Doggies Berbagi Kembali Galang Dana Untuk Korban Bencana Alam Di Indonesia

Doggies Berbagi Kembali Galang Dana Untuk Korban Bencana Alam Di Indonesia

Masyarakat Indonesia sedang berbela sungkawa, mengingat telah terjadi bencana alam di Indonesia belakangan ini seperti gempa di daerah Cianjur, Jawa Barat dengan ratusan korban dan meletusnya gunung Semeru. Kali ini Doggies Berbagi kembali hadir, sebuah konser amal yang diselenggarakan oleh DoggyHouse Records, label rekaman milik Shaggydog. Sebelumnya, Doggies Berbagi pernah mengadakan event untuk korban bencana Lombok, Palu dan Donggala yang terdampak gempa dan tsunami (10/10/2018) lalu. Kali ini Doggies Berbagi hadir dalam penggalangan dana untuk korban bencana alam yang belakangan ini terjadi di Indonesia. Konser amal kali ini akan diadakan pada tanggal 13 – 14 Desember 2022 di kafe Playon, Prawirotaman, Yogyakarta. Dalam konser amal kali ini, Doggies Berbagi menampilkan beberapa band Yogyakarta yang akan berbagi panggung, seperti: Shaggydog, Bravesboy, Ndarboy Genk, Havinhell, NDX AKA, The Kick, Mario Zwinkle, HASOE Angel, Ngatmombilung dan Jogja Hip Hop Foundation. Pengunjung yang ingin hadir dan berdonasi dalam acara ini dapat membeli tiket dengan harga RP. 50.000/hari dan nantinya semua hasil penjualan tiket akan disalurkan via Association of Resiliency Movement (ARM) Indonesia, perhimpunan tangguh bencana yang berbasis di Yogyakarta. Para pengunjung juga dapat membeli merchandise band di booth yang tersedia disana. Tidak hanya penggalangan dana saja, tetapi Doggies Berbagi kali ini juga mengadakan acara sesi lelang bike frame @takkasteelbike x Shaggydog Signature Series dan memorabilia masing – masing penampil yang nantinya hasil dari pelelangan tersebut akan masuk ke donasi untuk korban bencana alam di Indonesia. Bagi teman-teman, kerabat dan masyarakat yang ingin berpartipasi dalam penggalangan dana ini tetapi tidak dapat hadir, dapat melakukan transfer ke rekening bank sebagai berikut:   Nama : Raymondus Anton Bramantoro Nomor Rekening Bank : 169 194 1677 Bank...
Shaggydog Gambarkan Suasana Klitih Melalui Koboi Kota

Shaggydog Gambarkan Suasana Klitih Melalui Koboi Kota

Beberapa waktu lalu Yogyakarta sedang merebak kejahatan jalanan di malam hari. Tidak peduli di bulan puasa, klitih sempat kembali merajalela hampir setiap malam. Di jagat Twitter pun merebak tagar #klitih bahkan sampai muncul #1hari1klitih yang menginformasikan update kejahatan anak muda ini. Istilah klitih sebelumnya dimaknai sebagai aktifitas keliling kota untuk mengisi waktu luang tanpa tujuan yang jelas. Term ini lalu diadopsi oleh para pelajar sebagai kegiatan mencari musuh dari sekolah lain. Sekarang klitih berkembang menjadi kejahatan jalanan dari anak muda pengecut yang menargetkan pengendara sepeda motor secara acak di malam hari. Sebagai warga Jogja sekaligus musisi yang sering berkegiatan di malam hari, hal ini pun mengundang kekhawatiran para personil Shaggydog. Bagaimana tidak, sehari hari-nya mereka banyak ber-aktifitas di malam hari semisal manggung maupun rekaman di studio yang kadang tidak mengenal waktu. “Jadi selama bulan puasa itu Shaggydog kan sedang rekaman lagu untuk album baru kami. Sering banget pulang mendekati subuh, tentu saja pulang-nya ada rasa was – was kalo nanti dibacok orang dari belakang” ungkap Heruwa. Dasar musisi, hal yang menjadi kekhawatiran bersama ini kemudian menjadi inspirasi untuk merekam ulang lagu Koboi Kota. Single lepas yang belum pernah dirilis ini kemudian direkam ulang semua bagian-nya dengan lirik yang disesuaikan dengan keadaan saat ini. Dibuka teriakan ala koboi lalu lanjut deretan lirik Heruwa “Mata memerah dan mulut yang bau naga. Memecah hening malam dan siap berperang, tak peduli siapapun pasti dilibas” dengan tepat menggambarkan pelaku klitih yang bersiap membacok korbannya secara acak. Betotan bass Bandizt dan gebukan drum Yoyo si duo penjaga ritme ini memacu adrenaline terasa seperti sedang menghindar dari kejaran klitih yang asal “hajar hajar langsung lari”. Melodi...
Gandeng FKY 2022, DoggyHouse Records Gelar Showcase Roster Band Terbaru

Gandeng FKY 2022, DoggyHouse Records Gelar Showcase Roster Band Terbaru

Sebuah event showcase bisa menjadi ajang pengenalan band dan records label sekaligus berfungsi sebagai kesempatan bagi band baru maupun yang sudah mapan untuk menyajikan materi baru mereka. Showcase bisa juga membuka peluang besar bagi band untuk menampilkan musiknya di hadapan orang-orang yang dapat membantu mereka untuk lebih berkembang di industri musik.   DoggyHouse Records Day adalah sebuah showcase dari label milik Shaggydog, DoggyHouse Records (DHR), menampilkan roster yang pernah maupun masih dirilis oleh label ini. DHR Day pertama kali digelar bekerja sama dengan FKY tahun 2014 silam di Plaza Pasar Ngasem. Acara tersebut menampilkan 9 band yang tergabung dalam CD kompilasi Doggy Barks! Volume 1, diantaranya D.P.M.B, Something Wrong, FSTVLST, Rabu, dan Sangkakala. CD kompilasinya sendiri memuat 13 band baru dan lama dari Yogyakarta yang dibagikan gratis di event tersebut.   Delapan tahun kemudian, DoggyHouse Records Day kembali digelar oleh DHR bekerja sama dengan FKY 2022. Masih bertemakan showcase records label, acara yang akan digelar 14 September 2022 di JNMbloc ini akan dimeriahkan dengan bazaar rilisan fisik dan merchandise band, diskusi tentang musik, tarot reading, vinyl spinning session oleh Raymond (Shaggydog) dan OmRobo (Sundancer), serta Rudy’s Story: Pameran Arsip 25 Tahun Shaggydog yang bekerja sama dengan Agensi56. Pameran arsip 25 tahun Shaggydog sendiri sebelumnya sudah diselenggarakan 24-27 Agustus lalu di Gudskul Ekosistem, Jakarta. Setelah sukses menyelenggarakan rangkaian perayaan ulang tahun perak bulan lalu di Jakarta, Shaggydog kembali ke Jogja dengan membawa konsep pameran foto ini. Pembukaan pameran 7 September lalu di gedung paviliun JNM Bloc dibuka oleh KPH Wironegoro. Pamerannya sendiri masih berlanjut sampai 14 September 2022 dan ditutup bertepatan dengan DoggyHouse Records Day.   Acara ini akan menampilkan...
PERAYAAN 25 TAHUN SHAGGYDOG

PERAYAAN 25 TAHUN SHAGGYDOG

Tahun ini Shaggydog memasuki usia peraknya, 25 tahun sejak terbentuknya pada  1 Juni 1997, di Sayidan, sebuah kampung yang terletak di pinggir sungai di tengah kota Yogyakarta. Bertahan untuk mempertahankan formasi yang solid dan tetap produktif selama 25 tahun ini juga bukanlah hal yang mudah untuk dilalui bagi Shaggydog maupun masing-masing personil, tentu banyak kisah cerita dan pasang surut dalam perjalanannya. Enam album studio, dan beberapa rilisan single telah mengisi daftar diskografi band yang digawangi Heru, Richad, Raymond, Bandizt, Lilik, dan Yoyo ini. Bahkan Shaggydog juga aktif melakukan terobosan-terobosan segar bahkan unik diluar rilisan karya-karya musik mereka, sebut saja rilisan sepatu, sepeda, maskot, hingga buku. Pada perayaan ulang tahun yang ke-25 kali ini, Shaggydog mengangkat tajuk “Ber25ulang” dengan rangkaian acara berupa pameran foto dan konser yang akan digelar di Jakarta. Bersulang adalah sebuah simbol ungkapan rasa bahagia dan perayaan kebersamaan saat menikmati minuman, bersulang merayakan kembali kebersamaan Shaggydog selama 25 tahun sebagai sebuah bentuk introspeksi suka duka dalam perjalanan yang tidak sebentar ini. Perayaan yang tidak hanya untuk Shaggydog saja, namun untuk semua kawan yang bersama-sama membawa Shaggydog dalam perjalanan seperempat abad ini. Pameran Foto Perjalanan 25 Tahun Shaggydog Shaggydog merupakan salah satu band yang merawat dengan baik arsip dokumentasi foto perjalanan karir mereka, berawal dari kerjasama Shaggydog dengan Agensi 56 untuk mendigitalisasikan arsip negatif film Shaggydog yang dikumpulkan dari periode tahun 1998 hingga 2006, Shaggydog dan Agensi 56 akhirnya sepakat untuk mempersembahkan sebuah pameran foto arsip bertajuk “Rudy’s Story : Rekam Jejak 25 Tahun Shaggydog” yang sekaligus menjadi agenda rangkaian perayaan ulang tahun Shaggydog ke-25. Dari digitalisali 47 roll arsip negatif film Shaggydog, menghasilkan sekitar 1674 foto dan...
Shaggydog Gandeng TAKKA Luncurkan Gravel Bike Signature Series

Shaggydog Gandeng TAKKA Luncurkan Gravel Bike Signature Series

Olahraga bersepeda tampaknya masih akan menjadi trend yang menyehatkan. Perubahan mindset para pesepeda yang awalnya hanya bersepeda karena mengikuti trend kemudian berubah menjadi sebuah kebutuhan. Seiring dengan itu membuat banyak pesepeda yang kemudian ingin membangun sendiri frame sepeda-nya agar sesuai dengan profil tubuh sendiri. Shaggydog menangkap peluang ini dengan menggandeng sebuah produsen frame sepeda, TAKKA Steel Bike. Shaggydog memang band yang sering mengeksplorasi kemungkinan lain di ekosistem musik yang cenderung hanya berkutat di rilisan dan panggung. Sebagai contoh, November 2015 lalu mereka menggelar pameran urban toys yang menyajikan figure Doggy, maskot Shaggydog kolaborasi bersama 10 seniman Yogyakarta. Tahun lalu pun Shaggydog merilis buku biografi-nya sehingga wajar jika mereka kemudian melirik sepeda sebagai sarana ajang berkreasi selain mengajak para Doggies untuk mulai berolahraga. Merk TAKKA bukanlah nama asing di kalangan penghobi sepeda custom. Merk frame asal Karanganyar, Solo ini dimiliki oleh Adhitya Widya Atmadja yang berawal dari sebuah usaha bengkel las spesialis membuat pagar rumah, teralis hingga kanopi. Karena ketidakpuasannya dengan frame sepeda yang dipesan, membuatnya ber-eksperimen membuat frame sendiri yang akhirnya laris manis setelah buka pesanan untuk umum. Beberapa keunggulan produk TAKKA diantaranya penggunaan bahan steel yang menjadikan beban sepeda menjadi lebih rigid disamping keunikan bentuk frame double tube yang mudah dipasangkan dengan aneka parts yang ada di pasaran serta cocok bagi postur tubuh rerata orang Indonesia. Dimulai dari frame jenis sepeda gunung, kini TAKKA sudah merilis beberapa jenis lain, diantaranya tipe Hardtail, folding bike, Minivello, Roadbike, Gravel, dan Full Suspension MTB. Khusus kolaborasi bersama Shaggydog, TAKKA membuat frame tipe Gravel bike. Gravel bike TAKKA seri Shaggydog ini mengadopsi sistem defleksi pipa arm dipadu spiral dan geometri yang pas...