sampai mengurusi tetek bengek keperluan rekaman dan promosi. Ya, ke enam musisi asal Sayidan ini memilih untuk kembali mandiri. Akan ada 12 lagu yang dirilis format digital tepat pada hari kemerdekaan Indonesia. Sebagian mungkin terdengar familiar karena sudah dirilis sebelumnya dalam beberapa single terpisah maupun kompilasi semisal Putra Nusantara, Bolamania atau Kamu Di Hatiku. Akan tetapi keseluruhan materi tersebut direkam kembali di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja oleh sound engineer ternama Jogjakarta, Eko “Pak Ting” Supriyanto, serta dimastering di Abbey Road Studio, London, oleh Andy Walter. Tampak sisi musikalitas Shaggydog yang mereka sebut “Doggy Stylee” terdengar berkembang lebih luas di album terbaru ini. Ke enam bartender ini berani meracik genre musik lain ke dalam adukan khas Ska dan Reggae mereka. Mulai dari Rap, Jazz, Dub, Elektronika sampai Suluk (tembang berbahasa Jawa) terdengar berpadu-padan dengan mesra. Beberapa musisi lain turut membantu proses perkembangan sisi musikalitas di album ini. Semisal Iwa K yang nge-Rap di lagu Putra Nusantara serta Sujiwo Tejo dengan permainan saksofon dan menembangkan Suluk untuk Pion. Ada juga Riri “Everyday” yang menyumbangkan vokal latar-nya yang nge-Jazz pada Kamu Di Hatiku juga Danar “Souljah” sebagai vokalis tamu pada beberapa lagu. Terdengar pula tehnik scratch dari DJ Kateratchy di Bianglala serta alunan harmonika musisi dari Jepang, Tony The Weed, pada Kere Hore. Tidak hanya melibatkan seniman musik, Shaggydog juga melibatkan seniman bidang lain untuk album ini. Adalah Agan Harahap yang selama ini dianggap sebagai maestro seni Photoshop di Indonesia...
by admin | Aug 1, 2016 | News
Setelah melakukan lawatan singkat ke negri Paman Sam melalui festival South By Southwest (SXSW) 2016 di Austin, Texas, tampaknya energi yang dibawa oleh Shaggydog masih tersisa untuk merampungkan hutang sebuah album baru. Ya, praktis setelah album Bersinar pada tahun 2009, ke enam musisi yang berasal dari kampung pinggir sungai di Yogyakarta, Sayidan, ini lebih terlihat sibuk dari satu panggung hiburan ke panggung hiburan yang lain. Sampai akhirnya Shaggydog memutuskan untuk mendirikan sebuah label rekaman, DoggyHouse Records, yang diproyeksikan sebagai rumah baru bagi album terbaru mereka yang ke enam nanti. Dan hari yang sangat dinanti oleh para Doggies tersebut akan segera tiba. Selama hampir tiga tahun belakangan, Shaggydog menyempatkan diri untuk mencuri waktu dengan merekam beberapa lagu baru mereka di studio Doggy House. Bahkan demi kelancaran proses kreatif dalam rekaman ini, ke enam personil Shaggydog rela untuk dikarantina di sebuah villa di Kaliurang. Tercatat beberapa anggota band lain semisal Riri “Everyday”, Danar “Souljah” dan juga musisi kawakan seperti Iwa K dan Sudjiwo Tedjo terlibat dalam proses rekaman album baru ini. Beberapa lagu baru tersebut juga sempat dirilis sebagai single lepas maupun ikut masuk dalam kompilasi semisal di v/a Doggy Barks! #1 CD rilisan DoggyHouse Records. Semua keriaan dan segala momen suka duka dalam proses rekaman album baru ini tak pernah luput untuk didokumentasikan. Dan menjelang hari peluncuran album baru-nya, Shaggydog akan menayangkan serial video behind the scene pembuatan album tersebut. Serial video berjumlah 6 episode yang proses editing-nya dikerjakan oleh Hanes dari kolektif Lepaskendali dan Heruwa ini akan mulai tayang tanggal 1 Agustus 2016 melalui akun YouTube Shaggydog...
by admin | Jun 23, 2016 | News
Di bulan Ramadhan ini sejenak kami ingin sekali lagi bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua dukungan yang ditujukan untuk kesuksesan tour Shaggydog Goes SXSW 2016 bulan Maret lalu. Tembusnya Shaggydog ke dalam salah satu pagelaran hiburan dan tehnologi paling wahid di Amerika bahkan dunia ini, yang dibuka oleh Barack Obama beserta istri, tentunya tidak lepas dari dukungan kita semua. Ya, Shaggydog telah sukses mengajarkan publik Amerika untuk berdansa dan mengangkat gelas mereka. Dua kali jadwal main mereka libas dengan gemilang, pertama pada 17 Maret di Flamingo Cantina dan sebuah show penutup yang meriah pada 19 Maret di Russian House. Berangkat tanpa crew dengan hanya mengajak sound engineer (Pak Ting) serta videographer merangkap photographer (Boris dari Malaria House), ke enam pemuda asal Sayidan ini nekat menelusuri salah satu pusat dunia hiburan dunia. Tak pelak mereka kembali mencicipi nostalgia saat awal mereka ngeband seperti memotong flyer jadwal show, kemudian menempelkan atau membagikannya sendiri ke orang di jalanan. Berada di sebuah arena musik dunia membuat mereka tidak mau ketinggalan untuk membuat video klip. Kali ini “Rock Da Mic” salah satu lagu gacoan dari album terbaru yang masih dalam proses mixing mastering pun didapuk sebagai lagu yang di-video-kan oleh Malaria House di jalanan kota Houston. Para personel Shaggydog pun tidak ingin ketinggalan momen berharga ini untuk berdiskusi dengan produser musik kelas dunia (semisal Baauer, produser “Harlem Shake”), atau berbincang dengan tim produksi film “City Of God”, bahkan makan malam bersama Konjen KJRI Houston, Bapak Henk Saroinsong serta Bapak Boni dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga tidak lupa melakukan ritual crate digging di salah satu records...
by admin | May 31, 2016 | News
“…See Where Your Music Takes You…” (Lihatlah kemana musikmu membawamu pergi). Tulisan di dinding YouTube Music Lounge di area SXSW itu selalu tertanam di benak saya, dan memori pun seperti mundur ke belakang, mengingat 19 tahun perjalanan Shaggydog … Tapi, sebelum lebih jauh saya ngelantur, mari kita mundur ke bulan Desember 2015 … Pertengahan Desember 2015, malam itu, sebuah berita yang menggembirakan, sekaligus mendebarkan hati kami, datang dari Monique, perwakilan dari Doggyhouse International. Yang mengabarkan bahwa kami diundang untuk main di Amerika Serikat, lebih dari itu, kami akan main di salah satu festival akbar dunia ; South By Southwest (SXSW). Perasaan saya campur aduk, mengingat reputasi festival Musik, Film dan Interaktif yang diadakan di Austin, Texas setiap tahunnya ini. Banyak nama besar lahir dari festival yang dimulai sejak tahun 1987 ini. Mulai dari Metallica, Snoop Dogg, Johnny Cash, sampai Katy Perry, pernah menjajal panggung SXSW. Dimana di tahun 2016 ini, festival tersebut dibuka dengan kehadiran Barrack Obama sebagai salah satu pembicara, disusul Michelle Obama di hari berikutnya. Singkat cerita, semenjak menerima undangan itu, seperti yang sudah-sudah, kami mulai bergegas mengumpulkan dokumen-dokumen untuk visa Amerika, yang kabarnya cukup ketat persyaratannya. Untungnya, kami diperkuat surat-surat rekomendasi yang bisa dibilang cukup ‘berlapis’, mulai dari festival SXSW sendiri, dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Houston, dan Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Austin. Ya, proses visa ini, semakin menambah volume ketegangan kami. Belum lagi kami harus memikirkan konsep untuk konser disana, berhubungan siang-malam dengan berbagai pihak dan birokrasi, dan tentu saja mengurus kehidupan pribadi kami bersama keluarga. Tiada hari tanpa meeting! Dan semua jerih payah itu...
by admin | Mar 3, 2016 | News
Adalah Shaggydog, sebuah band kugiran dari kota Yogyakarta yang sudah cukup berpengalaman dalam melakukan tour ke luar Indonesia. Pernah diundang tour ke Belanda di tahun 2004 dan 2006 serta ke Australia di 2009 telah menunjukkan bahwa Shaggydog tidak hanya bisa diterima oleh penikmat musik di Indonesia, tapi juga di negara lain. Melalui booking agency mereka di DoggyHouse Records manajemen, akhir tahun 2015 lalu mereka kembali mendapatkan undangan untuk melanglang buana ke Amerika Serikat, tepatnya di sebuah festival bertajuk The South by Southwest (SXSW) Music Conferences & Festival di bulan Maret 2016. SXSW merupakan sebuah perhelatan akbar insan musik dan dunia hiburan yang diselenggarakan setiap tahun di Austin, Texas, Amerika Serikat. SXSW merupakan salah satu event yang paling dinantikan dimana ada sekitar 30.000 praktisi hiburan serta hampir 3000 media massa yang berpartisipasi dalam setiap perhelatan akbar yang sudah digelar sejak 1987 ini. Semua hal yang terkait dengan industri musik dan hiburan ada di event ini mulai dari perusahaan pembuat alat musik, kritikus musik dan film, promotor, label, publisher, percetakan yang membuat kover album, sampai rumah produksi film. Band dan musisi sebesar Metallica, Coldplay, Justin Timberlake, Tori Amos, Prince, Lionel Richie, Bruce Springsteen, Hanson, Norah Jones, Iggy Pop, Green Day, Johnny Cash sampai The SIGIT dan White Shoes And The Couple Company pun pernah bermain di event musik SXSW. Figur penting dalam dunia hiburan juga banyak yang menjadi pembicara di panel diskusi musik SXSW semisal Elliott Mazer (produser Neil Young), Tony Brown (MCA Records), David Fricke (majalah musik Rolling Stone). Bintang film semisal Sandra Bullock,Paul Walker, Ethan Hawke, Elijah Wood sampai sutradara sekelas Quentin Tarantino dan Robert Rodriguez pernah menjadi talent...